alexametrics

Sensor Konten Palestina, Facebook dan Instagram Dituding Bias

Dythia Novianty
Sensor Konten Palestina, Facebook dan Instagram Dituding Bias
Ilustrasi Facebook. [Austin Distel/Unsplash]

Ratusan pengguna media sosial menuduh Instagram dan Facebook menghapus konten dan akun yang melaporkan kekerasan Sheikh Jarrah.

Suara.com - Ratusan pengguna media sosial menuduh Instagram dan Facebook menghapus konten dan akun yang melaporkan kekerasan Sheikh Jarrah.

Salah satu video yang dihapus dari arsip berita jurnalis Palestina Maha Rezeq adalah tentang pemukim Israel, Jacob, yang mengambil alih rumah Muna El-Kurd pada 2009.

Dia mengatakan kepadanya bahwa jika dia tidak mencuri rumahnya maka orang lain akan mencuri.

“Apa yang saya bagikan adalah rekaman mentah, video, kesaksian orang-orang di lapangan, beberapa di antaranya benar-benar berasal dari mulut orang Israel, mulut seorang pemukim, mengapa itu kontroversial? Semuanya sudah jelas, tidak ada darah atau cuplikan gambar yang melanggar standar komunitas,” kata Rezeq dilansir laman Arab News, Selasa (11/5/2021).

Baca Juga: Serangan Masjid Al Aqsa: Lebih dari 200 Orang Terluka

Rezeq mengatakan bahwa hanya kontennya tentang Syekh Jarrah yang dihapus.

"Satu-satunya hal yang dihapus dari arsip saya adalah cerita dan postingan yang terkait dengan mengungkap kejahatan Israel terhadap orang Palestina," ujarnya.

Penghapusan konten Palestina. [Arab News]
Penghapusan konten Palestina. [Arab News]

Mohammed El-Kurd, seorang penulis Palestina dari Yerusalem, memosting video dan cerita tentang kekerasan di Sheikh Jarrah ketika dia menerima peringatan bahwa akunnya mungkin akan dihapus.

"Beberapa postingan Anda sebelumnya tidak mengikuti Pedoman Komunitas kami", bunyi pesan itu.

"Jika Anda memosting sesuatu yang bertentangan dengan pedoman kami lagi, akun Anda dapat dihapus, termasuk postingan, arsip, pesan, dan pengikut Anda."

Baca Juga: Sekjen PBB Desak Israel Tahan Diri di Yerusalem Timur

Facebook juga menghapus "57 konten" dari halamannya karena melanggar pedoman.

Komentar