facebook

Isu Covid-19 Bocor dari Lab di Wuhan, Begini Kata Gedung Putih

Liberty Jemadu
Isu Covid-19 Bocor dari Lab di Wuhan, Begini Kata Gedung Putih
Presiden AS Joe Biden saat menaiki pesawat kepresidenan Air Force Ond di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, 19 Maret 2021. ERIC BARADAT / AFP

Setidaknya tiga pegawai laboratorium Institut Virologi Wuhan menderita sakit dengan gejala mirip Covid-19 pada November 2019 lalu.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat mengatakan diperlukan penelitian independen untuk memastikan asal-muasal Covid-19 yang sejak Desember 2019 lalu telah mewabah di muka Bumi.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki, menanggapi pewartaan Wall Street Journal (WSJ) yang menyebut bahwa badan intelijen AS memiliki laporan tentang pegawai laboratorium virus di Wuhan, China - dengan gejala mirip Covid-19 - pada November 2019 silam.

"Kami belum memiliki informasi cukup untuk menyimpulkan asal-muasal (Covid-19)," demikian kata Psaki dalam jumpa pers, Senin (24/5/2021).

"Kami butuh data. Kami butuh investigasi independen. Dan itu yang terus-menerus kami minta," lanjut dia.

Baca Juga: Pegawai Lab di Wuhan Sakit di November 2019, Tepat Sebelum Covid-19 Muncul

Organisasi kesehatan dunia (WHO) pada Januari sampai Februari lalu telah menggelar investigasi selama empat pekan di Tiongkok, termasuk di Wuhan. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa kemungkinan besar Covid-19 berasal dari binatang.

Tetapi investigasi itu dikritik karena dinilai tak independen. Selamat penelitian dan penyusunan laporan, para peneliti WHO didampingi oleh ilmuwan-ilmuwan Beijing.

Sebelumnya diwartakan bahwa sebuah laporan intelijen dari masa akhir kepemimpinan Presiden Donald Trump menunjukkan bahwa setidaknya tiga pegawai laboratorium Institut Virologi Wuhan menderita sakit dengan gejala mirip Covid-19 pada November 2019 lalu.

Institut Virologi Wuhan sendiri merupakan laboratorium penelitian virus, termasuk keluarga virus corona.

Meski demikian laporan yang diwartakan WSJ akhir pekan kemarin itu belum bisa dipastikan validitasnya. Beberapa pejabat dan mantan pejabat Amerika Serikat yang mengetahui laporan intelijen tersebut masih berbeda pendapat.

Baca Juga: Muncul 5 Kasus Covid-19, Australia Berlakukan Pembatasan di Melbourne

Seorang sumber mengatakan bahwa laporan itu dipasok oleh mitra internasional dan memang berpotensi signifikan, tetapi masih butuh investigasi lebih lanjut.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar