alexametrics

Viral soal Badak Putih Utara, Apakah Benar-benar Punah?

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Viral soal Badak Putih Utara, Apakah Benar-benar Punah?
Badak putih utara. [Shutterstock]

Diberi nama Sudan, badak putih utara jantan terakhir di dunia itu mati pada usia 45 tahun di Konservasi Ol Pejeta, Kenya.

Suara.com - Badak putih utara (Northern white rhinoceros) tengah menjadi pembicaraan hangat di dunia maya karena dikabarkan punah.

Namun, menurut situs Mongabay, kemungkinan besar berita tersebut mengacu pada kematian badak putih utara jantan terakhir yang mati pada 2018.

Diberi nama Sudan, badak putih utara jantan terakhir di dunia itu mati pada usia 45 tahun di Konservasi Ol Pejeta, Kenya.

Menurut para ahli, selain usianya yang sudah tua, fisik Sudan juga lemah dan lumpuh dari bagian pinggang ke bawah.

Baca Juga: Cegah Kepunahan, Embrio Badak Putih Utara Siap Diimplantasi

Kaki belakangnya yang goyah juga tidak memungkinkannya melakukan kawin dengan badak betina.

Untuk berjaga-jaga, para ilmuwan telah mengumpulkan dan membekukan sampe sperma dengan harapan dapat menyelamatkan spesies Sudan.

Badak Putih Utara disebut punah. [Twitter]
Badak Putih Utara disebut punah. [Twitter]

Namun, badak putih utara belum benar-benar punah karena menurut Konservasi Ol Pejeta, masih ada dua betina yang hidup di sana dan tim ilmuwan saat ini sedang mengerjakan metode reproduksi bantuan.

Meski belum punah, tetapi status badak putih utara dinyatakan "punah secara fungsional" pada 2018.

Dua badak putih utara betina terakhir yang masih hidup merupakan seekor induk dan anaknya bernama Najin dan Fatu.

Baca Juga: Terancam Punah, Ilmuwan Panen 10 Telur Badak Putih Utara Terakhir

Untuk menyelamatkan spesies tersebut, para ahli membuat rencana dengan memanen telur dari dua betina dan membuahinya secara artifisial, menggunakan sperma beku dari Sudan untuk menghasilkan embrio badak putih utara.

Rencana tersebut berhasil dilakukan pada Agustus 2019 dengan dua embrio badak putih utara, diikuti embrio ketiga pada Desember 2019.

Pada Januari 2021, tim internasional dari Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research (Leibniz-IZW), Taman Safari Dvur Kralove, Kenya Wildlife Service, dan Konservasi Ol Pejeta, mengumumkan telah berhasil menciptakan dua embrio lagi, menjadikan total jumlah embrio badak putih utara ras murni sebanyak lima.

Dengan kata lain, langkah selanjutnya adalah menemukan pengganti badak putih selatan yang cocok untuk mencoba melakukan implantasi.

Badak putih utara adalah subspesies dari badak putih yang ditemukan di beberapa negara Afrika Timur dan Tengah.

Bertahun-tahun perburuan liar dan perang saudara yang meluas di daerah asalnya menghancurkan populasi badak tersebut dan sekarang dianggap punah secara fungsional.

Menurut akun Twitter resmi Konservasi Ol Pejeta, ancaman utama badak putih utara adalah keserakahan manusia sendiri.

Badak Putih Utara disebut punah. [Twitter]
Badak Putih Utara disebut punah. [Twitter]

Hewan itu memiliki sedikit predator di alam liar, mengingat ukurannya yang besar.

Perburuan terhadap cula badak menjadi salah satu hewan ini mendekati kepunahan.

Diperkirakan harga cula badak sekitar 65.000 dolar AS per kilogram atau sekitar Rp 927 juta.

Komentar