Pemblokiran TikTok Akhirnya Dicabut, AS-China Rujuk?

Dythia Novianty Suara.Com
Kamis, 10 Juni 2021 | 10:30 WIB
Pemblokiran TikTok Akhirnya Dicabut, AS-China Rujuk?
Ilustrasi Tiktok. [Unsplash]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akhirnya mencabut dan mengganti perintah eksekutif Donald Trump yang melarang TikTok.

Joe Biden menandatangani perintah eksekutif pada Rabu (9/6/2021) waktu setempat, yang menetapkan kriteria bagi pemerintah untuk mengevaluasi risiko aplikasi yang terhubung ke musuh asing.

Sebagaimana melansir laman CNBC, Kamis (10/6/2021), hal ini berimplikasi pada situs milik China seperti TikTok dan WeChat.

Joe Biden mencabut dan mengganti tiga perintah eksekutif yang sebelumnya diberikan Presiden AS saat itu, Donald Trump, yang berusaha melarang transaksi dengan TikTok dan WeChat oleh bisnis Amerika.

Salah satu perintah adalah melarang TikTok, yang mengakibatkan pertempuran pengadilan yang berkepanjangan.

"Perintah baru Joe Biden akan mengarahkan Departemen Perdagangan untuk meninjau aplikasi yang terkait dengan musuh asing dan menjabarkan apa yang harus dianggap sebagai risiko yang tidak dapat diterima," menurut lembar fakta Gedung Putih.

Joe Biden menandatangani surat perintah eksekutif setelah dilantik.[ANTARA/REUTERS/Tom Brenner]
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.[ANTARA/REUTERS/Tom Brenner]

Itu termasuk kriteria untuk mengevaluasi transaksi dengan aplikasi perangkat lunak yang terkait dengan musuh asing.

Sementara Komite Investasi Asing di AS, atau CFIUS, meninjau merger atau investasi asing, perintah tersebut mengutip tindakan sebelumnya oleh Donald Trump yang mendefinisikan transaksi secara luas untuk mencakup pemasangan atau transfer melibatkan layanan teknologi komunikasi.

Perintah tersebut akan mempertimbangkan transaksi melibatkan "risiko tinggi" ketika mereka melibatkan aplikasi yang dimiliki, dikendalikan, atau dikelola oleh orang-orang yang mendukung militer atau dinas intelijen musuh asing atau ketika aplikasi mengumpulkan data pribadi yang sensitif.

Baca Juga: Viral Army Siapin Hampers Buat Sopir Ojol, Isinya Makanan Sampai Disinfektan

Perintah tersebut juga mengarahkan Departemen Perdagangan untuk bekerja dengan lembaga lain dalam memberikan rekomendasi guna melindungi data konsumen AS dari musuh asing.

Aturan itu juga mengharuskan departemen tersebut untuk merekomendasikan tindakan eksekutif lebih lanjut dan undang-undang untuk mengatasi risiko tersebut.

Di bawah pemerintahan sebelumnya, TikTok tetap dalam posisi genting karena Donald Trump berusaha melarang aplikasi tersebut kecuali jika dijual ke perusahaan Amerika.

Kebuntuan itu mendorong Walmart dan Microsoft untuk bekerja sama dan mengadili TikTok, meskipun perusahaan akhirnya memilih Oracle.

Logo Oracle. [Oracle]
Logo Oracle. [Oracle]

Pada Februari lalu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa kesepakatan Oracle telah "dibatalkan tanpa batas waktu".

Pemerintahan Joe Biden telah meminta pengadilan menunda tindakan seputar perselisihan pemerintah dengan TikTok atas larangan tersebut saat meninjau situasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI