Teliti Sampel Korban Wabah Black Death, Ilmuwan Temukan Fakta Mengejutkan

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 22 Juni 2021 | 12:30 WIB
Teliti Sampel Korban Wabah Black Death, Ilmuwan Temukan Fakta Mengejutkan
Fakta wabah Black Death. [HO/crossrail/AFP]

Suara.com - Para ilmuwan di Universitas Cambridge meneliti korban yang meninggal akibat wabah Black Death dan menemukan fakta mengejutkan.

Hingga saat ini, peninggalan arkeologis menyebutkan bahwa banyak korban Black Death dikuburkan secara massal.

Rupanya, tim ahli baru saja menemukan bukti yang menunjukkan bahwa tidak semua korban Black Death dikubur di kuburan massal.

Bahkan, beberapa korban dikuburkan di makam sendiri dengan sangat hati-hati.

Tim ahli mengambil sampel hampir 200 kuburan dan mendeteksi DNA kuno Yersinia pestis, bakteri yang menyebabkan wabah, di gigi beberapa orang yang meninggal karena penyakit itu dan dikubur sendirian.

"Penelitian ini meningkatkan pemahaman bahkan di masa-masa yang traumatis, mereka berusaha keras untuk menguburkan korban dengan hati-hati," kata Craig Cessford, arkeolog dari Universitas Cambridge.

Fakta wabah Black Death. [Cambridge]
Fakta wabah Black Death. [Cambridge]

Dilansir dari Science Alert, Selasa (22/6/2021), temuan ini menambah informasi baru pada sejarah wabah yang berlangsung selama abad ke-14 itu.

Saat ini, wabah tersebut masih muncul di negara-negara seperti Republik Demokratik Kongo, Madagaskar, dan Peru.

Penguburan massal dilakukan karena khawatir penyakit itu menular dalam beberapa hari.

baca juga

Para korban dimakamkan dalam "lubang wabah", seperti yang digali di sebuah biara abad ke-14 di barat laut Inggris.

Itu berisi 48 kerangka dan lebih dari setengahnya adalah anak-anak.

Hal yang paling mencolok dari cara para korban wabah ini dikuburkan adalah upaya yang harus dilakukan untuk mengubur korban, di dalam tembok bangunan yang umum digunakan untuk pertemuan komunitas agama.

Fakta wabah Black Death. [Cambridge]
Fakta wabah Black Death. [Cambridge]

Temuan bukti pertama korban wabah abad pertengahan yang dikubur terpisah berkat DNA kuno ini juga membuka jalan baru bagi para arkeolog.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Taman Impian Jaya Ancol Dulu hingga Sekarang yang Belum Banyak Diketahui

Sejarah Taman Impian Jaya Ancol Dulu hingga Sekarang yang Belum Banyak Diketahui

Jakarta | Jum'at, 11 Juni 2021 | 19:02 WIB

Hi... Seram! Ilmuwan Hidupkan Kembali Zombie Berusia 24 Ribu Tahun

Hi... Seram! Ilmuwan Hidupkan Kembali Zombie Berusia 24 Ribu Tahun

Tekno | Rabu, 09 Juni 2021 | 10:30 WIB

Kejam! Ilmuwan Temukan Kerangka Budak Terbelenggu Dilempar ke Selokan

Kejam! Ilmuwan Temukan Kerangka Budak Terbelenggu Dilempar ke Selokan

Tekno | Selasa, 08 Juni 2021 | 14:30 WIB

Ilmuwan Berhasil Rekam Ledakan Bintang Terbesar di Alam Semesta

Ilmuwan Berhasil Rekam Ledakan Bintang Terbesar di Alam Semesta

Tekno | Senin, 07 Juni 2021 | 20:05 WIB

Dicurigai! Kuburan Massal Korban Perang Dunia II Tersembunyi di Singapura

Dicurigai! Kuburan Massal Korban Perang Dunia II Tersembunyi di Singapura

Tekno | Kamis, 03 Juni 2021 | 16:00 WIB

Ngenes! Capai Palung Terdalam Ketiga di Bumi, Ilmuwan Masih Temukan Plastik

Ngenes! Capai Palung Terdalam Ketiga di Bumi, Ilmuwan Masih Temukan Plastik

Tekno | Rabu, 02 Juni 2021 | 11:30 WIB

Terkini

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:00 WIB

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:58 WIB

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:53 WIB

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 09:47 WIB

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Bekaci | Rabu, 23 September 2026 | 09:46 WIB

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:44 WIB

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 09:43 WIB

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

News | Rabu, 23 September 2026 | 09:41 WIB

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 09:37 WIB

×