BPPT: Bangun Laboratorium Propulsi untuk Kembangkan Kereta Cepat

Liberty Jemadu

Selasa, 29 Juni 2021 | 23:21 WIB
BPPT: Bangun Laboratorium Propulsi untuk Kembangkan Kereta Cepat
Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. (suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Perekayasa dari Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi (BT2MP) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Nacep Suryana mengatakan perlu membangun laboratorium propulsi untuk mendorong percepatan pengembangan kereta cepat.

"Laboratorium propulsi dibutuhkan untuk mendukung industri perkeretaapian nasional," kata Nacep dalam webinar dengan tema Propulsion System for High Speed Train, di Jakarta, Selasa (29/6/2021).

Ia mengatakan laboratorium tersebut akan bermanfaat untuk uji propulsi kereta cepat, yang mana saat ini kereta cepat menjadi salah satu Prioritas Riset Nasional (PRN).

Dengan kondisi saat ini, kata dia, BT2MP menghadapi beberapa kendala antara lain BT2MP belum memiliki trafo step-up untuk traksi motor yang memiliki tegangan lebih besar dari 480 V. Selain itu, katanya, BT2MP juga belum memiliki suplai DC daya tinggi sekarang ini.

Selain itu, semua test bed dirancang untuk menguji mesin pembakaran internal. Jika digunakan untuk pengujian traksi motor listrik, maka beberapa modifikasi harus dilakukan.

Pengembangan perangkat laboratorium pengujian baru untuk sistem propulsi, teknologi bogie maupun pengembangan test track untuk sarana dan prasarana kereta api, kata dia, menjadi salah satu prioritas guna mendukung terbentuknya peta jalan PRN Perkeretaapian 2020-2024.

Perkeretaapian adalah salah satu program PRN sesuai dengan Permen Ristek-Dikti Nomor 38 Tahun 2019 tentang PRN 2020-2024. Adapun target akhir dari PRN adalah suatu prototipe kereta api cepat siap uji yang mampu melaju dengan kecepatan 250 km/jam.

Pada PRN itu, katanya, BPPT sebagai koordinator menggandeng berbagai lembaga baik dari pemerintahan, industri, dan akademisi dalam suatu konsorsium kereta api cepat.

Salah satu tujuan dari kegiatan PRN itu adalah perkuatan inovasi industri perkeretaapian nasional. Saat ini kondisi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) produk industri perkeretaapian masih rendah, sebagai contoh untuk kereta perkotaan sebesar 42 persen.

baca juga

Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan inovasi dan didukung dengan kemandirian industri perkeretaapian nasional melalui fasilitas pengujian perkeretaapian seperti Laboratorium Sistem Propulsi Perkeretaapian, Laboratorium Sistem Bogie, dan Fasilitas Fast Track, demikian Nacep Suryana. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Utang Whoosh Makin Tak Jelas usai Purbaya Dipecat dari Menkeu

Nasib Utang Whoosh Makin Tak Jelas usai Purbaya Dipecat dari Menkeu

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!

Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 11:01 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Whoosh dan Jeratan Utang: Antara Siasat Penyelamatan dan Bom Waktu Fiskal

Whoosh dan Jeratan Utang: Antara Siasat Penyelamatan dan Bom Waktu Fiskal

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:30 WIB

Purbaya Bocorkan Skema Pelunasan Utang Whoosh dari Kemenkeu, Dibayar Rp 800 M per Tahun

Purbaya Bocorkan Skema Pelunasan Utang Whoosh dari Kemenkeu, Dibayar Rp 800 M per Tahun

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 09:25 WIB

Utang Kereta Cepat Dialihkan ke Kemenkeu pada 15 September

Utang Kereta Cepat Dialihkan ke Kemenkeu pada 15 September

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Caplok 60% Saham KCIC, Utang Whoosh Kini Tanggung Jawab Kemenkeu

Purbaya Caplok 60% Saham KCIC, Utang Whoosh Kini Tanggung Jawab Kemenkeu

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Cara Pesan Tiket Shinkansen untuk Liburan di Jepang, Kini Bisa Lebih Praktis dari Indonesia

Cara Pesan Tiket Shinkansen untuk Liburan di Jepang, Kini Bisa Lebih Praktis dari Indonesia

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:22 WIB

Bisnis Inti KAI Tumbuh Solid, Laba Bersih Anjlok 74 Persen Tergerus Whoosh

Bisnis Inti KAI Tumbuh Solid, Laba Bersih Anjlok 74 Persen Tergerus Whoosh

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:59 WIB

Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat

Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Terkini

Chanathip Songkrasin Waspadai Pengalaman Pemain Keturunan Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Chanathip Songkrasin Waspadai Pengalaman Pemain Keturunan Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Bucin! Takut Diputus Cinta oleh Kekasih, Wanita Asal Malang Nekat Bikin Laporan Palsu ke Polisi

Bucin! Takut Diputus Cinta oleh Kekasih, Wanita Asal Malang Nekat Bikin Laporan Palsu ke Polisi

Jatim | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:49 WIB

Kenapa Pelari Mulai Pilih Earbuds Open-Ear? Ini Alasannya

Kenapa Pelari Mulai Pilih Earbuds Open-Ear? Ini Alasannya

Tekno | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Kenapa Kontak di WA Tiba-Tiba Hilang? Ini Penyebab dan Solusi untuk HP Android dan iOS

Kenapa Kontak di WA Tiba-Tiba Hilang? Ini Penyebab dan Solusi untuk HP Android dan iOS

Tekno | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Chanathip Songkrasin Terpukau dengan Timnas Indonesia Era Sekarang, Kenapa?

Chanathip Songkrasin Terpukau dengan Timnas Indonesia Era Sekarang, Kenapa?

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Apakah AC Inverter Boleh Menyala 24 Jam? Ini Penjelasannya

Apakah AC Inverter Boleh Menyala 24 Jam? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:40 WIB

5 Coffee Shop Tenang di Jogja untuk WFA dan Nugas

5 Coffee Shop Tenang di Jogja untuk WFA dan Nugas

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:40 WIB

6 Facial Wash untuk Pemulihan Kulit Terbakar Matahari, Sensasi Sejuk dan Redakan Belang

6 Facial Wash untuk Pemulihan Kulit Terbakar Matahari, Sensasi Sejuk dan Redakan Belang

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Sudah Punya Luhut hingga Wiranto, Kenapa Presiden Masih Butuh 26 Anggota Wantimpres?

Sudah Punya Luhut hingga Wiranto, Kenapa Presiden Masih Butuh 26 Anggota Wantimpres?

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Memburuk, Kategori Tidak Sehat!

Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Memburuk, Kategori Tidak Sehat!

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:33 WIB

×