- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pengambilalihan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari Danantara ke Kemenkeu terjadi pertengahan September 2026.
- Kementerian Keuangan tidak mengeluarkan dana kepada Danantara karena pembayaran utang tahunan akan ditangani oleh Badan Usaha Milik Negara khusus.
- Keuntungan perusahaan Badan Usaha Milik Negara di bawah Kemenkeu yang mencapai triliunan rupiah dipastikan cukup untuk melunasi utang tersebut.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan informasi terbaru soal skema pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh milik Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dari BPI Danantara ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Menkeu Purbaya menyatakan kalau pengambilalihan utang Whoosh dari Danantara ke Kemenkeu akan dilakukan di pertengahan September 2026 mendatang.
"Kira-kira pertengahan bulan kita, dikasih ke kami kan kereta cepat. Ya sudah, kita beresin," katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (8/9/2026).
Saat ini pihaknya masih menghitung soal skema pembayaran utang. Purbaya menyebut kalau dana itu akan dibayar oleh Special Mission Vehicle (SMV) alias Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah naungan Kemenkeu.
"Nanti utangnya ya kita hitung, mungkin ada nanti BUMN yang di bawah Departemen Keuangan yang menangani itu," lanjutnya.
Bendahara Negara juga memastikan tidak ada dana untuk pemindahan utang dari Danantara ke Kemenkeu. Ia hanya akan membayar utang Whoosh tiap tahun lewat lembaga di bawah naungan Kemenkeu.
![Pramugari menyapa penumpang di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/28/28581-ilustrasi-whoosh-ilustrasi-kereta-cepat-whoosh.jpg)
Purbaya juga mengklaim kalau dana pembayaran utang sudah siap. Terkait skema pelunasan, Purbaya membocorkan kalau SMV Kemenkeu mendapatkan keuntungan sekitar Rp 3-4 triliun per tahun.
Dari total itu, Purbaya mengatakan Rp 800 miliar sudah cukup untuk membayar utang Whoosh tiap tahunnya. Sayang ia tidak menyebut SMV mana yang akan dibebani utang Whoosh tersebut.
"Kan kalau SMV, let's say satu perusahaan SMV saja, keuntungannya berapa sekarang? Rp 3 triliun, Rp 4 triliun setahun. Ditambah dengan operasionalnya sendiri, mungkin dapat Rp 800 miliar keuntungannya. Cukuplah untuk bayar utang yang ada sekarang. Nanti kita hitung. Yang jelas kami enggak bayar ke Danantara untuk penyerahan ini," jelas Purbaya.