Viral di TikTok, Lagu Rap dari 2013 Diklaim sebagai Ramalan Covid-19? Ini Faktanya

Liberty Jemadu

Rabu, 07 Juli 2021 | 06:15 WIB
Viral di TikTok, Lagu Rap dari 2013 Diklaim sebagai Ramalan Covid-19? Ini Faktanya
Pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah, Jaksel. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Pekan ini media sosial TikTok ramai oleh berbagai postingan tentang sebuah video klip lagu rap dari tahun 2013 yang diklaim telah meramalkan tentang virus corona baru, Covid-19.

Para pengguna TikTok sejak pekan lalu telah ramai membahas sebuah video clip lagu rap berjudul Pandemic yang dibawakan oleh rapper bernama Dr Creep dari 2013.

Video klip lagu berjudul Pandemic dari Dr Creep itu bisa ditemukan di Youtube. Salah satu versi yang paling banyak disaksikan diunggah pada Juni 2013. Video itu sudah disaksikan lebih dari 2,3 juta kali hingga Selasa malam (6/7/2021).

Yang kontroversial dari lagu itu adalah liriknya pada menit 1.07, yang bunyinya, "2020 combined with coronavirus, bodies stacking“. Jika diartikan bebas, penggalan lirik itu kira-kira bermakna, "2020 dikombinasikan dengan virus corona, mayat-mayat bertumpuk".

Lagu ini oleh para pemercaya teori konspirasi dijadikan dasar untuk mengklaim bahwa Covid-19 adalah, atau bisa jadi, merupakan rekayasa belaka. Teori ini banyak oleh para pengguna TikTok.

Tetapi benarkah demikian? Mari kita periksa faktanya.

Bahwa ada lagu berjudul Pandemic pada 2013 yang dinyanyikan oleh rapper Dr Creep, itu adalah benar. Tetapi klaim bahwa lagu tersebut sudah meramalkan akan adanya wabah Covid-19 saat ini adalah tidak benar.

Dr Creep, rapper yang menulis dan menyanyikan lagu tersebut, mengaku lewat penjelasan panjang di Facebook bahwa ia tidak meramalkan wabah Covid-19 ketika mengarang lagu tersebut pada 2013 silam.

Judul lagu Pandemic dan lirik tentang viruscorona, jelas Dr Creep, adalah kebetulan belaka. Lagi pula ketika itu dunia memang sedang dipusingkan oleh berbagai macam virus corona yang mengancam.

baca juga

"Ada sekitar enam virus corona pada 2012/2013, ketika lagu Pandemic diciptakan dan virus corona memang sering dibicarakan," beber Dr Creep dalam penjelasan di Facebook yang diunggah 29 Maret 2020 silam.

Faktanya, organisasi kesehatan dunia (WHO) pada 2012 mengeluarkan peringatan soal potensi pandemi MERS atau flu unta yang muncul pertama kali di Arab Saudi dan dipicu oleh virus Mers coronavirus atau Mers-Cov. Virus ini kembali merebak di Korea Selatan pada 2015 dan di Saudi pada 2018.

Sebelum itu pada 2002 sampai 2004, wabah SARS yang disebabkan oleh virus SARS coronavirus (SARS-Cov) juga menyapu Asia, termasuk Indonesia.

"Bagi saya, lirik-lirik itu hanya kebetulan belaka dan bukan ramalan. Saya sendiri tidak merasa sedang meramal apa pun. Saya sedang bernyanyi tentang apa yang saya saksikan," terang Dr Creep.

Menurut Snopes, website yang membongkar hoaks-hoaks populer di dunia, rumor soal ramalan lagu Dr Creep ini sebenarnya sudah muncul sejak 2020 lalu. Snopes sendiri telah membongkar hoaks ini pada Desember tahun kemarin.

Kesimpulannya, klaim bahwa lagu Dr Creep berjudul Pandemic telah meramal Covid-19 saat ini adalah klaim yang salah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penipuan Online hingga Hoaks Bansos, Ini Disinformasi yang Banyak Menyasar Warga Jakarta

Penipuan Online hingga Hoaks Bansos, Ini Disinformasi yang Banyak Menyasar Warga Jakarta

News | Senin, 02 November 2026 | 14:34 WIB

Gandeng Komdigi, Pemprov DKI Siapkan Duta Antihoaks di Sekolah-Sekolah Jakarta

Gandeng Komdigi, Pemprov DKI Siapkan Duta Antihoaks di Sekolah-Sekolah Jakarta

News | Senin, 02 November 2026 | 14:29 WIB

Penipuan Catut Nama Pejabat Marak di Jakarta, Undangan Palsu hingga Phishing Jadi Modus

Penipuan Catut Nama Pejabat Marak di Jakarta, Undangan Palsu hingga Phishing Jadi Modus

News | Senin, 02 November 2026 | 13:43 WIB

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Kata-kata Kesal Bupati Siak Protes Video Tanam Pohon di Bekas Kebakaran Hutan Dihapus TikTok

Kata-kata Kesal Bupati Siak Protes Video Tanam Pohon di Bekas Kebakaran Hutan Dihapus TikTok

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Puluhan Ribu Video Affiliate Dorong Bisnis Momami Tumbuh 2 Kali Lipat

Puluhan Ribu Video Affiliate Dorong Bisnis Momami Tumbuh 2 Kali Lipat

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Gaya Konsumsi Orang RI Berubah Total, Data BPS dan TikTok Buktikan Ini

Gaya Konsumsi Orang RI Berubah Total, Data BPS dan TikTok Buktikan Ini

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:09 WIB

Alarm dari Komdigi: Misteri di Balik Ketimpangan Pemblokiran Akun Anak TikTok vs Meta

Alarm dari Komdigi: Misteri di Balik Ketimpangan Pemblokiran Akun Anak TikTok vs Meta

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Update PP Tunas: Akun Anak Diblokir Tak Cukup, Komdigi Minta Platform Ubah Fitur

Update PP Tunas: Akun Anak Diblokir Tak Cukup, Komdigi Minta Platform Ubah Fitur

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Terkini

Swiss Ingin Penerbangan Langsung dari Jakarta, Sebut Bisa Jadi Daya Tarik Wisatawan

Swiss Ingin Penerbangan Langsung dari Jakarta, Sebut Bisa Jadi Daya Tarik Wisatawan

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:35 WIB

Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Jenderal Listyo Dinonaktifkan dari Ketua Dewan Penasihat KSPSI

Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Jenderal Listyo Dinonaktifkan dari Ketua Dewan Penasihat KSPSI

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:35 WIB

Ganjil Genap Jakarta Diusulkan Berlaku Penuh Seharian, Mobil Listrik Wajib Patuh

Ganjil Genap Jakarta Diusulkan Berlaku Penuh Seharian, Mobil Listrik Wajib Patuh

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:34 WIB

Geger di DPRD DIY, Foto Gibran Diturunkan, Forum Kebangsaan Desak Pemakzulan

Geger di DPRD DIY, Foto Gibran Diturunkan, Forum Kebangsaan Desak Pemakzulan

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 15:33 WIB

Jokowi Hadir di Sidang Pembuktian Ijazah! Polisi Pasang Pengamanan Lapis 3, Pengunjung Dibatasi 80

Jokowi Hadir di Sidang Pembuktian Ijazah! Polisi Pasang Pengamanan Lapis 3, Pengunjung Dibatasi 80

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:30 WIB

Witch on the Holy Night Dapat Adaptasi Manga, Mulai Serialisasi 11 November

Witch on the Holy Night Dapat Adaptasi Manga, Mulai Serialisasi 11 November

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:30 WIB

Menjaga Nalar dan Integritas Anak di Tengah Polemik Ijazah

Menjaga Nalar dan Integritas Anak di Tengah Polemik Ijazah

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:28 WIB

Ini Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat, Bebas SLS dan Alkohol

Ini Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat, Bebas SLS dan Alkohol

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:25 WIB

Peneliti Temukan Material Mirip Plastik pada Sarang Lebah yang Mudah Terurai

Peneliti Temukan Material Mirip Plastik pada Sarang Lebah yang Mudah Terurai

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:21 WIB

Drama Penyadapan di Istana: Elite Sibuk Berperang, Rakyat Tetap Jadi Korban

Drama Penyadapan di Istana: Elite Sibuk Berperang, Rakyat Tetap Jadi Korban

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:20 WIB

×