Peneliti Temukan Material Mirip Plastik pada Sarang Lebah yang Mudah Terurai

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 04 November 2026 | 15:21 WIB
Peneliti Temukan Material Mirip Plastik pada Sarang Lebah yang Mudah Terurai
Koloni lebah sedang beraksi di sarangnya pada siang hari. (dok.Pexels/Pixabay)

Suara.com - Bagi sebagian orang, keberadaan lebah mungkin lebih sering diketahui sebagai penjaga keseimbangan ekosistem. Namun, serangga ini ternyata juga menyimpan potensi dalam pengembangan material ramah lingkungan.

Berdasarkan penelitian terbaru terungkap bahwa lapisan sarang lebah Colletes inaequalis memiliki material alami yang menyerupai plastik. Material tersebut bahkan mampu terurai secara alami di dalam tanah dalam waktu yang cenderung singkat.

Temuan itu berhasil dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) dengan judul "Rapid soil degradation of a cross-linked, semicrystalline polythylene-like polyester produced by Colletes bees". 

Melansir Phys, Rabu (4/11), lebah Colletes inaequalis dikenal sebagai cellophane bee. Lebah ini membangun sarangnya di bawah tanah dengan lapisan fleksibel dan transparan.

Lapisan tersebut tersusun atas poliester dan sutra yang dihasilkan melalui kelenjar khusus bernama Dufour's gland. Kelenjar inilah yang terhubungan dengan alat penyengat lebah.

Menariknya, material tersebut tidak terlihat menumpuk di lokasi sarang meskipun generasi lebah terus membangun sarang baru setiap tahunnya.

Peneliti menjelaskan bahwa kelompok lebah ini dapat membangun agregasi sarang yang terdiri atas lebih dari 10.000 sarang individu. Generasi selanjutnya bahkan kembali menggunakan lokasi yang sama selama puluhan tahun.

"Meski material plastik terus ditambahkan ke dalam tanah, material tersebut tampaknya tidak terakumulasi di area koloni Colletes," tulis peneliti dalam publikasi tersebut.

Mampu Terurai dalam Hitungan Bulan

baca juga

Untuk memahami karakteristik material tersebut, peneliti melakukan serangkaian pengujian kimia, pemanasan, mikroskopi, dan hamburan sinar-X.

Pengamatan dilakukan terhadap lapisan sarang yang baru terbentuk. Peneliti kemudin membandingkannya dengan material yang telah berada di tanah selama empat, tujuh, dan sebelas bulan.

Hasilnya memperlihatkan kemampuan penguraian yang cukup menarik. Kandungan poliester dalam lapisan sarang turun dari 73 persen menjadi 40 perse berdasarkan berat dalam empat bulan.

Setelah tujuh bulan, lapisan tersebut mulai memperlihatkan retakan. Pada sisi lain, material yang telah berada di tanah selama 11 bulan menjadi rapuh dan mudah hancur.

Karakteristik itu yang menjadi fokus utama karena material awalnya bersifat fleksibel. Lapisan sarang juga mampu mempertahankan bentuk semula ketika dilipat atau diremas.

Kombinasi sifat fleksibel dan kemampuan terurai inilah yang diyakini punya potensi menjadi model pengembangan plastik sekali pakai.

Peluang Mengembangkan Plastik Berkelanjutan

Meskipun menunjukkan hasil menjanjikan, peneliti belum sepenuhnya mengetahui mekanisme yang membuat material tersebut cepat terurai.

Sekitar 60 persen poliester segar memiliki struktur kristalin berdasarkan analisis komposisinya. Struktur semacam ini umumnya berkaitan dengan ketahanan material terhadap proses penguraian.

Namun, tim peneliti menduga adanya susunan kristal yang kurang teratur. Kondisi tersebut memungkinkan air dan enzim menjangkau bagian material yang lebih mudah terurai.

Tak hanya itu, lapisan sarang yang baru terbentuk dan berusia empat bulan mengandung enzim yang mampu memecah ikatan enzim pada bahan uji.

Temuan tersebut membuka peluang bahwa enzim secara tidak langsung berperan dalam proses penguraian material. Meski demikian, peneliti masih membutuhkan pengujian lebih lanjut untuk memastikan mekanismenya.

Dalam publikasi tersebut, tim peneliti menekankan bahwa poliester yang dihasilkan lebah Colletes sebagai sumber terpenting dalam upaya membangun ekonomi plastik yang lebih berkelanjutan.

"Penelitian selanjutnya perlu menyelidiki sumber kemampuan penguraian yang luar biasa dari material ini," pungkas tim peneliti.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam merancang poliester generasi berikutnya. Material tersebut diharapkan memiliki karakteristik menyerupai polietilena, tetapi tetap mampu terurai secara alami.

Demikian, lapisan sarang lebah bukan sekadar bagian dari tempat berkembang biak serangga. Material alami tersebut turut menawarkan pelajaran penting bagi pengembangan teknologi plastik yang lebih ramah lingkungan.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar, Teknologi BRIN Berpotensi Tekan Emisi 79 Persen

Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar, Teknologi BRIN Berpotensi Tekan Emisi 79 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:00 WIB

Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang

Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 07:35 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Terkini

12 Rekomendasi Hadiah Hari Guru yang Bermanfaat dan Murah, Tetap Berkesan!

12 Rekomendasi Hadiah Hari Guru yang Bermanfaat dan Murah, Tetap Berkesan!

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:17 WIB

Listyo Sigit Prabowo Lulusan Apa? Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

Listyo Sigit Prabowo Lulusan Apa? Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:15 WIB

Skandal Penyadapan Presiden: Kegagalan Sistemik atau Lemahnya Leadership?

Skandal Penyadapan Presiden: Kegagalan Sistemik atau Lemahnya Leadership?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:15 WIB

Anjloknya Penjualan Paksa BMW PHK Ribuan Karyawan

Anjloknya Penjualan Paksa BMW PHK Ribuan Karyawan

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 15:15 WIB

Cara Membersihkan Layar Laptop agar Aman Bebas Gores, Begini Langkah-langkahnya

Cara Membersihkan Layar Laptop agar Aman Bebas Gores, Begini Langkah-langkahnya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 15:11 WIB

Bedak Sachet Marcks vs Viva, Mana yang Lebih Ampuh Tahan Minyak Seharian?

Bedak Sachet Marcks vs Viva, Mana yang Lebih Ampuh Tahan Minyak Seharian?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:07 WIB

Arti Kedutan Bibir Bawah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Rezeki?

Arti Kedutan Bibir Bawah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Rezeki?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:05 WIB

Jangan Hanya Usut Penyadapan, Pakar Minta Bareskrim Telusuri Dugaan Makar

Jangan Hanya Usut Penyadapan, Pakar Minta Bareskrim Telusuri Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:05 WIB

Timeline Karier Letjen Ariyo Windutomo Pengganti Listyo Sigit: 1996 Lulus Akmil 2026 Plt KSP

Timeline Karier Letjen Ariyo Windutomo Pengganti Listyo Sigit: 1996 Lulus Akmil 2026 Plt KSP

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:01 WIB

Ramai Tren "Stop the Wedding" di Medsos, Bukti Gen Z Makin Muak dengan Budaya Patriarki?

Ramai Tren "Stop the Wedding" di Medsos, Bukti Gen Z Makin Muak dengan Budaya Patriarki?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:00 WIB

×