alexametrics

Twitter Akui Ada Akun Palsu Dapat Centang Biru

Liberty Jemadu
Twitter Akui Ada Akun Palsu Dapat Centang Biru
Twitter memberikan centang biru ke 6 akun palsu. Belakangan akun-akun itu dihapus. Ilustrasi Twitter. [Shutterstock]

Twitter menghapus permanen akun-akun palsu yang memperoleh centang biru.

Suara.com - Twitter mengaku telah menutup permanen sejumlah kecil akun palsu yang sebelumnya telah memperoleh status terverifikasi alias memperoleh centang biru, demikian diwartakan The Verge, Selasa (13/7/2021).

Blunder Twitter itu terjadi ketika perusahaan media sosial tersebut membuka program verifikasi publik baru-baru ini. Tanpa diketahui oleh perusahaan berlogo burung biru itu, sejumlah akun palsu justru menerima centang biru.

"Kami telah keliru menerima permohonan verifikasi dari sejumlah kecil akun palsu," kata Twitter, "Kami kini sudah menghapus akun-akun tersebut dan menghapus tanda centang biru mereka."

Masalah ini pertama kali diungkap oleh akun Twitter Conspirador Norteno, yang dikenal sebagai data scientist. Ia menemukan enam akun bercentang biru yang, meski akun-akun tersebut baru dibikin pada 16 Juni lalu.

Baca Juga: Google, Facebook, dan Twitter Ancam Cabut dari Hong Kong

Tak satu pun dari enam akun itu yang pernah mengunggah cuitan. Sementara dua akun diketahui menggunakan foto orang lain sebagai foto profilnya.

"Enam akun yang sudah diverifikasi ini memiliki 977 follower yang sama. Salah satunya adalah akun @verified (akun yang mengikuti semua akun bercentang biru). Sedang 976 lainnya diciptakan pada 19 atau 20 Juni 2021, dan mereka mengikuti 190 akun yang sama," jelas Norteno.

Twitter baru-baru ini kembali menggelar program verifikasi publik, yang akan memberikan centang biru kepada para pengguna Twitter berdasarkan beberapa kriteria seperti otentik, aktif, dan terkenal.

Dari insiden ini sepertinya ada yang tidak beres dengan proses verifikasi Twitter. Buktinya 6 akun yang diberi centang biru tersebut sama sekali tak memiliki tiga kriteria di atas - meski mereka belakangan dihapus karena ada yang melaporkan.

Baca Juga: Jangan Marah, Ini 5 Tips Bijak Hadapi Hujatan di Media Sosial

Komentar