Array

Waspada! Ilmuwan Peringatkan Tanda Vital Bumi Terus Menurun

Rabu, 28 Juli 2021 | 15:00 WIB
Waspada! Ilmuwan Peringatkan Tanda Vital Bumi Terus Menurun
Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]

Suara.com - Selama hampir 18 bulan setelah pandemi Covid-19 mulai berpengaruh pada laju kehidupan di seluruh dunia, para ilmuwan tak bosan memberi peringatan bahwa krisis iklim masih menjadi masalah berat bagi manusia.

Pada November 2019, lebih dari 11.000 ilmuwan menyatakan darurat iklim global.

Penelitian terbaru mengungkap, para ahli kini menunjukkan pandemi tidak bisa membalikkan keadaan planet yang memprihatinkan.

"Pelajaran utama dari Covid-19 adalah bahwa penurunan transportasi dan konsumsi besar pun tidak cukup. Sebaliknya, perubahan sistem transformasional diperlukan," tulis para ahli dalam pembaruan tersebut.

Tim yang dipimpin oleh profesor ekologi William Ripple dan peneliti ekosistem hutan Christopher Wolf dari Oregon State University, mengutip bencana banjir, kebakaran hutan, dan gelombang panas merupakan contoh perubahan iklim.

Meskipun data menunjukkan adanya penurunan dalam perjalanan udara, produk domestik bruto dunia, dan emisi karbon dioksida akibat pandemi.

Ilustrasi pandemi (freepik.com/prostooleh)
Ilustrasi pandemi (freepik.com/prostooleh)

Tapi, para ahli juga menemukan rekor tingkat karbon dioksida dan metana di atmosfer, dan pengasaman laut serta hilangnya es di seluruh dunia.

Para ilmuwan menyerukan penghapusan bahan bakar fosil dan polutan udara, peralihan ke sebagian besar pola makan nabati, dan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

"Dengan menghentikan eksploitasi habitat alami, kita dapat mengurangi risiko penularan penyakit zoonosis, melindungi stok karbon, dan melestarikan keanekaragaman hayati, semuanya pada saat yang bersamaan," kata Wolf, dikutip dari CNET, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga: Ditemukan Kalajengking Coklat dan Bayinya Pancarkan Warna Biru dan Ungu di Bawah Sinar UV

Wolf menambahkan, prioritas utama harus segera mengurangi gas rumah kaca secara drastis, terutama metana.

Sementara itu, Ripple menyimpulkan bahwa pertimbangan iklim harus menjadi bagian dari perencanaan pasca pandemi.

Panel Internasional tentang Perubahan Iklim berencana untuk merilis laporan baru tentang tren dan proyeksi pemanasan untuk masa depan.

Emisi rumah kaca. [Marcinjozwiak/Pixabay]
Emisi rumah kaca. [Marcinjozwiak/Pixabay]

Para ilmuwan juga berencana bertemu pada November di Glasgow untuk COP 26, konferensi perubahan iklim internasional terbaru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI