alexametrics

Tencent Batasi Jam Bermain Setelah Game Andalannya Dicap Jadi Candu Spritual

Liberty Jemadu
Tencent Batasi Jam Bermain Setelah Game Andalannya Dicap Jadi Candu Spritual
Tencent Holdings Limited, China. Salah satu dari perusahaan internet terbesar di dunia. Booth dalam sebuah pameran internet. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Media yang berafiliasi dengan pemerintah Tiongkok menuding game Honor of Kings atau Arena of Valor sebagai candu spiritual.

Suara.com - Tencent, pada Selasa (3/8/2021) berjanji akan membatasi jam bermain game untuk anak-anak di bawah umur setelah sebuah media yang berafiliasi dengan pemerintah China menyebut salah satu game andalannya, Honor of Kings, sebagai candu spiritual.

Honor of Kings, yang di pasar global termasuk Indonesia dikenal sebagai Arena of Valor (AoV), merupakan game yang sangat populer di Tiongkok.

Tencet, lewat media sosial WeChat, membeberkan bahwa anak-anak di bawah 12 tahun dilarang untuk membelanjakan uang mereka dalam aplikasi game tersebut. Selain itu, anak-anak di bawah umur juga akan dibatasi waktu bermain selama 1,5 sampai 1 jam di hari kerja dan 3 sampai 2 jam di hari libur.

Sebelumnya, surat kabar Economic Information Daily yang berafiliasi dengan kantor berita Tiongkok, Xinhua menulis bahwa anak dan remaja di China kini kecanduan game online dan karenanya diperlukan aturan lebih ketat untuk industri game di negara tersebut.

Baca Juga: Usung Tema #MainGameLokal, Berikut Jadwal Lengkap Baparekraf Game Prime 2021

Media tersebut berulang-ulang menyebut Honor of Kings dan menyebutnya sebagai game online populer yang dimainkan oleh para pelajar, kadang hingga delapan jam sehari.

"Tak satu pun industri, tak satu pun olahraga, dibolehkan berkembang dengan cara merusak satu generasi," bunyi artikel tersebut yang juga menyamakan game online dengan opium spiritual.

Alhasil, harga saham Tencet dan sejumlah perusahaan game Tiongkok anjlok pada perdagangan Selasa. [Antara/Reuters]