alexametrics

Terungkap! Ini Asal-usul Asteroid Penabrak Bumi yang Musnahkan Dinosaurus

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Terungkap! Ini Asal-usul Asteroid Penabrak Bumi yang Musnahkan Dinosaurus
Ilustrasi asteroid menabrak Bumi. (Shutterstock)

Para ilmuwan percaya bahwa sekitar 66 juta tahun lalu, sebuah objek yang diperkirakan selebar 9,6 kilometer menabrak Bumi.

Suara.com - Para ilmuwan percaya bahwa sekitar 66 juta tahun lalu, sebuah objek yang diperkirakan selebar 9,6 kilometer menabrak Bumi.

Kondisi ini memicu serangkaian peristiwa dahsyat yang mengakibatkan kematian dinosaurus non-unggas.

Sekarang, para ahli tampaknya telah mengetahui dari mana objek tersebut berasal.

Menurut penelitian terbaru, dampak itu disebabkan oleh asteroid primitif gelap berukuran raksasa dari bagian terluar sabuk asteroid utama tata surya, yang terletak di antara Mars dan Jupiter.

Baca Juga: Sumber Daya Alam Kian Menipis, Mungkinkah Menambang Asteroid di Luar Angkasa?

Wilayah itu menampung banyak asteroid berwarna gelap karena memiliki susunan kimiawi tersendiri, sehingga tampak lebih gelap dibandingkan dengan jenis asteroid lainnya.

"Saya memiliki kecurigaan bahwa bagian luar sabuk asteroid mungkin menjadi sumber penting dari penabrak terestrial," kata David Nesvorny, peneliti dari Southwest Research Institute, dikutip dari Live Science, Selasa (10/8/2021).

Ilustrasi asteroid (Shutterstock).
Ilustrasi asteroid (Shutterstock).

Petunjuk tentang asteroid tersebut sebelumnya telah ditemukan terkubur di kawah Chicxulub, bekas dampak selebar 145 kilometer di Semenanjung Yucatan Meksiko.

Analisis geokimia kawah menunjukkan bahwa objek tersebut bagian dari kelas chondrites karbon, kelompok meteorit primitif yang memiliki rasio karbon relatif tinggi dan kemungkinan berasal sangat awal dalam sejarah tata surya.

Berdasarkan pengetahuan ini, para ilmuwan sebelumnya mencoba untuk menentukan asal batuan penabrak, tetapi banyak teori tidak memiliki bukti jelas.

Baca Juga: Tidak Disangka, 5 Hewan Ini Ternyata Lebih Tua dari Dinosaurus

Dalam studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal Icarus edisi November 2021, para peneliti mengembangkan model komputer untuk melihat seberapa sering asteroid sabuk utama mendekati Bumi.

Komentar