Ilmuwan Temukan Bayi Matahari, Berusia 600 Juta Tahun

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 19:38 WIB
Ilmuwan Temukan Bayi Matahari, Berusia 600 Juta Tahun
Ilustrasi Matahari. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan menemukan bintang mirip Matahari namun memiliki umur yang jauh lebih muda, sekitar 600 juta tahun, dibandingkan Matahari 4,6 miliar tahun.

Disebut kappa-1 Ceti, bintang ini sebenarnya telah dipelajari sejak 1940-an.

Para ahli mengatakan bahwa bintang ini sangat mirip dengan Matahari dalam hal massa dan logam.

Dengan ditemukannya kappa-1 Ceti, para peneliti dapat membuat prediksi tentang bagaimana Matahari mungkin berperilaku pada usia yang sama, sekitar 600 juta tahun.

Berdasarkan pemodelan, Matahari kemungkinan berotasi sekitar tiga kali lebih cepat daripada sekarang.

Matahari juga memiliki medan magnet yang jauh lebih kuat dan memancarkan lebih banyak jilatan api serta partikel berenergi tinggi.

Matahari muda. [Universe today]
Matahari muda. [Universe today]

Hal menarik tentang Matahari yang berusia sekitar 600 juta tahun ini adalah kehidupan di Bumi pertama kali muncul sekitar waktu tersebut.

Oleh karena itu, memahami Matahari pada usia ini dapat memberi petunjuk tentang bagaimana kehidupan terestrial terbentuk.

Studi ini memiliki beberapa kemungkinan tentang bagaimana kehidupan di Bumi muncul.

baca juga

Mengingat medan magnet Bumi saat itu lebih lemah, semburan Matahari lontaran massa korona dari Matahari muda akan membuat Bumi terpapar lebih banyak partikel berenergi tinggi daripada saat ini.

Partikel-partikel tersebut bisa membantu molekul kompleks terbentuk di Bumi.

Jika kemungkinan itu benar, maka Matahari muda yang aktif dapat memainkan peran kunci dalam membentuk blok bangunan kehidupan di Bumi.

Dilansir dari Science Alert, Jumat (13/8/2021), meski begitu temuan ini adalah studi awal sehingga hubungannya dengan kehidupan di Bumi masih renggang.

Bumi dan Matahari. [YouTube/@NASASolarSystem]
Bumi dan Matahari. [YouTube/@NASASolarSystem]

Para ilmuwan berharap dapat mengumpulkan data dari bintang mirip Matahari lainnya di berbagai usia, agar dapat menyempurnakan model dan membuat sejarah Matahari lebih akurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Merawat Aglonema dengan Mudah, Semua Orang Pasti Bisa

Cara Merawat Aglonema dengan Mudah, Semua Orang Pasti Bisa

Banten | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 07:50 WIB

Alhamdulillah, Ilmuwan Optimis Covid-19 Dapat Dibasmi

Alhamdulillah, Ilmuwan Optimis Covid-19 Dapat Dibasmi

Tekno | Rabu, 11 Agustus 2021 | 18:46 WIB

Ilmuwan Temukan Fosil Dinosaurus Mirip Naga

Ilmuwan Temukan Fosil Dinosaurus Mirip Naga

Tekno | Rabu, 11 Agustus 2021 | 08:24 WIB

Ilmuwan Australia Ciptakan Hidrogel untuk Pengobatan Penyakit Parkinson

Ilmuwan Australia Ciptakan Hidrogel untuk Pengobatan Penyakit Parkinson

Health | Rabu, 11 Agustus 2021 | 07:05 WIB

Selesaikan Penerbangan Kedua Lewati Venus, Eropa Semakin Dekat dengan Matahari

Selesaikan Penerbangan Kedua Lewati Venus, Eropa Semakin Dekat dengan Matahari

Tekno | Selasa, 10 Agustus 2021 | 21:03 WIB

Ilmuwan Ungkap Penyebab Peredupan Misterius Bintang Raksasa Betelgeuse

Ilmuwan Ungkap Penyebab Peredupan Misterius Bintang Raksasa Betelgeuse

Tekno | Selasa, 10 Agustus 2021 | 08:32 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×