Membantah Teori Konspirasi Seputar Serangan 11 September atas New York

Liberty Jemadu

Sabtu, 11 September 2021 | 12:37 WIB
Membantah Teori Konspirasi Seputar Serangan 11 September atas New York
Serangan 11 September 2001. Foto: Menara kembar WTC di New York, Amerika Serikat mengeluarkan asap setelah dihantam pesawat teroris Al Qaeda pada 11 September 2001 (Shutterstock).

Suara.com - Runtuhnya gedung World Trade Center di New York, Amerika Serikat (AS), oleh hantaman pesawat yang dibajak teroris telah menjadi sorotan publik selama 20 tahun terakhir. Kedua bangunan itu runtuh dalam waktu dua jam setelah tabrakan, dan memicu berbagai penyelidikan serta teori konspirasi.

Pembangunan World Trade Center 1 (Menara Utara) dan World Trade Center 2 (Menara Selatan) dimulai pada 1960-an. Keduanya dibangun dari baja dan beton, menggunakan desain inovatif pada zamannya. Sebagian besar bangunan tinggi sesudahnya menggunakan struktur serupa.

Laporan investigasi atas peristiwa pada 11 September 2001 dilakukan oleh Badan Federal Penanganan Gawat Darurat (Federal Emergency Management Agency atau FEMA) dan Institut Nasional untuk Standar dan Teknologi (National Intitute of Standards and Technology atau NIST) AS.

Laporan FEMA terbit pada 2002, diikuti oleh investigasi NIST selama tiga tahun, yang didanai oleh pemerintah federal AS dan terbit pada 2005.

Beberapa teori konspirasi menunjuk pada fakta bahwa penyelidikan NIST didanai oleh pemerintah federal dan menjadi bukti bahwa pemerintah AS ada di balik runtuhnya Menara Kembar, atau setidaknya pemerintah menyadari bahwa kecelakaan itu akan terjadi dan sengaja tidak bertindak.

Meski laporan FEMA dan NIST menuai kritik (dan investigasi yang berlangsung juga bukan tanpa cacat), penjelasan mereka tentang runtuhnya bangunan tersebut diterima secara luas. Mereka menyimpulkan bahwa kecelakaan itu tidak disebabkan oleh pesawat, atau penggunaan bahan peledak, tapi oleh kebakaran yang terjadi di dalam gedung akibat tabrakan.

Bagaimana kedua menara runtuh sedemikian rupa?

Beberapa orang mempertanyakan mengapa gedung-gedung itu tidak tumbang setelah ditabrak pesawat terbang. Namun, kalau kita melihat secara detail, maka jawabannya jelas.

Pesawat terbang terbuat dari bahan yang ringan, misalnya aluminium. Jika kita membandingkan massa pesawat terbang dengan gedung pencakar langit yang tingginya lebih dari 400 meter dan dibangun dari baja dan beton, maka masuk akal bila bangunan itu tidak tumbang.

Kedua menara memiliki lebih dari 1.000 kali massa pesawat, dan dirancang untuk menahan beban angin yang berkekuatan lebih dari 30 kali berat pesawat.

Namun, pesawat itu memang menyebabkan kerusakan pada material tahan api di dalam menara, yang melapisi pada penyangga baja dan rangka lantai baja (di bawah pelat beton). Tanpa pelindung tahan api, baja jadi tidak terlindungi.

Sehingga, dampaknya juga secara struktural merusak penyangga baja. Ketika beberapa kolom penyangga rusak, beban yang ditahan akan berpindah ke kolom lain. Inilah sebabnya mengapa kedua menara dapat bertahan dari benturan awal dan tidak langsung runtuh.

Keruntuhan bertahap

Fakta ini juga menjadi bahan bakar salah satu teori konspirasi paling umum seputar 9/11: bahwa sebuah bom atau bahan peledak pasti telah diledakkan di suatu tempat di dalam gedung.

Teori-teori ini berkembang dari rekaman video yang menunjukkan menara dengan cepat runtuh ke bawah beberapa saat setelah tabrakan, layaknya peruntuhan gedung yang terkendali. Bagaimana pun, keruntuhan seperti ini tetap mungkin terjadi meski tanpa bahan peledak.

Apilah yang sesungguhnya menyebabkan keruntuhan ini. Dan api ini diyakini berasal dari sisa bahan bakar pesawat yang terbakar.

Menurut laporan FEMA, kebakaran di dalam gedung menyebabkan pemuaian akibat panas di lantai-lantai secara horizontal dan mengarah keluar, memberikan tekanan pada kolom baja penyangga. Kolom-kolom ini dapat bengkok sedikit tapi tidak bisa bengkok lebih jauh.

Karena kolom penyangga menahan pemuaian ini, maka tidak ada tempat lain bagi lantai beton untuk dapat mengembang. Hal ini menyebabkan peningkatan tekanan di lantai-lantai yang kemudian melengkung ke bawah, hingga akhirnya rangka dan sambungan lantai tak lagi mampu menahannya.

Lantai-lantai yang jebol ini ikut menarik penyangga ke dalam, menekuknya, dan menyebabkan lantai-lantai runtuh. Lantai yang runtuh kemudian jatuh menimpa lantai lain di bawahnya, dan seterusnya hingga terjadi keruntuhan secara bertahap.

Penjelasan yang didokumentasikan dalam laporan resmi ini diterima secara luas oleh para ahli sebagai penyebab runtuhnya Menara Kembar. Para ahli memahami bahwa Menara Selatan runtuh lebih cepat karena mengalami lebih banyak kerusakan yang disebabkan oleh tabrakan pesawat, yang merusak lebih banyak bahan tahan api.

Puing-puing reruntuhan Menara Utara membakar setidaknya 10 lantai di World Trade Center 7, atau dikenal sebagai “Gedung 7”, yang juga runtuh sekitar tujuh jam kemudian.

Meski muncul banyak teori berbeda mengenai sebab keruntuhan Gedung 7, para penyelidik sepakat menyatakan bahwa api adalah penyebab utama kehancuran ini.

Kedua laporan resmi tersebut berimbas pada keluarnya rekomendasi-rekomendasi baru untuk keselamatan terhadap kebakaran pada bangunan pencakar langit lainnya, termasuk rekomendasi peningkatan sistem evakuasi dan tanggap darurat.

Pada 2007, NIST juga menerbitkan panduan praktik yang merekomendasikan solusi pengurangan risiko keruntuhan bangunan.

Dampak bagi gedung pencakar langit

Sebelum 9/11, keruntuhan gedung semacam ini tidak pernah benar-benar dipahami oleh para insinyur. Bencana tersebut akhirnya menunjukkan pentingnya memiliki “pandangan menyeluruh” tentang prosedur keselamatan terhadap kebakaran pada sebuah bangunan, alih-alih berfokus pada elemen-elemen terpisah.

Sejak saat itu telah ada perubahan pada aturan bangunan dan standar untuk meningkatkan kinerja struktural bangunan bila terjadi kebakaran, serta sarana-sarana bagi orang-orang untuk menyelamatkan diri (misalnya syarat-syarat baru tentang tangga tambahan).

Pada saat yang sama, runtuhnya menara kembar menunjukkan risiko bahaya kebakaran yang sangat nyata di gedung-gedung bertingkat.

Dalam beberapa dekade sejak World Trade Center dirancang, semakin banyak bangunan-bangunan lebih tinggi dan lebih kompleks, karena masyarakat menuntut perumahan yang hemat biaya, namun berkelanjutan, di kota-kota besar.

Saat ini, 86 dari 100 bangunan tertinggi di dunia dibangun pasca 9/11. Pada masa yang sama telah terjadi peningkatan besar dalam kejadian kebakaran fasad bangunan di seluruh dunia, yaitu meningkat tujuh kali lipat selama tiga dekade terakhir.

Peningkatan ini sebagian dapat dikaitkan dengan penggunaan secara luas material pelapis (cladding) yang dapat terbakar. Pelapis ini dipasarkan sebagai bahan yang inovatif, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Namun bahan ini memiliki kekurangan signifikan dalam memberikan keselamatan atas kebakaran, yang dibuktikan oleh bencana kebakaran hunian 24 lantai Grenfell pada 2017 di Inggris.

Kebakaran Grenfell (dan kebakaran cladding serupa) adalah bukti keselamatan terhadap kebakaran di gedung-gedung tinggi masih menjadi masalah.

Seiring struktur bangunan menjadi semakin tinggi dan kompleks, dengan desain dan bahan yang semakin baru dan inovatif, pertanyaan-pertanyaan seputar keselamatan atas kebakaran akan semakin sulit dijawab.

Peristiwa 9/11 mungkin sulit untuk diramalkan, tapi kebakaran yang menyebabkan runtuhnya menara pada hakikatnya dapat lebih diwaspadai.

Artikel ini sebelumnya tayang di The Conversation. 

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teori Konspirasi Misteri Kematian dan Hilangnya Ilmuwan Riset Sensitif di AS

Teori Konspirasi Misteri Kematian dan Hilangnya Ilmuwan Riset Sensitif di AS

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:41 WIB

Jejak Navy SEAL Team Six Pasukan Pemburu Osama Bin Laden Evakuasi Pilot Amerika Yang Ditembak Iran

Jejak Navy SEAL Team Six Pasukan Pemburu Osama Bin Laden Evakuasi Pilot Amerika Yang Ditembak Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:52 WIB

Viral Teori Donald Trump Time Traveler! Sketsa 100 Tahun Picu Spekulasi Liar Netizen

Viral Teori Donald Trump Time Traveler! Sketsa 100 Tahun Picu Spekulasi Liar Netizen

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 17:33 WIB

Mengapa Banyak Orang Percaya Elite Global Adalah Reptil?

Mengapa Banyak Orang Percaya Elite Global Adalah Reptil?

Your Say | Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:24 WIB

Makna Tersembunyi di Balik Koleksi Baju Anak Celine Dion, Benarkah Demonik?

Makna Tersembunyi di Balik Koleksi Baju Anak Celine Dion, Benarkah Demonik?

Entertainment | Senin, 03 November 2025 | 07:30 WIB

Viral Lagi Konspirasi Virzha Sekarang Bukan yang Asli, Ucapan Praz Teguh Disorot

Viral Lagi Konspirasi Virzha Sekarang Bukan yang Asli, Ucapan Praz Teguh Disorot

Entertainment | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 18:00 WIB

American Manhunt: Osama bin Laden, Dokumenter Sejarah yang Terlalu Netral?

American Manhunt: Osama bin Laden, Dokumenter Sejarah yang Terlalu Netral?

Your Say | Rabu, 26 Maret 2025 | 20:49 WIB

Penemuan Struktur Persegi di Mars Buat Geger, Teori Konspirasi Baru Muncul!

Penemuan Struktur Persegi di Mars Buat Geger, Teori Konspirasi Baru Muncul!

Tekno | Rabu, 05 Maret 2025 | 14:37 WIB

Teori Konspirasi Timnas Lolos Piala Dunia 2026 hingga Agenda FIFA, Apakah Benar?

Teori Konspirasi Timnas Lolos Piala Dunia 2026 hingga Agenda FIFA, Apakah Benar?

Bola | Senin, 20 Januari 2025 | 18:25 WIB

Benarkah Fogvid-24 Senjata Biologis? Fakta di Balik Kabut Tebal di AS

Benarkah Fogvid-24 Senjata Biologis? Fakta di Balik Kabut Tebal di AS

News | Kamis, 09 Januari 2025 | 13:11 WIB

Terkini

vivo X Fold6 Rilis Akhir Juni 2026, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya

vivo X Fold6 Rilis Akhir Juni 2026, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 14:43 WIB

Harga Murah, Vivo TWS 5e Hadir dengan Baterai Tahan 55 Jam dan Fitur ANC

Harga Murah, Vivo TWS 5e Hadir dengan Baterai Tahan 55 Jam dan Fitur ANC

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 14:37 WIB

Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 dan REDMI Headphone Neo, Cek Harga dan Spesifikasi Lengkapnya

Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 dan REDMI Headphone Neo, Cek Harga dan Spesifikasi Lengkapnya

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 14:27 WIB

3 Tablet Acer Iconia Duo Debut di Computex 2026, Usung Layar OLED hingga 14,2 Inci

3 Tablet Acer Iconia Duo Debut di Computex 2026, Usung Layar OLED hingga 14,2 Inci

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 13:42 WIB

3 HP Rp2 Jutaan dengan Kamera Juara, Hasil Foto dan Video Bagus Anti Pecah

3 HP Rp2 Jutaan dengan Kamera Juara, Hasil Foto dan Video Bagus Anti Pecah

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 12:15 WIB

Dimensity 7500 Setara Snapdragon Berapa? Jadi Chipset Anyar HP Midrange Vivo

Dimensity 7500 Setara Snapdragon Berapa? Jadi Chipset Anyar HP Midrange Vivo

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 12:09 WIB

LOOPS Powerbank Lumi 10.000 mAh Resmi Meluncur, Powerbank Fast Charging 22,5W Harga Rp199 Ribu

LOOPS Powerbank Lumi 10.000 mAh Resmi Meluncur, Powerbank Fast Charging 22,5W Harga Rp199 Ribu

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 12:05 WIB

38 Kode Redeem FF Terbaru 1 Juni 2026: Borong Emote Juggling dan Skin Angelic Hari Ini

38 Kode Redeem FF Terbaru 1 Juni 2026: Borong Emote Juggling dan Skin Angelic Hari Ini

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 12:03 WIB

realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging

realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 10:52 WIB

23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 1 Juni 2026: Tahan Shard, Klaim 5.000 Gems Gratis

23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 1 Juni 2026: Tahan Shard, Klaim 5.000 Gems Gratis

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 10:16 WIB