alexametrics

Sampel Batuan Pertama Mars Ungkap Keberadaan Air Purba

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Sampel Batuan Pertama Mars Ungkap Keberadaan Air Purba
Sampel batuan Mars. [NASA]

Penjelajah Perseverance NASA di Mars telah mengumpulkan sampel batuan Planet Merah.

Suara.com - Penjelajah Perseverance NASA di Mars telah mengumpulkan sampel batuan Planet Merah.

Batuan itu menunjukkan bahwa planet memiliki air purba yang tahan lama.

"Tampaknya sampel batuan pertama kami mengungkapkan lingkungan berkelanjutan yang berpotensi layak huni," kata Ken Farley, ilmuwan proyek untuk misi Perseverance, dikutip dari Science Alert, Senin (13/9/2021).

Robot beroda enam mengumpulkan sampel pertamanya yang dijuluki Montdenier pada 6 September dan yang kedua dari batu yang sama pada 8 September.

Baca Juga: Gambar Langka Misi Apollo NASA Akan Dilelang, Berisi 300 Foto

Kedua sampel yang memiliki diameter sekitar enam sentimeter tersebut sekarang disimpan dalam tabung tertutup di bagian dalam rover.

Upaya pertama mengumpulkan sampel pada awal Agustus gagal karena batuan terlalu rapuh saat dibor.

Misi Perseverance ambil sampel bebatuan kedua di mars. [Twitter]
Misi Perseverance ambil sampel bebatuan kedua di mars. [Twitter]

Perseverance telah beroperasi di wilayah yang dikenal sebagai Kawah Jezero dan dipercaya memiliki danau purba sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu.

Batuan dari sampel pertama ditemukan dalam komposisi basaltik dan kemungkinan produk aliran lava.

Batuan vulkanik umumnya mengandung mineral kristal yang membantu dalam penanggalan radiometrik.

Baca Juga: SpaceX Gunakan Nama Astronaut NASA untuk Kapal Baru

Sampel tersebut dapat membantu para ilmuwan membangun gambaran tentang sejarah geologi daerah tersebut.

Seperti ketika kawah terbentuk, danau muncul dan menghilang, serta bagaimana iklim berubah dari waktu ke waktu.

"Hal yang menarik tentang batuan ini adalah itu menunjukkan tanda-tanda interaksi berkelanjutan dengan air tanah," ucap Katie Stack Morgan, ahli geologi NASA.

Morgan mengatakan bahwa jika batuan ini bersentuhan dengan air untuk jangka waktu lama, maka kemungkinan ada relung yang dapat dihuni di dalam batuan dan mendukung kehidupan mikroba purba.

Para ilmuwan menduga mineral garam di inti batuan mungkin telah menjebak gelembung kecil air Mars purba.

Planet Mars. [Bruno Albino/Pixabay]
Planet Mars. [Bruno Albino/Pixabay]

NASA berharap dapat mengembalikan sampel batuan itu ke Bumi untuk analisis laboratorium mendalam pada 2030-an

Komentar