Fosil Penguin Raksasa Ditemukan Anak-anak di Selandia Baru

Jum'at, 17 September 2021 | 17:03 WIB
Fosil Penguin Raksasa Ditemukan Anak-anak di Selandia Baru
Ilustrasi penguin di masa sekarang (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah fosil penguin raksasa yang hidup antara 27 juta hingga 35 juta tahun yang lalu ditemukan oleh kelompok pemburu fosil anak-anak untuk usia 10-18 tahun di Selandia Baru.

Fosil burung penyelam raksasa itu memiliki tinggi sekitar 1,4 m dan kaki serta paruh yang sangat panjang untuk seekor penguin.

Kerangka tersebut pertama kali ditemukan pada 2006 oleh klub sejarah alam di Hamilton, Selandia Baru, yang disebut Hamilton Junior Naturalist Club (JUNATS).

Anak-anak yang dipimpin oleh ahli fosil Chris Templer menemukan tulang belulang raksasa yang telah punah di semenanjung kecil di Pelabuhan Kawhia selama kunjungan lapangan.

Penguin raksasa, Kairuku waewaeroa [Image credit: Simone Giovanardi, Livescience]
Penguin raksasa, Kairuku waewaeroa [Image credit: Simone Giovanardi, Livescience]

Menurut para ilmuwan dalam studi baru, itu adalah fosil penguin raksasa terlengkap yang pernah ditemukan. Fosil tersebut kini diberi nama Kairuku waewaeroa, di mana "waewae" berarti kaki dan "roa" berarti panjang dalam bahasa Maori karena kerangka yang memiliki tulang kaki belakang sangat panjang.

Saat ini, spesies penguin terbesar yang masih hidup adalah penguin kaisar (Aptenodytes forsteri) dengan tinggi mencapai 1,2 m dan bobot hingga 45 kg.

Ketika anak-anak tersebut menemukan fosil itu, kerangka tersebut mencuat dari balok batu pasir dan sempat dikira sebagai baling-baling berkarat. Namun, Templer dan ahli lainnya, Tony Lorimer, segera menyadari bahwa itu adalah fosil punah yang luar biasa.

"Saat itu kami sedang mencari fosil bulu babi, tapi yang kami temuan adalah seekor penguin," kata Templer, seperti dikutip dari Live Science pada Jumat (17/9/2021).

Namun, fosil tersebut terancam rusak oleh erosi air laut. Pejabat setempat mengizinkan penggalian fosil dilakukan pada 2018. Kerangka itu kemudian diberikan ke Museum Waikato.

Baca Juga: Penelitian: Long Covid pada Anak Biasanya Tak Lebih dari 12 Minggu

Dari sana, para ilmuwan lainnya mengukur dan memindai kerangka serta membuat rekonstruksi model 3D penguin. Para ahli membandingkan tulang penguin dengan penguin raksasa lainnya dari periode Paleogen.

Analisis menunjukkan bahwa kaki penguin yang lebih panjang berperan dalam membantu kinerja penguin di dalam air sehingga berenang lebih cepat atau menyelam lebih dalam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI