alexametrics

Merger dengan OnePlus, Oppo Disebut Pangkas 20 Persen Pegawainya

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Merger dengan OnePlus, Oppo Disebut Pangkas 20 Persen Pegawainya
Ilustrasi Oppo. [Shutterstock]

Oppo disebut telah memangkas 20 persen karyawannya.

Suara.com - Oppo disebut telah memangkas 20 persen karyawannya. Hal ini dilakukan setelah perusahaan asal China itu melakukan merger dengan OnePlus.

Hal ini disampaikan oleh narasumber anonim yang ada di lingkungan perusahaan.

Menurut mereka, pemutusan hubungan kerja ini berlaku untuk tim di departemen pengembangan software ColorOS hingga tim divisi device.

Keputusan juga didasarkan pada banyaknya posisi yang dinilai berlebihan.

Baca Juga: Deretan Aplikasi Ini Bisa Ubah Oppo Reno6 Jadi Mouse PC

"Pemutusan hubungan kerja ini berlaku ke unit-unit penting seperti tim pengembang ColorOS dan divisi Internet of Things yang mengembangkan wearable device seperti smartwatch dan earbud," kata narasumber tersebut, dikutip dari 9to5Google, Minggu (19/9/2021).

Masih belum jelas apakah keputusan ini bakal memengaruhi pengembangan ColorOS yang dibuat perusahaan.

Logo OnePlus. (OnePlus)
Logo OnePlus. (OnePlus)

Sebagai informasi, Oppo dan OnePlus belum lama ini memutuskan untuk merger dan keduanya kini berada di bawah naungan BBK Electronics.

Kedua perusahaan memutuskan untuk menggabungkan divisi riset, meski produk akan dikembangkan sendiri-sendiri.

Di sisi lain, Oppo telah merilis detail pertama dari ColorOS yang berbasis Android 12.

Baca Juga: Jelang Peluncuran, Ini Spesifikasi Lengkap Oppo K9 Pro

Mereka akan segera mengumumkan informasi lebih detail pada Oktober mendatang.

Komentar