alexametrics

Xiaomi Bantah Sensor Komunikasi Pengguna Ponselnya

Liberty Jemadu
Xiaomi Bantah Sensor Komunikasi Pengguna Ponselnya
Xiaomi merakit Redmi Note 7 dan Redmi 7 di PT Satnusa Persada Batam. [Xiaomi Indonesia/Suara.com]

Ponsel Xiaomi yang dijual di Eropa punya kemampuan mendeteksi dan menyensor kata-kata tertentu seperti Free Tibet, Long live Taiwan independence, atau democracy movement.

Suara.com - Xiaomi Indonesia mengatakan pihaknya tidak menyensor komunikasi para pengguna ponselnya di Tanah Air. Informasi ini disampaikan untuk membantah laporan pemerintah Lithuania yang menyebut ponsel-ponsel Xiaomi menyensor konten tertentu dan mengirim data pengguna ke sebuah server di Singapura.

"Perangkat Xiaomi tidak menyensor komunikasi ke atau dari penggunanya," jelas perwakilan Xiaomi Indonesia dalam korespondensi via aplikasi pesan dengan Suara.com, Kamis (23/9/2021).

Lebih lanjut Xiaomi Indonesia mengatakan bahwa pihaknya "tidak akan membatasi atau memblokir penggunaan pribadi smartphone kami, seperti, mencari, menelepon, menjelajah website atau menggunakan software komunikasi pihak ketiga."

"Xiaomi sepenuhnya menghormati dan melindungi hak semua pengguna. Xiaomi mematuhi Peraturan Perlindungan Data Umum Uni Eropa," imbuh perwakilan Xiaomi Indonesia.

Baca Juga: Lithuania Sarankan Warga Buang Ponsel Buatan Xiaomi karena Punya Fitur Sensor

Sebelumnya diwartakan Kementerian Pertahanan Lithuania menganjurkan warganya untuk tak membeli atau membuang ponsel Xiaomi, setelah hasil penelitian menunjukkan bahwa merek ponsel asal Tiongkok tersebut memiliki fitur sensor di dalamnya dan mengirim data pengguna ke Singapura.

Lembaga keamanan siber Lithuania, seperti dilansir Reuters Rabu (22/9/2021), mengatakan ponsel flagship buatan Xiaomi yang dijual di Eropa memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan menyensor kata-kata tertentu seperti Free Tibet, Long live Taiwan independence, atau democracy movement.

"Rekomendasi kami adalah, jangan membeli ponsel buatan China dan jika sudah memiliki, buang saja secepatnya," kata Deputi Menteri Pertahanan, Margiris Abukevicius dalam laporan tersebut.

Pusat Keamanan Siber Nasional, yang berada di bawah Kementerian Pertahanan Lithuania bahkan mengatakan ada 449 daftar kata atau frasa yang bisa disensor secara otomatis oleh ponsel Xiaomi. Daftar itu berpeluang semakin panjang karena akan terus diperbarui.

"Ini penting buka saja bagi Lithuania, tetapi semua negara yang menggunakan perangkat Xiaomi," bunyi keterangan lembaga tersebut dalam laporannya.

Baca Juga: Xiaomi Indonesia: Pad 5 Pro Tidak Masuk Indonesia

Laporan itu memberi contoh Xiaomi Mi 10T 5G. Ponsel ini sebenarnya memiliki software sensor konten di dalamnya. Di wilayah Eropa software itu dimatikan, tetapi bisa dihidupkan dari jarak jauh kapan saja.

Komentar