Jatna Supriatna Pertanyakan Penetapan Komodo Sebagai Spesies yang Terancam Punah

Liberty Jemadu

Jum'at, 24 September 2021 | 07:05 WIB
Jatna Supriatna Pertanyakan Penetapan Komodo Sebagai Spesies yang Terancam Punah
Seekor komodo sedang berteduh di bawah sebuah rumah di Pulau Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (Suara.com/Liberty Jemadu).

Suara.com - Jatna Supriatna, pakar biologi konservasi Universitas Indonesia mempertanyakan dasar IUCN menetapkan komodo sebagai spesies yang terancam punah. Berikut ulasannya:

Akhir Agustus silam, serikat internasional untuk konservasi alam (International Union for Conservation of Nature (IUCN)) mengumumkan sebanyak 14.647 spesies flora dan fauna yang berstatus Terancam (Endangered). Salah satu di antaranya adalah komodo (Varanus komodoensis), spesies yang terkenal hanya hidup di Indonesia.

Status Terancam diberikan kepada spesies yang berisiko amat tinggi untuk punah dalam waktu dekat. Adapun sebelum pengumuman itu, sejak 1996, komodo masih berstatus Rentan (Vulnerable), atau satu tingkat sebelum Terancam.

Dari informasi yang beredar, perubahan status itu disebabkan oleh adanya ancaman keberlangsungan populasi komodo akibat risiko kenaikan muka air laut pada 45 tahun mendatang. Fenomena yang dapat disebabkan oleh perubahan iklim tersebut diperkirakan akan mengurangi lebih dari 30 persen habitat kadal purba itu di Taman Nasional Komodo.

Pengumuman ini cukup mengagetkan. Pasalnya, saya maupun akademisi lainnya di bidang konservasi–yang juga anggota IUCN–dari Indonesia belum pernah diajak berdiskusi seputar perpindahan status komodo. Biasanya, diskusi itu selalu masuk dalam proses penetapan status suatu spesies yang terkait di suatu negara.

Penentuan status harus didahului bukti yang kuat

Berdasarkan pengalaman saya terlibat dalam berbagai proses asesmen, penetapan status Terancam dilakukan dengan kriteria yang sangat ketat. Beberapa di antaranya: apakah ada perubahan genetik? Apakah ada perburuan atau perambahan habitat? Apakah habitatnya semakin mengecil?

Itu semua dibahas oleh para pakar dari seluruh dunia. Kriteria yang digunakan juga wajib dilandasi bukti-bukti valid yang sudah diverifikasi di lapangan.

Namun, dalam penetapan status komodo, kondisi terancam justru seakan dilandasi oleh suatu yang sifatnya asumsi, yakni risiko kenaikan muka air laut yang dapat terjadi akibat pemanasan global.

baca juga

Saya mengakui, risiko ini memang ada dan telah dibahas dalam studi oleh sejumlah akademisi yang dipublikasi pada Juli tahun lalu. Studi ini menggunakan permodelan dan analisis spasial terkait kenaikan suhu global tertentu yang dapat menaikkan muka air laut di sekitar habitat komodo.

Studi tersebut memprediksi luas habitat komodo dapat berkurang sekitar 8-87% pada 2050. Penurunan ketersediaan habitat dapat mengurangi kelimpahan mereka dalam rentang 27-99%.

Meski sudah ada prediksi, saya menganggap risiko tersebut belum tentu terjadi. Bagaimana jika nantinya efek pemanasan global dapat diredam secara efektif dan drastis? Sekalipun pemanasan global terjadi, apakah kenaikan muka air laut benar-benar menghilangkan habitat komodo?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut. Bukankah komodo lebih banyak beraktivitas di perbukitan?

Spesies ini juga merupakan perenang ulung, bahkan dapat menyeberangi pulau. Komodo pun mampu menyelam hingga sedalam 4,5 meter.

Selain faktor-faktor di atas, tren lima tahun terakhir juga menunjukkan populasi komodo tak berkurang, justru bertambah. Saat ini, jumlahnya sekitar 3.458 individu, sebanyak 1.383 individu di antaranya merupakan komodo dewasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Retakan Bawah Laut di Pulau Komodo Usai Gempa NTT, Begini Kebenarannya

Viral Retakan Bawah Laut di Pulau Komodo Usai Gempa NTT, Begini Kebenarannya

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Heboh Video Viral Keretakan di Bawah Laut Pulau Komodo Efek Gempa NTT, Benarkah?

Heboh Video Viral Keretakan di Bawah Laut Pulau Komodo Efek Gempa NTT, Benarkah?

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Tiga Destinasi Wisata Flores Masih Ditutup Usai Gempa, Termasuk Waerebo dan Kelimutu

Tiga Destinasi Wisata Flores Masih Ditutup Usai Gempa, Termasuk Waerebo dan Kelimutu

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:42 WIB

5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak

5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Profil Jessica Mila Disorot Usai Pulau Padar Viral, Begini Perjalanan Karier Sang Aktris

Profil Jessica Mila Disorot Usai Pulau Padar Viral, Begini Perjalanan Karier Sang Aktris

Entertainment | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:07 WIB

Komodo Luxury dan Wajah Baru Phinisi: Bagaimana Warisan Bugis Menjadi Industri Charter Premium

Komodo Luxury dan Wajah Baru Phinisi: Bagaimana Warisan Bugis Menjadi Industri Charter Premium

Lifestyle | Sabtu, 22 Maret 2025 | 11:20 WIB

Over Tourism Mengancam, Seberapa Efektif Pembatasan di Taman Nasional Komodo?

Over Tourism Mengancam, Seberapa Efektif Pembatasan di Taman Nasional Komodo?

Your Say | Senin, 20 April 2026 | 10:58 WIB

Naga Purba ke Jepang: Diplomasi Hijau dan Misi Penyelamatan Komodo

Naga Purba ke Jepang: Diplomasi Hijau dan Misi Penyelamatan Komodo

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 20:25 WIB

Populasi Komodo Kian Terancam, Pemerintah Didesak Buat Aturan Baru Perlindungan Habitat

Populasi Komodo Kian Terancam, Pemerintah Didesak Buat Aturan Baru Perlindungan Habitat

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 18:40 WIB

Keluarga Fernando Martin Peluk Tim SAR Usai Temukan Jenazah Pelatih Valencia

Keluarga Fernando Martin Peluk Tim SAR Usai Temukan Jenazah Pelatih Valencia

Video | Senin, 05 Januari 2026 | 18:39 WIB

Terkini

Turun Lagi! Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Makin Ramah di Kantong

Turun Lagi! Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Makin Ramah di Kantong

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 08:36 WIB

Kasus ISPA Jakarta Naik di Tengah Wabah Influenza A

Kasus ISPA Jakarta Naik di Tengah Wabah Influenza A

News | Selasa, 22 September 2026 | 08:34 WIB

Shio Apa yang Paling Mahir Mengelola Keuangan Keluarga? Jarang Boros dan Teliti

Shio Apa yang Paling Mahir Mengelola Keuangan Keluarga? Jarang Boros dan Teliti

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 08:30 WIB

705 Ribu Korporasi di RI Masuk Daftar Nonaktif

705 Ribu Korporasi di RI Masuk Daftar Nonaktif

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 08:28 WIB

Review Best of the Best: Film Tari yang Lupa Memberi Ruang pada Tariannya

Review Best of the Best: Film Tari yang Lupa Memberi Ruang pada Tariannya

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 08:25 WIB

Petrokimia Gresik Ubah Limbah Silika Jadi Penyaring, Hemat Rp259,6 Juta

Petrokimia Gresik Ubah Limbah Silika Jadi Penyaring, Hemat Rp259,6 Juta

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 08:21 WIB

Akses Solok-Padang Putus Dihantam Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang

Akses Solok-Padang Putus Dihantam Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang

News | Selasa, 22 September 2026 | 08:17 WIB

Jangan Remehkan Kata-kata: Bahasa Dipersempit, Pikiran Ikut Dikendalikan

Jangan Remehkan Kata-kata: Bahasa Dipersempit, Pikiran Ikut Dikendalikan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 08:10 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Kesehatan Keuangan Anak Muda Turun

Biaya Hidup Meningkat, Kesehatan Keuangan Anak Muda Turun

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 08:10 WIB

Banjir Bandang Terjang Kompleks Pemkab Solok! Kantor PUPR hingga DPRD Terdampak Parah

Banjir Bandang Terjang Kompleks Pemkab Solok! Kantor PUPR hingga DPRD Terdampak Parah

News | Selasa, 22 September 2026 | 08:03 WIB

×