Facebook dan Kominfo Gelar Kampanye Cegah Misinformasi Covid-19

Jum'at, 24 September 2021 | 10:39 WIB
Facebook dan Kominfo Gelar Kampanye Cegah Misinformasi Covid-19
Ilustrasi Facebook. [Austin Distel/Unsplash]

Suara.com - Facebook dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng pemuka agama serta kreator konten untuk mengajak masyarakat menghentikan penyebaran misinformasi Covid-19.

Kampanye bertajuk #TahanDulu ini menghadirkan roadshow virtual di lima kota di Indonesia.

Rahimah Abdulrahim selaku Kepala Kebijakan Publik Asia Tenggara Facebook menyampaikan, memberikan konteks yang tepat adalah salah satu cara untuk mengatasi misinformasi.

"Inilah tujuan utama dari kampanye #TahanDulu, yaitu mengingatkan orang-orang di Indonesia membuat keputusan tepat tentang apa yang ingin mereka baca dan bagikan secara online," ujar Rahimah dalam keterangan rilis, Jumat (24/9/2021).

Dia menambahkan, sehingga semua orang dapat turut ambil bagian untuk bersama-sama melawan Covid-19.

Sebagai permulaan, Facebook bersama tiga tokoh muda lintas agama seperti Habib Husein Ja’far, Pendeta Yerry Pattinasarany, dan Yan Mitha Djaksana selaku Tokoh Muda agama Hindu, menggelar sesi diskusi bertajuk “#TahanDulu Hoaks itu Dosa”.

Ilustrasi misinformasi, hoax, atau beirta palsu. [Memyselfaneye/Pixabay]
Ilustrasi misinformasi, hoax, atau beirta palsu. [Memyselfaneye/Pixabay]

Acara ini disiarkan secara langsung melalui Halaman Facebook Indonesia pada Kamis (23/9/2021) pukul 19.00 WIB.

Ketiganya akan mengulas secara mendalam tentang pandangan agama terhadap tindakan menyebarkan hoaks yang membahayakan masyarakat.

Termasuk berbagai klaim yang salah seputar Covid-19 dan serta tips agar terhindar dari jebakan misinformasi.

Baca Juga: Kabar Anies Baswedan Tersangka KPK Heboh di Medsos, Begini Faktanya

Tak hanya pemuka agama, Facebook dan Kementerian Kominfo juga berkolaborasi dengan kreator konten di beberapa kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Medan, Pontianak, Surabaya, dan Makassar.

Di roadshow virtual yang digelar sepanjang Oktober hingga November ini, mereka akan berbincang-bincang membahas misinformasi seputar Covid-19 di kota-kota tersebut.

Rahimah berharap, masyarakat bisa semakin memahami bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari misinformasi seputar Covid-19.

Kemudian mereka berpikir ulang, serta memeriksa kebenaran informasi yang mereka terima sebelum dibagikan di media sosial.

Ilustrasi Media Sosial. (Pexels.com/Tracy Le Blanc)
Ilustrasi Media Sosial. (Pexels.com/Tracy Le Blanc)

"Kami percaya, kolaborasi dan peran serta dari seluruh masyarakat menjadi kunci untuk meredam peredaran misinformasi Covid-19 dan mempercepat langkah kita untuk keluar dari pandemi ini,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI