alexametrics

Takut Diserang, Pengguna Media Sosial di Afghanistan Hapus Profil

Dythia Novianty
Takut Diserang, Pengguna Media Sosial di Afghanistan Hapus Profil
Ilustrasi Facebook. [Shutterstock]

Banyak dari mereka yang telah berpaling dari media sosial sama sekali karena takut menjadi sasaran pasukan Taliban.

Suara.com - Sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan bulan lalu, ada banyak pengguna media sosial berpengaruh di negara itu yang menentang keras kebijakan kelompok itu.

Tetapi sejak 15 Agustus, warga Afghanistan telah menghapus foto dan tweet mereka.

Banyak dari mereka yang telah berpaling dari media sosial sama sekali karena takut menjadi sasaran pasukan Taliban.

Taliban memang mengumumkan amnesti umum untuk semua warga Afghanistan yang sebelumnya berperang melawan mereka atau menjadi bagian dari pemerintah sebelumnya.

Baca Juga: Facebook Bantah Telah Sebut Instagram Buruk Bagi Remaja

Tapi, beberapa dari mereka yang melarikan diri dari negara itu mengatakan bahwa mereka tidak mempercayai kelompok militan Islam garis keras itu.

Ada laporan dari berbagai bagian negara bahwa pejuang Taliban telah membunuh warga sipil setelah jatuhnya ibukota Kabul, meskipun janji dari para pemimpin mereka sebelumnya berbeda.

Pasukan Taliban. [Hoshang Hashimi/AFP]
Pasukan Taliban. [Hoshang Hashimi/AFP]

Pekan lalu, Menteri Pertahanan Taliban Mohammad Yaqoob mengeluarkan pesan audio yang mengakui bahwa ada beberapa laporan tentang "pembunuhan balas dendam" warga sipil oleh pejuang kelompok itu.

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut atau menyebutkan insiden spesifik.

Berita itu memicu kekhawatiran kemungkinan dampak dari posting media sosial.

Baca Juga: Facebook Bantah Laporan Sebut Instagram Berdampak Buruk bagi Remaja

Facebook memperkenalkan fitur tambahan untuk pengguna di Afghanistan, termasuk memungkinkan mereka untuk mengunci profil mereka dan menolak akses ke konten.

Komentar