Takut Diserang, Pengguna Media Sosial di Afghanistan Hapus Profil

Dythia Novianty

Selasa, 28 September 2021 | 06:05 WIB
Takut Diserang, Pengguna Media Sosial di Afghanistan Hapus Profil
Ilustrasi Facebook. [Shutterstock]

Suara.com - Sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan bulan lalu, ada banyak pengguna media sosial berpengaruh di negara itu yang menentang keras kebijakan kelompok itu.

Tetapi sejak 15 Agustus, warga Afghanistan telah menghapus foto dan tweet mereka.

Banyak dari mereka yang telah berpaling dari media sosial sama sekali karena takut menjadi sasaran pasukan Taliban.

Taliban memang mengumumkan amnesti umum untuk semua warga Afghanistan yang sebelumnya berperang melawan mereka atau menjadi bagian dari pemerintah sebelumnya.

Tapi, beberapa dari mereka yang melarikan diri dari negara itu mengatakan bahwa mereka tidak mempercayai kelompok militan Islam garis keras itu.

Ada laporan dari berbagai bagian negara bahwa pejuang Taliban telah membunuh warga sipil setelah jatuhnya ibukota Kabul, meskipun janji dari para pemimpin mereka sebelumnya berbeda.

Pasukan Taliban. [Hoshang Hashimi/AFP]
Pasukan Taliban. [Hoshang Hashimi/AFP]

Pekan lalu, Menteri Pertahanan Taliban Mohammad Yaqoob mengeluarkan pesan audio yang mengakui bahwa ada beberapa laporan tentang "pembunuhan balas dendam" warga sipil oleh pejuang kelompok itu.

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut atau menyebutkan insiden spesifik.

Berita itu memicu kekhawatiran kemungkinan dampak dari posting media sosial.

baca juga

Facebook memperkenalkan fitur tambahan untuk pengguna di Afghanistan, termasuk memungkinkan mereka untuk mengunci profil mereka dan menolak akses ke konten.

Fida, seorang pria Afghanistan yang berbasis di Kabul, adalah pengguna media sosial yang produktif dan penentang keras Taliban, sering mengkritik kebijakan dan perilaku mereka.

Namun Fida kini telah menghapus akun Facebook-nya dan masuk dalam daftar orang-orang yang akan diberikan suaka di luar negeri oleh negara-negara Barat.

Dia mengklaim bahwa setelah Taliban menguasai Kabul, dia diberitahu kerabatnya bahwa dia dalam bahaya karena dianggap merugikan dalam perang Taliban melawan "penjajah".

"Mereka mengatakan kepada kerabat saya bahwa orang tidak akan memaafkan, meskipun ada amnesti umum," katanya dilansir laman BBC, Selasa (28/9/2021).

Namanya muncul dalam daftar yang menggambarkan orang-orang yang ditembak di kepala di mana pun mereka ditemukan.

Menurut Fida, sehari setelah Taliban mengambil alih ibukota, pada 16 Agustus, dia menghapus semua akun media sosialnya.

Ilustrasi Media Sosial. (Pexels.com/Tracy Le Blanc)
Ilustrasi Media Sosial. (Pexels.com/Tracy Le Blanc)

Dia mengatakan posting Facebook terakhirnya adalah anti-Taliban dan bahwa dia tidak lagi ingin tinggal di Afghanistan.

"Saya lebih baik mati daripada tinggal di sini sekarang," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Arumi Bachsin Ajarkan Literasi Digital Kepada Buah Hatinya

Alasan Arumi Bachsin Ajarkan Literasi Digital Kepada Buah Hatinya

Health | Senin, 27 September 2021 | 11:59 WIB

Video Jadul Tahun 1980 Viral di Medsos, Warganet Terpesona Lihat Jalanannya

Video Jadul Tahun 1980 Viral di Medsos, Warganet Terpesona Lihat Jalanannya

Bali | Senin, 27 September 2021 | 11:59 WIB

Cara Nyentrik Pemotor Lindungi Kepala dari Serangan Air Hujan, Modal Kantong Kresek

Cara Nyentrik Pemotor Lindungi Kepala dari Serangan Air Hujan, Modal Kantong Kresek

Otomotif | Senin, 27 September 2021 | 10:22 WIB

Keseringan Selfie, Menhan Semprot Tentara Taliban yang Banyak Gaya

Keseringan Selfie, Menhan Semprot Tentara Taliban yang Banyak Gaya

News | Senin, 27 September 2021 | 10:23 WIB

Merinding, Heboh Sopir Truk Tangkap Sosok Berambut Panjang di Kaca Mobil

Merinding, Heboh Sopir Truk Tangkap Sosok Berambut Panjang di Kaca Mobil

Your Say | Senin, 27 September 2021 | 08:27 WIB

Pensiunas Polisi Jadi Manusia Silver Karena Ekonomi Akan Diberikan Pekerjaan

Pensiunas Polisi Jadi Manusia Silver Karena Ekonomi Akan Diberikan Pekerjaan

Bogor | Senin, 27 September 2021 | 08:23 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×