China Tolak Akses WHO ke Gua Kelelawar dan Area Peternak Wuhan

Dythia Novianty

Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:15 WIB
China Tolak Akses WHO ke Gua Kelelawar dan Area Peternak Wuhan
Institut Virologi Wuhan di Wuhan. [Hector Retamal/AFP]

Suara.com - Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencoba mengakses ratusan gua yang berisi kelelawar di prefektur Enshi di provinsi Hubei, sebelah barat kota China tempat Covid-19 pertama kali muncul.

Dilansir dari New York Post mengutip Washington Post, Kamis (14/10/2021), para ilmuwan juga ingin menyelidiki daerah peternakan satwa liar terdekat yang, sebelum pandemi, diketahui membiakkan ribuan hewan liar.

Para ilmuwan percaya hewan-hewan itu berpotensi menjadi inang perantara bagi virus untuk menyebar dari kelelawar ke manusia.

Menurut mereka, penyelidikan peternakan adalah langkah kunci untuk menentukan asal-usul pandemi.

Para peneliti sedang menyelidiki penularan alami selain teori bahwa Covid-19 lolos dari laboratorium China.

Salah satu teori potensial yang muncul dari penularan alami adalah bahwa virus ditularkan dari kelelawar ke inang perantara, seperti hewan ternak yang kemudian dijual di pasar basah.

Ilustrasi kelelawar. [Simon Berstecher/Pixabay]
Ilustrasi kelelawar. [Simon Berstecher/Pixabay]

Beijing, sementara itu, telah berulang kali mengklaim bahwa pandemi itu berasal dari tempat lain.

Tetapi menurut media lokal China, pasar basah di wilayah Enshi dilarang menjual hewan hidup pada Desember 2019.

Ketentuan ini hanya delapan hari sebelum pemerintah China secara terbuka mengakui bahwa virus baru telah terdeteksi di pasar basah Wuhan.

baca juga

Enam pasar basah di Enshi ditutup pada Maret 2020 karena pandemi melanda secara global. Masih belum jelas mengapa pasar ditutup begitu cepat.

Sumber rantai pasokan pasar Wuhan mengatakan kepada The Post bahwa beberapa hewan liar yang dijual di Wuhan sebelum pandemi bersumber dari provinsi Hubei, termasuk dari Enshi.

Gua-gua di Enshi juga dikenal memiliki lalu lintas pejalan kaki dan beberapa peternakan satwa liar yang telah ditutup terletak sekitar satu mil dari pintu masuk gua.

Seorang juru bicara Kedutaan Besar China di Washington tidak dapat memastikan apakah kelelawar atau hewan liar yang dibesarkan di peternakan di Enshi pernah diuji untuk virus tersebut.

Para ilmuwan percaya gua-gua itu berpotensi menyajikan jalur bagaimana virus menyebar dari kelelawar ke hewan lain, atau manusia, sebelum mencapai Wuhan.

Tapi, tidak ada yang konkret karena penolakan akses dari Beijing.

Michael Worobey, ahli biologi evolusioner di University of Arizona, mengatakan kepada The Post bahwa ahli virologi perlu mencari tahu lebih banyak tentang virus apa yang beredar di kelelawar gua Enshi.

Ilustrasi gua kelelawar. [Ye Aung Thu/AFP]
Ilustrasi gua kelelawar. [Ye Aung Thu/AFP]

“Kedekatan hewan ternak dan kelelawar yang bisa membawa virus corona seperti itulah yang kami khawatirkan,” kata Worobey.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Monopoli Jasa Pengantaran Makanan di China, Perusahaan Ini Didenda Rp 7,6 Triliun

Monopoli Jasa Pengantaran Makanan di China, Perusahaan Ini Didenda Rp 7,6 Triliun

Lifestyle | Senin, 11 Oktober 2021 | 17:01 WIB

Di Tambang Penuh Kelelawar, Pakar Temukan Data, Virus Corona Mungkin di China Sejak 2012

Di Tambang Penuh Kelelawar, Pakar Temukan Data, Virus Corona Mungkin di China Sejak 2012

Bekaci | Senin, 11 Oktober 2021 | 09:10 WIB

Para Ahli: Covid-19 Dimulai dari Penambangan China di Gua Kelelawar 10 Tahun Lalu

Para Ahli: Covid-19 Dimulai dari Penambangan China di Gua Kelelawar 10 Tahun Lalu

Tekno | Senin, 11 Oktober 2021 | 08:25 WIB

Keren! Penerbangan Internasional Mulai Dibuka, Bali Kirim 8 Ton Manggis ke China Per Hari

Keren! Penerbangan Internasional Mulai Dibuka, Bali Kirim 8 Ton Manggis ke China Per Hari

Bali | Minggu, 10 Oktober 2021 | 19:59 WIB

WHO: Banyak Negara Gagal Berikan Layanan Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19

WHO: Banyak Negara Gagal Berikan Layanan Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 10 Oktober 2021 | 14:02 WIB

Vaksin Malaria yang Diterima WHO Efektif hanya untuk Parasit Plasmodium falciparum

Vaksin Malaria yang Diterima WHO Efektif hanya untuk Parasit Plasmodium falciparum

Tekno | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 23:14 WIB

Terkini

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×