alexametrics

China Tolak Akses WHO ke Gua Kelelawar dan Area Peternak Wuhan

Dythia Novianty
China Tolak Akses WHO ke Gua Kelelawar dan Area Peternak Wuhan
Institut Virologi Wuhan di Wuhan. [Hector Retamal/AFP]

Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencoba mengakses ratusan gua yang berisi kelelawar.

Suara.com - Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencoba mengakses ratusan gua yang berisi kelelawar di prefektur Enshi di provinsi Hubei, sebelah barat kota China tempat Covid-19 pertama kali muncul.

Dilansir dari New York Post mengutip Washington Post, Kamis (14/10/2021), para ilmuwan juga ingin menyelidiki daerah peternakan satwa liar terdekat yang, sebelum pandemi, diketahui membiakkan ribuan hewan liar.

Para ilmuwan percaya hewan-hewan itu berpotensi menjadi inang perantara bagi virus untuk menyebar dari kelelawar ke manusia.

Menurut mereka, penyelidikan peternakan adalah langkah kunci untuk menentukan asal-usul pandemi.

Baca Juga: Nyamar jadi Laki-laki Demi Populer, Gadis Remaja Ini Dituntut Minta Maaf oleh Penggemar

Para peneliti sedang menyelidiki penularan alami selain teori bahwa Covid-19 lolos dari laboratorium China.

Salah satu teori potensial yang muncul dari penularan alami adalah bahwa virus ditularkan dari kelelawar ke inang perantara, seperti hewan ternak yang kemudian dijual di pasar basah.

Ilustrasi kelelawar. [Simon Berstecher/Pixabay]
Ilustrasi kelelawar. [Simon Berstecher/Pixabay]

Beijing, sementara itu, telah berulang kali mengklaim bahwa pandemi itu berasal dari tempat lain.

Tetapi menurut media lokal China, pasar basah di wilayah Enshi dilarang menjual hewan hidup pada Desember 2019.

Ketentuan ini hanya delapan hari sebelum pemerintah China secara terbuka mengakui bahwa virus baru telah terdeteksi di pasar basah Wuhan.

Baca Juga: Para Ahli: Covid-19 Dimulai dari Penambangan China di Gua Kelelawar 10 Tahun Lalu

Enam pasar basah di Enshi ditutup pada Maret 2020 karena pandemi melanda secara global. Masih belum jelas mengapa pasar ditutup begitu cepat.

Komentar