Array

Hacker Gunakan Tinder Bobol iPhone, Mencuri Bitcoin Senilai Rp 19 Miliar

Dythia Novianty Suara.Com
Selasa, 19 Oktober 2021 | 08:38 WIB
Hacker Gunakan Tinder Bobol iPhone, Mencuri Bitcoin Senilai Rp 19 Miliar
Ilustrasi iPhone. [Firmbee/Pixabay]

Suara.com - Sekelompok peretas (hacker) cerdik baru-baru ini ditemukan oleh perusahaan keamanan siber Sophos, melakukan penipuan yang cukup rumit di tingkat internasional.

Para scammer telah menyedot ratusan ribu dolar dari korban yang tidak menaruh curiga melalui aplikasi kencan. Pada saat ditemukan, mereka telah mencuri 1,4 juta dolar AS atau sekitar Rp 19,74 miliar dan semuanya dalam bentuk Bitcoin.

Identitas scammers dan dari mana serangan itu berasal tetap tidak diketahui, tetapi Sophos mampu mengungkap simpanan digital mereka, yang berisi semua akumulasi kekayaan ilegal yang diarahkan ke satu dompet Bitcoin (dan penuh sesak).

Sophos menamai skema itu "CryptoRom". Meskipun Apple selalu menggembar-gemborkan prioritas keamanan terbaik dalam ekosistemnya, kita semua tahu bahwa kekebalan penuh tidak mungkin, bahkan dengan iPhone.

Para korban CryptoRom mengalami kerugian senilai 1,4 juta dolar AS atau sekira Rp 19,74 miliar semuanya adalah pemilik iPhone dan para peretas memanfaatkan sistem Enterprise Signature khusus untuk iPhone.

Pada dasarnya, sistem ini memberi pengembang kemampuan untuk melakukan pengujian pada aplikasi iPhone baru sebelum mengirimkannya ke Apple untuk persetujuan.

Ilustrasi aplikasi Tinder. [Shutterstock]
Ilustrasi aplikasi Tinder. [Shutterstock]

Rupanya, Tanda Tangan Perusahaan juga merupakan pintu belakang tersembunyi, memungkinkan akses ilegal ke perangkat pribadi, yang dapat (dan) dieksploitasi oleh aktor jahat.

Pertama, penyerang membuat aplikasi perdagangan Bitcoin palsu. Kemudian, mereka membuat profil kencan online palsu

Apa yang membuat penipuan begitu rumit adalah tidak hanya pada tingkat perangkat lunak, tetapi juga pada tingkat sosial.

Baca Juga: iPhone 13 Segera Mendarat di Indonesia

Pertama, para pelaku CryptoRom membuat aplikasi perdagangan Bitcoin palsu, semuanya menyalurkan uang apa pun yang masuk melaluinya ke dalam satu dompet Bitcoin, kemungkinan dimiliki oleh dalang di balik itu semua.

Kemudian, para scammer membuat sejumlah profil online palsu di aplikasi kencan seperti Tinder dan Bumble.

Begitu mereka terhubung dengan seseorang, mereka berkomitmen pada hubungan palsu sampai mereka dapat meyakinkan korbannya bahwa mereka menghasilkan banyak uang dari aplikasi perdagangan Bitcoin yang teduh.

Fasad dipertahankan sampai akhirnya, mereka membuat orang di ujung sana juga menginvestasikan sejumlah uang ke dalam aplikasi tersebut.

Tentu saja, setelah selesai, uang itu langsung masuk ke dompet Bitcoin scammers, sebagaimana melansir dari Phonearena, Selasa (19/10/2021).

Ilustrasi Bitcoin (Unsplash)
Ilustrasi Bitcoin (Unsplash)

Hal ini tidak hanya merugikan korban dalam bentuk finansial, tapi juga tanpa hambatan ke iPhone mereka dan semua jenis data pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI