alexametrics

Gojek Beberkan Rencana Perusahaan 10 Tahun ke Depan

Liberty Jemadu | Dicky Prastya
Gojek Beberkan Rencana Perusahaan 10 Tahun ke Depan
Sebagai ilustrasi PSBB Jakarta: Ojek online membawa penumpang melintas di kawasan Palmerah, Jakarta, Selasa (7/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Gojek ingin menambah moda transportasi lain seperti kendaraan umum, shuttle antarkota, hingga terus mengembangkan kerja sama seperti Blue Bird yang ada sekarang.

Suara.com - Gojek bercita-cita untuk menjadi perusahaan yang mampu menggerakkan apa pun dengan mode kendaraan apapun dalam 10 tahun ke depan. Hal yang dimaksud adalah menyediakan semua layanan, baik itu pengiriman barang, makanan, hingga transportasi untuk manusia, dengan kendaraan apapun.

"Mungkin satu visi kami dalam 10 tahun ke depan, Gojek memikirkan bagaimana kami bisa menggerakkan apa pun dengan mode kendaraan apapun, di seluruh kota-kota yang dilayani Gojek," kata Kevin Aluwi selaku Co-Founder dan CEO Gojek dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/10/2021).

Gojek sendiri kini sudah berusia 11 tahun di Indonesia. Saat pertama kali berdiri pada 13 Oktober 2010, Kevin mengenang Gojek muncul dengan 20 orang pengemudi dengan call center yang menghubungkan penumpang dengan mitra driver.

"Kalau dilihat dari 10 tahun lalu, tentu prestasi Gojek saat ini di luar dugaan," tutur Kevin.

Baca Juga: Dorong Inovasi di Tiga Layanan Utama, Gojek Makin Jadi Andalan Konsumen

Sejauh ini, lanjut Kevin, Gojek sudah memiliki lebih dari dua juta mitra driver dan satu juta mitra usaha UMKM. Ia menyebut masih banyak inovasi produk yang dijalankan Gojek ke depan.

Untuk transportasi misalnya, Gojek ingin menambah moda transportasi lain seperti kendaraan umum, shuttle antarkota, hingga terus mengembangkan kerja sama seperti Blue Bird yang ada sekarang.

Alasannya, Kevin mengaku bahwa mode kendaraan yang dimiliki Gojek masih terbatas. Saat ini Gojek hanya menyediakan kendaraan berupa motor (GoRide) dan mobil (GoCar).

Lalu untuk bisnis makanan seperti GoFood, Kevin berencana untuk membuat UMKM di Indonesia makin go digital. Meskipun tengah dilanda pandemi, masih banyak pelaku bisnis yang menjalankan usahanya secara online.

"Kami lihat penetrasinya (digital) masih rendah, makanya butuh inovasi lagi," tambah Kevin.

Baca Juga: Gojek Berambisi Gunakan Kendaraan Listrik Sepenuhnya di 2030

Sementara untuk logistik seperti GoSend, Gojek berencana untuk menarik banyak mitra pelaku usaha untuk antar barang lewat platformnya. Ia juga menyebut bahwa bisnis logistik saat ini potensinya sangat besar.

Komentar