facebook

Ilmuwan Temukan Dinosaurus Tuli dan Lamban, Punya Badan Lapis Baja

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Ilmuwan Temukan Dinosaurus Tuli dan Lamban, Punya Badan Lapis Baja
Nodosaurus. [Dinosaurpictures]

Para ilmuwan menemukan fosil dinosaurus yang tuli, lamban, dan kesepian yang diklasifikasikan ke dalam spesies nodosaurus.

Suara.com - Para ilmuwan menemukan fosil dinosaurus yang tuli, lamban, dan kesepian yang diklasifikasikan ke dalam spesies nodosaurus.

Sekelompok dinosaurus dengan badan lapis baja yang dilengkapi lempengan tulang dan duri serta herbivora.

Dinosaurus dikenal sebagai makhluk yang hidup berkelompok.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports Januari 2022, beberapa nodosaurus mungkin lebih suka menjalani kehidupan sosial yang kurang aktif karena memiliki indra pendengaran rendah.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Struktur Terpanjang di Bimasakti

Studi tersebut menilai, tengkorak fosil dinosaurus Struthiosaurus austriacus yang hidup selama era Kapur Akhir 80 juta tahun lalu.

Berlokasi di Austria dengan pemindaian tomografi komputer resolusi tinggi untuk menghasilkan cetakan 3D digital.

Nodosaurus, Struthiosaurus austriacus. [Nature]
Nodosaurus, Struthiosaurus austriacus. [Nature]

Penelitian ini mengungkapkan, detail baru dari anatomi dan gaya hidup Struthiosaurus austriacus serta menjelaskan lebih banyak tentang keseimbangan dan pendengarannya.

"Analisis fosil langka ini dapat memberikan wawasan tentang gaya hidup hewan tertentu," kata para peneliti, termasuk dari University of Vienna, dikutip Independent, Selasa (18/1/2022).

Pemindaian mengungkapkan bahwa struktur telinga bagian dalam spesies ini memiliki kapasitas pendengaran yang kurang.

Baca Juga: Kebal Antibiotik Superbug Ditemukan pada Landak

Bagian telinga Struthiosaurus austriacus adalah salah satu yang terpendek yang pernah ditemukan di dinosaurus.

Kondisi ini menunjukkan hewan tersebut memiliki masalah dengan pendengaran serta keseimbangan.

Tim ahli juga menemukan bahwa otak dinosaurus bagian flokulus berukuran kecil.

Karena bagian otak ini sangat penting untuk fiksasi mata selama gerakan kepala, leher, dan seluruh tubuh, para ilmuwan menduga dinosaurus ini mungkin bergerak sangat lamban.

Nodosaurus, Struthiosaurus austriacus. [Nature]
Nodosaurus, Struthiosaurus austriacus. [Nature]

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa Struthiosaurus austriacus diprediksi dapat tumbuh hingga tiga meter.

Bahkan, tidak memiliki kapasitas otak untuk fokus dan menyerang pemangsa, dan lebih mengandalkan lempengan baja pada tubuhnya untuk menangkis serangan lawan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar