facebook

Otoritas Keamanan Siber Jerman Tak Temukan Alat Sensor di Ponsel Xiaomi

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Otoritas Keamanan Siber Jerman Tak Temukan Alat Sensor di Ponsel Xiaomi
Ilustrasi Xiaomi. [Sajjad Hussain/AFP]

Otoritas Keamanan Siber Jerman atau BSI tidak menemukan adanya alat sensor yang disematkan pada ponsel Xiaomi.

Suara.com - Otoritas Keamanan Siber Jerman atau BSI tidak menemukan adanya alat sensor yang disematkan pada ponsel Xiaomi.

Mereka juga sudah menutup kasus tersebut dan menghentikan penyelidikan.

"Kami tidak dapat mengidentifikasi anomali apapun yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut atau tindakan lain," kata BSI sebagaimana dilaporkan Android Authority, Rabu (19/1/2022).

Menanggapi hal ini, Xiaomi mengapresiasi kalau penelitian BSI Jerman tidak menemukan sensor apapun di ponsel buatannya.

Baca Juga: Xiaomi Akan Pinjamkan HP ke Pelanggan yang Ponselnya Jalani Rawat Inap

"Hasil penyelidikan oleh BSI Jerman yang diterbitkan kemarin mengkonfirmasi komitmen kami untuk beroperasi secara transparan, serta bertanggung jawab dengan privasi dan keamanan konsumen sebagai prioritas utama kami," kata Xiaomi.

Hal ini sedikit berbeda dengan Lithuania yang menemukan bahwa ponsel Xiaomi memiliki alat sensor untuk mendeteksi kata-kata tertentu seperti Free Tibet, Long live Taiwan independence, atau democracy movement.

Ilustrasi kejahatan siber [Shutterstock].
Ilustrasi kejahatan siber [Shutterstock].

Akibatnya, Kementerian Pertahanan Lithuania menganjurkan warganya untuk tak membeli atau membuang ponsel Xiaomi.

Ini disimpulkan dari hasil penelitian pemerintah yang menunjukkan bahwa merek ponsel asal China itu memiliki fitur sensor di dalamnya dan mengirim data pengguna ke Singapura.

"Rekomendasi kami adalah, jangan membeli ponsel buatan China dan jika sudah memiliki, buang saja secepatnya," kata Deputi Menteri Pertahanan, Margiris Abukevicius pada September lalu.

Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Kamera Xiaomi Mix 5 Pro, Ini Detailnya

Xiaomi Indonesia pun juga membantah laporan yang menyebutkan bahwa pihaknya telah mengirim data-data pengguna ponselnya ke server di Singapura.

Dalam keterangan resminya, Xiaomi mengaku mematuhi peraturan perlindungan data pribadi pengguna, termasuk yang diatur di Uni Eropa (GDPR).

"Kenyataannya, Xiaomi dengan sepenuhnya mematuhi seluruh persyaratan GDPR, termasuk penanganan, pemrosesan, dan transfer data end-user. Kepatuhan ini berlaku untuk semua sistem, aplikasi, dan layanan," jelas Xiaomi pada September 2021 lalu.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar