facebook

BRIN Gandeng Huawei Dukung Strategi Nasional AI

Dythia Novianty | Dicky Prastya
BRIN Gandeng Huawei Dukung Strategi Nasional AI
Ilustrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). [Shutterstock]

BRIN bekerja sama dengan Huawei Indonesia untuk menyukseskan Strategi Nasional (Stranas) Kecerdasan Artifisial (AI).

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Huawei Indonesia untuk menyukseskan Strategi Nasional (Stranas) Kecerdasan Artifisial (AI).

Selain itu, kerja sama ini juga mendukung perluasan pemanfaatan teknologi AI di industri maupun layanan publik.

Nantinya, perusahaan asal China itu memberikan kontribusi berupa perangkat AI yang dikembangkan Huawei, dilengkapi dengan sesi pelatihan selama empat hari bagi para pegawai negeri BRIN.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Strategi Nasional AI membangun momentum positif terhadap pengembangan kecerdasan artifisial.

Baca Juga: Qlue - Dell Optimalisasi AI dan IoT di Sektor Bisnis Indonesia

Sehingga manfaat teknologi AI dapat dinikmati oleh semakin banyak organisasi, pelaku usaha, dan pengguna akhir.

"Kami percaya, teknologi AI memainkan peran kunci di balik sistem terintegrasi yang berada di sekeliling kita,” kata Handoko.

Logo Huawei. [Shutterstock]
Logo Huawei. [Shutterstock]

Ia juga mengucapkan apresiasi kepada Huawei atas dukungannya terhadap perwujudan Strategi Nasional AI lewat kontribusi perangkat AI dan pelatihan yang diberikan kepada civitas BRIN.

Menurutnya, BRIN sebagai lembaga pemerintah yang memayungi upaya riset dan inovasi, sangat membutuhkan wawasan-wawasan baru dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri.

"Kami berharap dapat memperdalam kerja sama kami dengan Huawei, khususnya dalam bidang riset yang akan dilakukan dengan perguruan tinggi," tambahnya.

Baca Juga: Peran Flutter dalam Perkembangan Digital di Era Revolusi Industri 4.0

CEO Huawei Indonesia Jacky Chen mengatakan, dukungan Huawei terhadap Strategi Nasional AI ditegaskan melalui kerja sama dengan BRIN.

"Kiranya kerja sama ini dapat memajukan implementasi Strategi Nasional AI," jelas Chen.

Huawei juga memiliki target untuk menyiapkan setidaknya 100.000 talenta dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Hingga kini, Huawei telah menyiapkan sebanyak 52 ribu talenta digital, atau lebih dari setengah targetnya hanya dalam waktu 14 bulan.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko saat menghadiri pelantikan Dewan Pengarah BRIN di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/10/2021). [Antara/Hafidz Mubarak A]
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko. [Antara/Hafidz Mubarak A]

Menurut Chen, angka tersebut akan semakin berkembang dengan ditingkatkannya kerja sama Huawei dengan BRIN.

“Penguatan kerja sama Huawei dengan BRIN merupakan penegasan kembali terhadap keyakinan kami tersebut,” pungkas Chen.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar