facebook

Qlue - Dell Optimalisasi AI dan IoT di Sektor Bisnis Indonesia

Dythia Novianty
Qlue - Dell Optimalisasi AI dan IoT di Sektor Bisnis Indonesia
Ilustrasi Internet of Things (IoT). [Shutterstock]

Qlue mendorong optimalisasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) bagi sektor bisnis.

Suara.com - Qlue, perusahaan penyedia ekosistem smart city di Indonesia, mendorong optimalisasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) bagi sektor bisnis di Indonesia.

Founder dan CEO Qlue Rama Raditya mengatakan, perkembangan teknologi akan semakin masif sehingga seluruh aspek bisnis harus cepat beradaptasi dengan baik.

Pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu katalis utama yang mendorong seluruh sektor untuk bertransformasi secara bisnis demi menciptakan operasional yang lebih optimal.

Teknologi AI dan IoT sendiri merupakan teknologi yang pemanfaatannya terus meningkat karena
dimensi perkembangan kebutuhan bisnis yang terpengaruh kondisi sosial dan ekonomi saat ini.

Baca Juga: Peran Flutter dalam Perkembangan Digital di Era Revolusi Industri 4.0

Rama mencontohkan, pemanfaatan teknologi berbasis AI dan IoT untuk optimalisasi bisnis itu
diantaranya, berupa analisis visual demografi pengunjung sebuah toko.

Hal ini untuk mendeteksi minat dan ketertarikannya terhadap sebuah produk atau layanan yang ditawarkan.

Ilustrasi Qlue. [Suara.com/Tivan Rahmat]
Ilustrasi Qlue. [Suara.com]

Selain itu, analisis heat map yang dapat diolah melalui solusi Qlue juga bisa dioptimalkan untuk
mengetahui lokasi maupun titik-titik strategis yang ramai pengunjung di suatu area.

Pemanfaatan teknologi tersebut juga diprediksi mampu meningkatkan efisiensi hingga 30 persen dan meningkatkan produktivitas bisnis hingga lebih dari 200 persen.

“Pandemi memperlihatkan tren pemanfaatan AI dan IoT yang meningkat di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian," kata Rama melalui keterangan resminya, Selasa (18/1/2022).

Baca Juga: Pemanfaatan Teknologi IoT untuk Menghemat Energi Listrik

Situasi ini akan mendorong sektor bisnis untuk mengembangkan organisasi digital yang semuanya berbasis data.

"Kita tidak bisa menghindari era teknologi berbasis data dan ini merupakan peluang untuk meningkatkan skalabilitas dunia bisnis di berbagai sektor,” ujarnya.

Pemanfaatan AI dan IoT yang menghasilkan teknologi berbasis data sendiri menunjukan tren yang terus meningkat.

Pemanfaatan teknologi AI dan IoT juga akan memberikan dampak semakin banyaknya data-data
yang bisa diproses untuk menghasilkan insight yang berkualitas.

Dell Indonesia juga memprediksi potensi pemanfaatan teknologi IoT yang semakin tinggi.

Hal itu karena perkiraan aktivasi sekitar 1 juta gawai per hari dan terhubung secara online, mulai dari telepon genggam, komputer, kendaraan transportasi, hingga gawai di kawasan perkantoran
maupun pabrik.

Menurut Country Business Lead Dell Indonesia Ryan Renaldy, aktivasi gawai itu akan memberikan dampak linier dengan kebutuhan pengolahan data yang berpengaruh pada hampir seluruh aspek.

Ilustrasi logo Dell. [Shutterstock/360b]
Ilustrasi logo Dell. [Shutterstock/360b]

"Situasi ini akan semakin mendorong penyesuaian pengelolaan data dari sentralisasi menjadi desentralisasi," terangnya.

Hal tersebut mendorong perkembangan komputasi ujung atau edge computing yang mampu mengelola data menjadi lebih cepat sesuai dengan kebutuhan.

“Suatu proses analitik akan muncul saat ada data yang diterima dan karena itu proses pendistribusian menjadi penting karena akan mempengaruhi kualitas insight yang dihasilkan," dia membeberkan.

Artinya, tidak hanya diperlukan data yang baik sebanyak mungkin, tetapi juga distribusinya yang
baik.

"Kebutuhan itu bisa difasilitasi oleh teknologi edge computing yang menjadi salah satu keunggulan dari Dell,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar