Game Mobile Kini Kuasai Pasar, Kalahkan Game Konsol dan PC

Dythia Novianty, Dicky Prastya

Minggu, 06 Februari 2022 | 15:44 WIB
Game Mobile Kini Kuasai Pasar, Kalahkan Game Konsol dan PC
Ilustrasi beberapa orang bermain mobile games. [Shutterstock]

Suara.com - Game mobile atau smartphone kini menguasai pangsa pasar game di dunia sepanjang 2021.

Game mobile berhasil mengalahkan perangkat lain seperti konsol hingga PC atau laptop.

Perusahaan riset industri game, Newzoo, melaporkan kalau game mobile mendapatkan pangsa pasar hingga 53 persen.

Sektor ini juga meraup pendapatan 93,2 miliar dolar AS atau Rp 1.342 triliun selama 2021.

Sebagai perbandingan, game konsol memperoleh pangsa pasar 28 persen dengan pendapatan 50,4 miliar dolar AS atau Rp 725 triliun.

Sementara game PC menguasai 20 persen dengan pendapatan 36,7 miliar dolar AS atau Rp 528 triliun.

Pasar Mobile Game Global 2021. [Android Police]
Pasar Mobile Game Global 2021. [Android Police]

Mengutip Android Police, Minggu (6/2/2022), kejayaan game mobile ini didasarkan pada faktor pertumbuhan pengguna ponsel.

Ponsel Android yang menguasai pangsa pasar smartphone, memudahkan pengembang untuk membuat game mobile lebih banyak.

Selain itu, pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir juga membuat perusahaan pengembang game seperti Microsoft dan Sony kesulitan mengembangkan produknya, baik di game konsol maupun PC.

baca juga

Dari total pendapatan, gamers China jadi penyumbang terbanyak dengan 31,8 miliar dolar AS atau Rp 457 triliun.

Posisi dua dan tiga disumbangkan gamers Amerika Serikat dan Jepang dengan masing-masing 15,1 miliar dolar AS (Rp 217 triliun) dan 13,7 miliar dolar AS (Rp 197 triliun).

Selain gamers, perusahaan game asal China juga menjadi yang tersukses.

Disebutkan, kalau Tencent (pengembang game Call of Duty dan PUBG) hingga miHoYo (Genshin Impact) menghasilkan pendapatan lebih dari 18 miliar dolar AS atau Rp 259 triliun dari pasar luar negeri sepanjang 2021.

Laporan juga mengungkap kalau keuntungan terbesar datang dari gamers di negara-negara berkembang seperti Amerika Latin, Afrika, hingga Timur Tengah.

Meskipun wilayah ini hanya menyumbang kurang dari 10 persen pendapatan game mobile.

Pasar Game Global 2021. [Android Police]
Pasar Game Global 2021. [Android Police]

Laporan menyebut kalau negara tersebut memiliki pertumbuhan tercepat dan diprediksi terus berlanjut ke depan.

Pasar game mobile diprediksi bakal terus naik ke depan, dengan pengguna smartphone di dunia akan tumbuh hingga lebih dari 7 miliar pada 2024 dan perkembangan internet 5G yang makin masif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Cara Cegah Smartphone Jadi Panas Saat Main Mobile Game, Mari Kita Coba!

Begini Cara Cegah Smartphone Jadi Panas Saat Main Mobile Game, Mari Kita Coba!

Tekno | Minggu, 10 Oktober 2021 | 08:50 WIB

3 Tips Cegah Panas saat Bermain Mobile Game

3 Tips Cegah Panas saat Bermain Mobile Game

Tekno | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 15:45 WIB

Mudah! Ini Cara Ganti Server di Mobile Legends

Mudah! Ini Cara Ganti Server di Mobile Legends

Tekno | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 07:45 WIB

Perhatikan Hal Ini, Hindari Lag saat Bermain Mobile Game

Perhatikan Hal Ini, Hindari Lag saat Bermain Mobile Game

Tekno | Minggu, 26 September 2021 | 16:42 WIB

Seru, Mobile Game Strategi Ini Bertema Kerajaan

Seru, Mobile Game Strategi Ini Bertema Kerajaan

Tekno | Kamis, 09 September 2021 | 19:41 WIB

10 Game Online Gratis Terbaik di HP, Langsung Cobain!

10 Game Online Gratis Terbaik di HP, Langsung Cobain!

Tekno | Minggu, 05 September 2021 | 14:44 WIB

Terkini

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Jogja | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:36 WIB

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:32 WIB

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

IHSG Masih Tertekan, Saham Teknologi Masih Jadi Beban

IHSG Masih Tertekan, Saham Teknologi Masih Jadi Beban

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

×