Array

Neuralink Buka Suara soal Disebut Lakukan Eksperimen Kejam terhadap Hewan

Dythia Novianty Suara.Com
Minggu, 20 Februari 2022 | 06:45 WIB
Neuralink Buka Suara soal Disebut Lakukan Eksperimen Kejam terhadap Hewan
Chip Neuralink. [Neuralink/AFP]

Suara.com - Neuralink, perusahaan yang didirikan bos Tesla Elon Musk untuk mengembangkan perangkat yang menghubungkan otak kita ke komputer, akhirnya buka suara soal disebut melakukan eksperimen kejam terhadap hewan.

Sebuah pengaduan yang diajukan minggu lalu ke Departemen Pertanian AS, menuduh perlakuan kejam terhadap kera digunakan untuk menguji teknologi tersebut.

Dalam sebuah blog, Neuralink mengatakan mereka bekerja dengan hewan secara yang paling manusiawi dan etis mungkin.

Perusahaan berharap untuk memulai uji coba perangkat pada manusia akhir tahun ini.

Dalam blog - diposting sebagai tanggapan atas kritik baru-baru ini - Neuralink menekankan komitmennya terhadap kesejahteraan hewan.

"Misi utama kami adalah merancang program perawatan hewan yang memprioritaskan kebutuhan hewan, daripada strategi tipikal membangun untuk kenyamanan manusia saja," tulis dalam blog.

Monyet bernama Pager, yang otaknya sudah dipasangi chip Neuralink, perusahaan milik Elon Musk, bisa bermain game langsung menggunakan otak. [Youtube/Neuralink]
Monyet bernama Pager, yang otaknya sudah dipasangi chip Neuralink, perusahaan milik Elon Musk, bisa bermain game langsung menggunakan otak. [Youtube/Neuralink]

"Penggunaan setiap hewan direncanakan secara ekstensif dan dipertimbangkan untuk menyeimbangkan penemuan ilmiah dengan penggunaan hewan secara etis," katanya.

Pada awal penelitian, Neuralink bermitra dengan Pusat Penelitian Primata Nasional Davis - bagian dari Universitas California.

Pada 2020 membangun vivariumnya sendiri untuk menampung monyet, dengan tujuan untuk "meningkatkan" standar saat ini.

Baca Juga: Eksperimen Neuralink Elon Musk pada Monyet, Diduga Ekstrem

Keluhan itu diajukan minggu lalu oleh Komite Dokter untuk Pengobatan yang Bertanggung Jawab terhadap UC Davis, dan terkait dengan "eksperimen otak invasif dan mematikan yang dilakukan pada 23 monyet".

"Sebagian besar hewan memiliki bagian dari tengkorak mereka dihapus untuk menanamkan elektroda di otak mereka," katanya dilansir laman BBC, Minggu (20/2/2022).

Keluhan itu juga menuduh bahwa kera yang digunakan dalam percobaan dikurung sendirian, menderita trauma wajah dan mengalami kejang dan infeksi lokal di lokasi implan.

Beberapa di-eutanasia sebelum digunakan dalam eksperimen, klaimnya.

Komite mengatakan, memperoleh informasi dari 600 halaman dokumen yang dirilis setelah mengajukan tindakan hukum catatan publik tahun lalu.

Sekarang telah mengajukan tindakan hukum kedua untuk memaksa universitas merilis video dan foto monyet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI