Ilmuwan Temukan Planet Kembaran Bumi, Punya Atmosfer dan Mantel yang Sama

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 14 Maret 2022 | 14:45 WIB
Ilmuwan Temukan Planet Kembaran Bumi, Punya Atmosfer dan Mantel yang Sama
Ilustrasi permukaan salah satu planet mirip Bumi di tata surya yang diinduki bintang Trappist-1 (AFP/M. Kornmesser/European Southern Observatory).

Suara.com - Para ilmuwan menemukan planet yang disebut mirip dengan kembaran Bumi di sistem bintang Alpha Centauri, berada empat tahun cahaya dari Bumi.

Studi ini diterbitkan di The Astrophysical Journal, mengungkap bahwa para ilmuwan memberi nama planet itu Alpha-Cen Earth.

Berdasarkan data yang diketahui tentang Alpha Centauri, para ahli menggunakan model numerik untuk membuat dan mengukur hipotesis, ukuran planet, hingga susunannya.

Wilayah tersebut pada dasarnya adalah tempat dalam sistem bintang yang kemungkinan besar memiliki air dan kondisi yang "tepat" untuk kehidupan. Oleh karena itu, wilayah tersebut dianggap sebagai Zona Goldilokcs.

Yang mengejutkan para ahli, model menyarankan Alpha-Cen Earth memiliki susunan yang mirip dengan Bumi.

Planet itu memiliki mantel atau lapisan tengah yang didominasi oleh silikat dan interior dengan kapasitas penyimpanan air sebanyak Bumi.

Perbandingan sistem bintang Trappist-1 dan tiga planet di zona layak huni (berwarna hijau) dengan tata surya kita. [NASA]
Perbandingan sistem bintang Trappist-1 dan tiga planet di zona layak huni (berwarna hijau) dengan tata surya kita. [NASA]

Meski begitu, planet itu sedikit lebih gemerlap karena memiliki kandungan satu ton grafit dan berlian di mantelnya, selain bebatuan.

Tetapi hal yang mengejutkan dan mungkin menjanjikan adalah Alpha-Cen Earth menunjukkan atmosfer awal yang mirip dengan Bumi selama periode 4 miliar hingga 2,5 miliar tahun yang lalu.

Dilansir dari CNET, Senin (14/3/2022), saat itulah kehidupan pertama kali muncul di Bumi dalam bentuk mikroba.

baca juga

Di sisi lain, Alpha-Cen Earth memiliki perbedaan dari Bumi karena kemungkinan memiliki inti besi sedikit lebih besar dan permukaan yang aneh.

Studi ini berfungsi sebagai batu loncatan, baik secara fisik maupun metaforis, untuk eksplorasi planet ekstrasurya di masa depan.

Para ilmuwan berharap dapat mempelajari atau mengunjungi planet kembaran Bumi tersebut dengan misi masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astronom Temukan Planet Aneh dengan Atmosfer Berlapis Logam

Astronom Temukan Planet Aneh dengan Atmosfer Berlapis Logam

Tekno | Selasa, 01 Februari 2022 | 12:18 WIB

Eksperimen, Ilmuwan Sukses Tumbuhkan Kembali Kaki Katak yang Hilang

Eksperimen, Ilmuwan Sukses Tumbuhkan Kembali Kaki Katak yang Hilang

Tekno | Kamis, 27 Januari 2022 | 14:21 WIB

Ambisius, Ilmuwan Ingin Hidupkan Kembali Mamut dalam 6 Tahun

Ambisius, Ilmuwan Ingin Hidupkan Kembali Mamut dalam 6 Tahun

Tekno | Selasa, 25 Januari 2022 | 14:24 WIB

Terbuat dari Emas, Ilmuwan Temukan Sedotan Tertua di Dunia, Panjangnya 1 Meter

Terbuat dari Emas, Ilmuwan Temukan Sedotan Tertua di Dunia, Panjangnya 1 Meter

Tekno | Sabtu, 22 Januari 2022 | 10:00 WIB

Ilmuwan Temukan Teknologi Sinar-X, Diklaim Lebih Cepat dan Akurat dari Tes PCR untuk Diagnosis Covid-19

Ilmuwan Temukan Teknologi Sinar-X, Diklaim Lebih Cepat dan Akurat dari Tes PCR untuk Diagnosis Covid-19

Tekno | Kamis, 20 Januari 2022 | 08:15 WIB

Kasus Pertama, Anak Macan Tutul Liar di India Terinfeksi Covid-19

Kasus Pertama, Anak Macan Tutul Liar di India Terinfeksi Covid-19

Tekno | Selasa, 18 Januari 2022 | 13:38 WIB

Terkini

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×