facebook

Ilmuwan Temukan Planet Kembaran Bumi, Punya Atmosfer dan Mantel yang Sama

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Ilmuwan Temukan Planet Kembaran Bumi, Punya Atmosfer dan Mantel yang Sama
Ilustrasi permukaan salah satu planet mirip Bumi di tata surya yang diinduki bintang Trappist-1 (AFP/M. Kornmesser/European Southern Observatory).

Para ilmuwan menemukan planet yang disebut mirip dengan kembaran Bumi di sistem bintang Alpha Centauri.

Suara.com - Para ilmuwan menemukan planet yang disebut mirip dengan kembaran Bumi di sistem bintang Alpha Centauri, berada empat tahun cahaya dari Bumi.

Studi ini diterbitkan di The Astrophysical Journal, mengungkap bahwa para ilmuwan memberi nama planet itu Alpha-Cen Earth.

Berdasarkan data yang diketahui tentang Alpha Centauri, para ahli menggunakan model numerik untuk membuat dan mengukur hipotesis, ukuran planet, hingga susunannya.

Wilayah tersebut pada dasarnya adalah tempat dalam sistem bintang yang kemungkinan besar memiliki air dan kondisi yang "tepat" untuk kehidupan. Oleh karena itu, wilayah tersebut dianggap sebagai Zona Goldilokcs.

Baca Juga: Gletser Mencair, Ilmuwan Temukan Senjata dan Tempat Persembunyian Berusia 1.700 Tahun

Yang mengejutkan para ahli, model menyarankan Alpha-Cen Earth memiliki susunan yang mirip dengan Bumi.

Planet itu memiliki mantel atau lapisan tengah yang didominasi oleh silikat dan interior dengan kapasitas penyimpanan air sebanyak Bumi.

Perbandingan sistem bintang Trappist-1 dan tiga planet di zona layak huni (berwarna hijau) dengan tata surya kita. [NASA]
Perbandingan sistem bintang Trappist-1 dan tiga planet di zona layak huni (berwarna hijau) dengan tata surya kita. [NASA]

Meski begitu, planet itu sedikit lebih gemerlap karena memiliki kandungan satu ton grafit dan berlian di mantelnya, selain bebatuan.

Tetapi hal yang mengejutkan dan mungkin menjanjikan adalah Alpha-Cen Earth menunjukkan atmosfer awal yang mirip dengan Bumi selama periode 4 miliar hingga 2,5 miliar tahun yang lalu.

Dilansir dari CNET, Senin (14/3/2022), saat itulah kehidupan pertama kali muncul di Bumi dalam bentuk mikroba.

Baca Juga: Meski Dikecam Dunia, Ilmuwan Minta Bayi Hasil Rekayasa Gen Dilindungi

Di sisi lain, Alpha-Cen Earth memiliki perbedaan dari Bumi karena kemungkinan memiliki inti besi sedikit lebih besar dan permukaan yang aneh.

Studi ini berfungsi sebagai batu loncatan, baik secara fisik maupun metaforis, untuk eksplorasi planet ekstrasurya di masa depan.

Para ilmuwan berharap dapat mempelajari atau mengunjungi planet kembaran Bumi tersebut dengan misi masa depan.

Komentar