Terbuat dari Emas, Ilmuwan Temukan Sedotan Tertua di Dunia, Panjangnya 1 Meter

Arief Apriadi, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 22 Januari 2022 | 10:00 WIB
Terbuat dari Emas, Ilmuwan Temukan Sedotan Tertua di Dunia, Panjangnya 1 Meter
Sebuah ilustrasi yang menunjukkan bagaimana orang mungkin minum bir bersama-sama dengan sedotan panjang selama Zaman Perunggu. (Kredit gambar: Kelvin Wilson, Live Science)

Suara.com - Para ilmuwan telah mengidentifikasi sedotan minuman tertua di dunia yang terbuat dari emas dan perak selama Zaman Perunggu.

Sedotan berbentuk tabung ramping sepanjang satu meter itu pertama kali ditemukan pada 1897 ketika para arkeolog menggali kuburan yang dikenal sebagai kurgan dari budaya Maikop kuno di barat laut Kaukakus.

Selama bertahun-tahun, para ahli dibuat bingung dengan fungsi tabung ramping tersebut. Namun studi baru ini menunjukkan bahwa orang zaman dulu menggunakan benda itu untuk minum bir dengan rekan dari kapal komunal.

Sedotan berumur 5.500 tahun itu juga terkubur bersama dengan kerangka dan barang-barang dari budaya Maikop.

Beberapa di antaranya adalah barang mewah, seperti manik-manik yang terbuat dari batu semimulia dan emas, bejana keramik, hingga cangkir logam.

Sebelumnya, para ahli menduga bahwa benda tersebut merupakan tongkat kerajaan atau tiang untuk kanopi. Namun, tim arkeolog dari Rusia yang dipimpin oleh Viktor Trifonov tidak setuju dengan hal itu dan memutuskan untuk melakukan analisis ulang.

Trifonov dan timnya mengidentifikasi benda tersebut sebagai sedotan dan kemungkinan besar untuk meminum bir. Gagasan ini cocok dengan penemuan arkeologi lainnya.

Di Near East, orang kuno memfermentasi jelai menjadi bir sekitar 13.000 tahun yang lalu. Pembuatan bir skala besar dimulai di Asia Barat pada milenium kelima hingga keempat SM dan ditemukan bukti bahwa orang kuno minum melalui sedotan.

Temuan lainnya menunjukkan orang Sumeria kuno minum bir melalui alang-alang panjang yang berfungsi sebagai sedotan.

baca juga

"Desain, jumlah tabung, analisis residu, dan beberapa kesamaan kritis dengan sedotan Sumeria membuat kami menyimpulkan bahwa tabung Maikop adalah sedotan minuman," kata Trifonov dari Institute for the History of Material Culture, seperti dikutip dari Live Science pada Sabtu (22/1/2022).

Menurut Trifonov, tabung Maikop memiliki saringan logam yang berfungsi sebagai penyaring kotoran yang umum ditemukan pada bir kuno.

Sedotan Maikop berusia sekitar 1.000 tahun lebih tua dari temuan sedotan tertua sebelumnya yang pernah tercatat, yang ditemukan di Pemakaman Kerajaan di Ur berusia 4.500 tahun.

Sedotan ini dipajang di State Hermitage Museum di St. Petersburg, Rusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jam Kiamat Tak Bergerak 3 Tahun, Bumi Tetap 100 Detik Menuju Kehancuran

Jam Kiamat Tak Bergerak 3 Tahun, Bumi Tetap 100 Detik Menuju Kehancuran

News | Jum'at, 21 Januari 2022 | 15:28 WIB

Ilmuwan Temukan Teknologi Sinar-X, Diklaim Lebih Cepat dan Akurat dari Tes PCR untuk Diagnosis Covid-19

Ilmuwan Temukan Teknologi Sinar-X, Diklaim Lebih Cepat dan Akurat dari Tes PCR untuk Diagnosis Covid-19

Tekno | Kamis, 20 Januari 2022 | 08:15 WIB

Kasus Pertama, Anak Macan Tutul Liar di India Terinfeksi Covid-19

Kasus Pertama, Anak Macan Tutul Liar di India Terinfeksi Covid-19

Tekno | Selasa, 18 Januari 2022 | 13:38 WIB

Ilmuwan Temukan Dinosaurus Tuli dan Lamban, Punya Badan Lapis Baja

Ilmuwan Temukan Dinosaurus Tuli dan Lamban, Punya Badan Lapis Baja

Tekno | Selasa, 18 Januari 2022 | 09:45 WIB

Ilmuwan Siprus: Varian Deltacron Bukan Kesalahan Laboratorium

Ilmuwan Siprus: Varian Deltacron Bukan Kesalahan Laboratorium

News | Senin, 10 Januari 2022 | 14:17 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×