2 Badai Geomagnetik Akan Hantam Bumi Hari Ini, Berbahayakah?

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 15 Maret 2022 | 10:19 WIB
2 Badai Geomagnetik Akan Hantam Bumi Hari Ini, Berbahayakah?
Badai Geomagnetik. [NOAA]

Suara.com - Badan cuaca pemerintah di Amerika Serikat dan Inggris melaporkan dua badai geomagnetik ringan, akan menghantam Bumi pada Senin dan Selasa (14-15 Maret 2022), setelah suar Matahari meledak keluar dari atmosfer Matahari.

Menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), badai tersebut tidak akan menyebabkan kerusakan apa pun di Bumi.

Kecuali, kemungkinan mengacaukan transmisi radio dan mempengaruhi stabilitas jaringan listrik di garis lintang tinggi.

Namun, masyarakat yang tinggal di selatan New York dan Idaho dapat melihat aurora borealis di garis lintang yang lebih rendah.

NOAA mengkategorikan badai tersebut sebagai kategori G2 pada Senin dan G1 pada Selasa, berdasarkan skala badai Matahari lima tingkat badan tersebut, di mana G5 menjadi tingkat yang paling ekstrem.

Bumi telah mengalami lebih dari 2.000 badai Matahari kategori G1 dan G2 setiap dekade, di mana saat ini, planet berada di tengah-tengah badai Matahari ringan.

Ilustrasi badai Matahari. [Shutterstock]
Ilustrasi badai Matahari. [Shutterstock]

Seperti semua badai geomagnetik, peristiwa yang terjadi pada Senin dan Selasa berasal dari ledakan partikel bermuatan yang meninggalkan atmosfer terluar Matahari atau korona.

Dilansir dari Live Science, Selasa (15/3/2022), ledakan yang dikenal sebagai coronal mass ejections (CMEs) terjadi ketika garis-garis medan magnet di atmosfer Matahari kusut dan patah, mengeluarkan semburan plasma dan medan magnet ke luar angkasa.

Gumpalan besar partikel ini melintasi tata surya dengan angin Matahari dan terkadang melewati Bumi.

baca juga

Dalam prosesnya, itu akan menekan perisai magnet Bumi dan kompresi tersebut memicu badai geomagnetik.

Menurut NOAA, sebagian besar badai Matahari bersifat ringan dan hanya merusak teknologi di luar angkasa atau pada garis lintang yang sangat tinggi.

Tetapi CMEs yang lebih besar dapat memicu badai yang jauh lebih ekstrem, seperti Peristiwa Carrington 1859 yang menyebabkan arus listrik sehingga peralatan telegraf meledak.

Badai matahari juga bertanggung jawab atas munculnya aurora. Ketika CMEs menghantam atmosfer Bumi, plasma surya mengionisasi molekul oksigen dan nitrogen sekitar di sana, menyebabkannya bersinar.

Badai Geomagnetik. [YouTube/NASA]
Badai Geomagnetik. [YouTube/NASA]

Lebih lanjut, NOAA mengatakan bahwa prediksi aktivitas Matahari cenderung meningkat sepanjang waktu akan terjadi pada Juli 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pernah Dibahas di 2012, LAPAN Ungkap Ada 'Kiamat' karena Badai Matahari

Pernah Dibahas di 2012, LAPAN Ungkap Ada 'Kiamat' karena Badai Matahari

Batam | Rabu, 07 Oktober 2020 | 13:15 WIB

Terungkap! Tragedi Titanic, Akibat Cuaca di Luar Angkasa

Terungkap! Tragedi Titanic, Akibat Cuaca di Luar Angkasa

Tekno | Selasa, 29 September 2020 | 07:05 WIB

Wahana Penelitian Solar Orbiter Lakukan Penyelidikan di Pusat Tata Surya

Wahana Penelitian Solar Orbiter Lakukan Penyelidikan di Pusat Tata Surya

Video | Kamis, 27 Agustus 2020 | 08:00 WIB

Ngeri... Bintik Matahari Seukuran Mars Mengarah ke Bumi, Ini Dampaknya

Ngeri... Bintik Matahari Seukuran Mars Mengarah ke Bumi, Ini Dampaknya

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2020 | 08:30 WIB

Ilmuwan Temukan Lubang Biru di Dasar Lautan Florida

Ilmuwan Temukan Lubang Biru di Dasar Lautan Florida

Tekno | Senin, 27 Juli 2020 | 15:15 WIB

Wadidaw! Awan Debu Besar dari Gurun Sahara Bisa Hantam AS Minggu Depan

Wadidaw! Awan Debu Besar dari Gurun Sahara Bisa Hantam AS Minggu Depan

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2020 | 13:15 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×