facebook

Tengkorak Manusia Berusia 8.000 Tahun Ditemukan Tak Sengaja Pembuat Kayak

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Tengkorak Manusia Berusia 8.000 Tahun Ditemukan Tak Sengaja Pembuat Kayak
Ilustrasi tengkorak. (Shutterstock)

Sepasang pembuat kayak (perahu kecil) tak sengaja menemukan pecahan tengkorak di dekat Sungai Minnesota pertama kali pada 2021.

Suara.com - Sepasang pembuat kayak (perahu kecil) tak sengaja menemukan pecahan tengkorak di dekat Sungai Minnesota pertama kali pada 2021.

Pihak berwenang setempat mengira itu adalah petunjuk baru untuk kasus orang hilang, namun pemeriksaan forensik terbaru mengungkapkan bahwa tulang tengkorak itu berusia 8.000 tahun.

Tengkorak itu memberikan petunjuk tentang kehidupan penduduk asli Amerika pada periode Archaic, yang berlangsung sekitar 8.000 hingga 1.000 tahun lalu.

Pemeriksaan tengkorak mengungkapkan bahwa itu milik seorang lelaki yang hidup antara 5.500 hingga 6.000 SM.

Baca Juga: Makam Langka Berusia 2.300 Tahun Ditemukan, Simpan Sebagian Tubuh yang Dikremasi

Kantor kepala polisi daerah awalnya mengunggah foto fragmen tengkorak di media sosial, tetapi menghapus gambar itu karena ditegur oleh Minnesota Indian Affairs Council.

Kelompok tersebut keberatan dengan fakta bahwa dewan dan arkeolog negara bagian, bukan pihak yang pertama kali diberitahu tentang penemuan tengkorak itu, seperti yang ditulis dalam undang-undang negara bagian.

Ilustrasi olahraga air, kayak. (Shutterstock)
Ilustrasi perahu kayak. (Shutterstock)

Penemuan tengkorak tersebut akan diserahkan kepada pejabat suku Upper Sioux Community.

Dilansir dari Live Science, Selasa (24/5/2022), pemeriksaan forensik mencakup analisis kimia dari jumlah dan jenis karbon yang ditemukan di tengkorak.

Analisis ini menunjukkan bahwa lelaki itu pernah memakan ikan, jagung, dan sorgum. Namun, sangat sedikit informasi yang diketahui tentang periode waktu di mana lelaki ini hidup di wilayah tersebut.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Kuil Kuno Dewa Zeus di Mesir

"Tetapi dia mungkin mencari makan secara lokal, hidup dari pola makan tumbuhan, rusa, penyu, dan kerang," kata Kathleen Blue, profesor dan ketua departemen antropologi di Minnesota State University.

Komentar