facebook

Penelitian: iPhone Paling Rentan Diretas, Begini Penjelasannya

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Penelitian: iPhone Paling Rentan Diretas, Begini Penjelasannya
Ilustrasi iPhone. [Pexels/Pixabay]

iPhone Apple jadi ponsel paling rentan diretas (hack) saat dalam kondisi mati (tidak beroperasi).

Suara.com - Sebuah penelitian dari Technical University of Darmstadt, Jerman, mengungkapkan kalau iPhone Apple jadi ponsel paling rentan diretas (hack) saat dalam kondisi mati (tidak beroperasi).

Alasannya, teknologi wireless masih bekerja ketika iPhone dalam keadaan mati.

Saat iPhone dimatikan, sebagian chip nirkabel seperti Bluetooth, Near Field Communications (NFC), dan Ultra Wideband (UWB) tetap berjalan hingga 24 jam.

Kemudian Apple juga memiliki fitur Find My untuk membantu menemukan perangkat apabila hilang atau dicuri.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempered Glass iPhone Demi Perlindungan Maksimal

Ini juga menyediakan akses ke berbagai aset seperti kartu kredit, kartu pelajar, hingga kunci digital.

Sayangnya fitur ini seperti pisau bermata dua lantaran chip nirkabel itu memiliki akses langsung ke elemen keamanan.

Ilustrasi NFC. [Envato]
Ilustrasi NFC. [Envato]

Dengan kata lain, ini berpotensi dimanfaatkan hacker untuk memasang malware di iPhone, bahkan saat sistem iOS tak berjalan.

Chip nirkabel ini juga tetap aktif meski dalam Low Power Mode (LPM). Namun, dukungan LPM ini diimplementasikan pada tingkat hardware.

Artinya, celah ini tidak bisa diperbaiki secara mudah hanya dengan update software, sebagaimana diungkap Gizmochina, Kami (26/5/2022).

Baca Juga: Pengembangan iPhone 14 Terganjal Lockdown di China

Para peneliti kemudian melakukan analisis keamanan fitur LPM yang diperkenalkan dengan iOS 15.

Komentar