Telkom Akan Tetap Berinvestasi di Startup, Meski Banyak yang Tumbang

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 27 Mei 2022 | 22:42 WIB
Telkom Akan Tetap Berinvestasi di Startup, Meski Banyak yang Tumbang
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, [Antara]

Suara.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. akan tetap berinvestasi pada perusahaan rintisan atau startup di tengah gelombang restrukturisasi yang menimpa startup-startup secara global.

"Kalau kita melihat dalam beberapa bulan terakhir ini terjadi restrukturisasi terhadap startup-startup di seluruh dunia, dengan begitu kami akan tetap berinvestasi pada startup-startup," ujar Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam konferensi pers daring di Jakarta, Jumat (27/5/2022).

Ririek juga menambahkan bahwa tentunya Telkom akan lebih berhati-hati atau selektif dalam melakukan investasi di startup-startup.

"Strategi kami pada dasarnya adalah tidak hanya untuk mencari capital gain, namun kami juga mencari peluang sinergi yang dapat diperoleh antara startup tersebut dengan TelkomGroup yakni Telkom dan seluruh anak perusahaan Telkom," katanya.

Dengan demikian, lanjut Dirut Telkom, kalaupun terjadi naik turun harga saham, Telkom yakin masih bisa melakukan monetizing melalui sinergi yang ada.

Dalam kesempatan sama, Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya bahwa investasi Telkom pada startup-startup dilakukan secara selektif.

"Alhamdulillah investasi Telkom di startup seperti disampaikan bapak Direktur Utama Telkom, memang kita lakukan sangat selektif dengan koridor tidak hanya melihat dari sisi valuasinya tetapi juga sinerginya," ujar Budi.

Dari sisi value multiple-nya pada tahun 2021 investasi Telkom di startup 1,6 kali, sehingga cukup menguntungkan dengan realized gain sekitar Rp140 miliar.

"Di samping itu value synergy-nya juga cukup besar di mana pada kuartal I tahun value synergy-nya yang kita dapatkan dari startup Telkom di Telkomsel dan MDI Ventures lebih dari sekitar Rp500 miliar. Dengan demikian ini hasil yang kita lakukan pada startup-startup kita secara keseluruhan hasilnya bagus," kata Budi.

Baca Juga: RUPST Telkom Sepakat Bagi Dividen Rp 14,86 Triliun

Sebelumnya Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David E. Sumual mengatakan saat ini siklus bisnis perusahaan teknologi baik global, regional, maupun Indonesia memang lagi kurang menguntungkan.

Hal itu disebabkan sentimen kenaikan suku bunga oleh The Fed. Bahkan suku bunga The Fed diperkirakan akan terus dikatrol hingga 3,5 persen. Sebelumnya pada saat suku bunga The Fed nol persen, perusahaan startup dan teknologi mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

David menilai, sebenarnya investor pasar modal tak perlu khawatir untuk berinvestasi di emiten teknologi. Selama perusahaan teknologi tersebut masih bisa meningkatkan arus kas, usahanya masih berjalan sangat bagus, dan emiten tersebut masih dapat membuat ekosistemnya tumbuh, tentu prospek saham emiten teknologi masih menjanjikan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI