facebook

Telkom Akan Tetap Berinvestasi di Startup, Meski Banyak yang Tumbang

Liberty Jemadu
Telkom Akan Tetap Berinvestasi di Startup, Meski Banyak yang Tumbang
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, [Antara]

Telkom akan lebih berhati-hati atau selektif dalam melakukan investasi di startup-startup.

Suara.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. akan tetap berinvestasi pada perusahaan rintisan atau startup di tengah gelombang restrukturisasi yang menimpa startup-startup secara global.

"Kalau kita melihat dalam beberapa bulan terakhir ini terjadi restrukturisasi terhadap startup-startup di seluruh dunia, dengan begitu kami akan tetap berinvestasi pada startup-startup," ujar Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam konferensi pers daring di Jakarta, Jumat (27/5/2022).

Ririek juga menambahkan bahwa tentunya Telkom akan lebih berhati-hati atau selektif dalam melakukan investasi di startup-startup.

"Strategi kami pada dasarnya adalah tidak hanya untuk mencari capital gain, namun kami juga mencari peluang sinergi yang dapat diperoleh antara startup tersebut dengan TelkomGroup yakni Telkom dan seluruh anak perusahaan Telkom," katanya.

Baca Juga: RUPST Telkom Sepakat Bagi Dividen Rp 14,86 Triliun

Dengan demikian, lanjut Dirut Telkom, kalaupun terjadi naik turun harga saham, Telkom yakin masih bisa melakukan monetizing melalui sinergi yang ada.

Dalam kesempatan sama, Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya bahwa investasi Telkom pada startup-startup dilakukan secara selektif.

"Alhamdulillah investasi Telkom di startup seperti disampaikan bapak Direktur Utama Telkom, memang kita lakukan sangat selektif dengan koridor tidak hanya melihat dari sisi valuasinya tetapi juga sinerginya," ujar Budi.

Dari sisi value multiple-nya pada tahun 2021 investasi Telkom di startup 1,6 kali, sehingga cukup menguntungkan dengan realized gain sekitar Rp140 miliar.

"Di samping itu value synergy-nya juga cukup besar di mana pada kuartal I tahun value synergy-nya yang kita dapatkan dari startup Telkom di Telkomsel dan MDI Ventures lebih dari sekitar Rp500 miliar. Dengan demikian ini hasil yang kita lakukan pada startup-startup kita secara keseluruhan hasilnya bagus," kata Budi.

Baca Juga: 6 Startup Indonesia yang Sudah Lakukan PHK Massal, dari LinkAja Hingga JD.ID

Sebelumnya Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David E. Sumual mengatakan saat ini siklus bisnis perusahaan teknologi baik global, regional, maupun Indonesia memang lagi kurang menguntungkan.

Komentar