Tundra Siberia Terancam Punah dalam Kurun Waktu 500 Tahun, Waspada

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 08 Juni 2022 | 07:05 WIB
Tundra Siberia Terancam Punah dalam Kurun Waktu 500 Tahun, Waspada
Tundra Siberia. [Livescience]

Suara.com - Tundra Siberia bisa menghilang sekitar pada 2500 jika emisi gas rumah kaca di Bumi tidak dikurangi secara signifikan.

Bahkan dalam skenario kasus terbaik, dua pertiga dari lanskap ini bisa punah.

Para ilmuwan baru-baru ini memprediksi ketika lapisan es tundra mencair.

Kondisi ini disebabkan lepasnya sejumlah besar gas rumah kaca yang tersimpan ke atmosfer, yang berpotensi mempercepat pemanasan di seluruh dunia.

"Hilangnya tundra tidak hanya akan menjadi pukulan bagi keanekaragaman hayati dan budaya manusia, tetapi juga dapat memperburuk pemanasan Arktik," kata Stefan Kruse dari Alfred Wegener Institute (AWI) Helmholtz Center for Polar and Marine Research di Jerman, dikutip dari Live Science, Rabu (8/6/2022).

Pemanasan di Kutub Utara telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, sekitar dua kali lebih cepat dari pemanasan di seluruh dunia.

Emisi rumah kaca. [James Orr/Unsplash]
Emisi rumah kaca. [James Orr/Unsplash]

Menurut Pusat Data Salju dan Es Nasional (NSIDC), antara 1960 dan 2019, suhu udara naik hampir 4 derajat Celcius di seluruh wilayah Arktik.

Pemanasan ini mencairkan lapisan es laut dan mempengaruhi daratan Arktik, di mana salah satu implikasinya adalah hutan larch Siberia.

Seberapa cepat hutan ini akan menggantikan ekosistem tundra yang berumput dan bersemak tidak diketahui.

baca juga

Untuk mengevaluasi bentangan tundra Siberia sepanjang 4.000 km, Kruse dan tim ilmuwan menciptakan model komputer yang dapat memperhitungkan siklus hidup masing-masing pohon.

Mulai dari seberapa jauh pohon dapat menyebarkan benih hingga seberapa tingkat pertumbuhan berdasarkan suhu dan curah hujan.

Jika emisi karbon dikurangi menjadi nol pada 2100 dan kenaikan suhu global tetap di bawah 2 derajat Celcius, hanya 32,7 persen dari tundra Siberia saat ini yang akan tersisa pada 2500.

Namun, jika emisi karbon tidak menurun sampai 2050, tundra Siberia hanya akan tersisa 5,7 persen dari jumlah saat ini, yang pada dasarnya memusnahkan ekosistem.

Jika hal itu terjadi, maka akan berdampak pada kehidupan rusa kutub. Dampaknya kemungkinan juga akan dirasakan oleh manusia.

Budaya asli seperti masyarakat Nenets di Siberia barat laut umum menggembalakan dan berburu rusa.

Ilustrasi emisi karbon dioksida dari industri (Shutterstock).
Ilustrasi emisi karbon dioksida dari industri (Shutterstock).

Penelitian ini memberikan alasan kuat untuk mendorong pengurangan emisi bahan bakar fosil di seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melihat Taman Surya Terapung Terbesar di Jerman

Melihat Taman Surya Terapung Terbesar di Jerman

Foto | Minggu, 24 April 2022 | 16:00 WIB

Intel Janji Akan Pangkas Emisi Gas Rumah Kaca Menjadi Nol pada 2040

Intel Janji Akan Pangkas Emisi Gas Rumah Kaca Menjadi Nol pada 2040

Tekno | Sabtu, 16 April 2022 | 14:16 WIB

Jangan Salah Kaprah! Ketahui Pengertian Efek Rumah Kaca Secara Benar

Jangan Salah Kaprah! Ketahui Pengertian Efek Rumah Kaca Secara Benar

Tekno | Rabu, 09 Desember 2020 | 14:57 WIB

PBB Peringatkan Tingkat Gas Rumah Kaca Masih Capai Rekor Tertinggi

PBB Peringatkan Tingkat Gas Rumah Kaca Masih Capai Rekor Tertinggi

Tekno | Jum'at, 27 November 2020 | 08:59 WIB

Pengertian, Dampak, serta Cara Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Pengertian, Dampak, serta Cara Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2020 | 16:30 WIB

Pemerintah Targetkan Emisi Gas Rumah Kaca Turun 834 Juta Ton pada 2030

Pemerintah Targetkan Emisi Gas Rumah Kaca Turun 834 Juta Ton pada 2030

Tekno | Jum'at, 25 September 2020 | 09:00 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×