Hantu Perempuan Dominasi Film Horor Indonesia Bukti Kentalnya Budaya Patriarki

Liberty Jemadu

Senin, 13 Juni 2022 | 15:59 WIB
Hantu Perempuan Dominasi Film Horor Indonesia Bukti Kentalnya Budaya Patriarki
Badarawuhi, Karakter Hantu Cantik di Film KKN Desa Penari yang Diperankan Aulia Sarah (instagram/kknmovie)

Film-film horor juga selama ini banyak menggambarkan sosok perempuan dalam film horor Indonesia sebagai pemberontak yang sedang menghadapi ketidakadilan yang dilakukan oleh laki-laki, baik secara personal maupun akibat sistem.

Pemberontakan itu sendiri biasanya muncul melalui dua pola narasi. Pertama, pemberontakan secara fisik dengan cara memukul, menghujamkan pisau, dan mencekik leher. Kedua, perlawanan atau pemberontakann dilakukan secara psikologis dengan cara menghantui dan meneror orang yang mencelakainya.

Dengan kata lain, sosok perempuan dalam film horor yang muncul sebagai hantu bertujuan untuk membalas dendam atas ketidakadilan yang mereka terima atas keperempuanan mereka sendiri.

Film horor hampir selalu menampilkan paradoks atas sosok perempuan. Di satu sisi, mereka dikonstruksi sebagai korban, sedangkan di sisi lain, mereka punya sifat layaknya monster. Perempuan dalam film awalnya ditampilkan sebagai korban, lalu kemudian berubah menjadi hantu yang menampilkan sisi monster.
Feminisme direpresentasikan sebagai penyelewangan sistem

Perempuan sebagai hantu dalam film horor juga kerap tampil sebagai peneror dengan berbagai tindakannya yang dianggap menyimpang. Ini termasuk suara tertawa mereka yang keras dan terbahak-bahak, seperti dalam film Kuntilanak (2018).

Tertawa terbahak-bahak atau terkikih-kikih seperti yang dilakukan pemeran hantu perempuan di dalam film, atau tertawa seperti yang dilakukan para setan perempuan dalam banyak budaya, merupakan penanda perempuan sebagai monster.

Ini merupakan alasan mengapa sosok hantu perempuan seperti kuntilanak, sundel bolong, wewe, dan sebagainya memiliki tawa khas tersebut.

Secara historis, representasi perempuan sebagai hantu atau monster ini digunakan untuk menjustifikasi pembatasan terhadap perempuan. Representasi ini menunjukkan bahwa jika perempuan tidak berlaku sebagaimana peran yang telah ditetapkan untuknya, maka ia akan berubah menjadi monster atau sesuatu yang menakutkan dan tidak diterima masyarakat.

Perempuan yang tertawa keras seringkali dianggap tidak diterima secara sosial, kultural, dan seksual. Femininitas perempuan di dalam banyak kebudayaan seringkali dikonstruksi sebagai sesuatu yang mengganggu sistem, identitas, dan tatanan serta tidak taat pada posisi, batas, dan aturan yang ada.

baca juga

Artinya, seksualitas, tubuh dan diri perempuan dalam film horor Indonesia sebenarnya mengalami represi.

Riset kami juga menunjukkan pola naratif yang cenderung seragam, yakni adanya dominasi adegan-adegan eksploitasi perempuan.

Dalam film-film horor pada periode 1970-1999, misalnya, tubuh perempuan mengalami eksploitasi. Film tersebut menonjolkan bagian tertentu seperti dada, pundak, paha, pinggul, dan bokong, serta ekspresi hasrat perempuan terhadap laki-laki melalui gestur dan ekspresi wajah yang vulgar. Selain itu, sosok perempuan juga digambarkan sebagai sosok yang seksi dan agresif.

Terakhir, budaya patriarki mengeksploitasi perempuan dengan cara menempatkannya sebagai objek hasrat laki-laki, sumber masalah, dan korban kekerasan – hal-hal yang membuat protagonis perempuan berubah menjadi sosok hantu dalam film horor.

Sejak awal tahun 2000-an, tepatnya setelah film Jelangkung (2001) yang disebut-sebut sebagai penanda awal mula film horor kontemporer Indonesia, penyajian plot dan gaya naratif film horor Indonesia mulai mengalami pergeseran. Namun, tetap saja perempuan menempati posisi dominan sebagai sumber teror.

Dicari: perspektif progresif untuk industri film horor Indonesia`

Representasi perempuan sebagai hantu atau monster secara historis kerap menjadi justifikasi dan menjadi batasan terhadap peran dan perilaku perempuan. Jika perempuan tidak berlaku sebagaimana peran dan perilaku yang telah ditetapkan untuknya, maka ia akan berubah menjadi monster, hantu atau sesuatu yang menakutkan.

Representasi perempuan yang kurang progresif ini salah satunya disebabkan oleh masih minimnya jumlah sutradara perempuan yang terjun dalam produksi film horor Indonesia, apalagi jika dibandingkan dengan sutradara laki-laki.

Selain itu, meski jumlah sutradara perempuan yang menyutradarai film horor meningkat pada periode pasca 2010, film-film yang mereka sutradarai tidak benar-benar dapat lepas dari kungkungan budaya patriarki dan misogini.

Indistri film saat ini membutuhkan lebih banyak perspektif perempuan yang lebih progresif untuk mewarnai wacana horor Indonesia.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Film Hasut: Teror Horor Psikologis yang Menguji Paranoia dan Realita

Ulasan Film Hasut: Teror Horor Psikologis yang Menguji Paranoia dan Realita

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Review Film It Ends: Sajian Sensasi Horor Psikologis yang Bikin Merinding!

Review Film It Ends: Sajian Sensasi Horor Psikologis yang Bikin Merinding!

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Review Lobang Buaya: Saat Hantunya Cuma Alibi untuk Misteri Pembunuhan Berdarah

Review Lobang Buaya: Saat Hantunya Cuma Alibi untuk Misteri Pembunuhan Berdarah

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Dari Slasher hingga Thriller, Ini 8 Film Horor Netflix di Bulan Halloween

Dari Slasher hingga Thriller, Ini 8 Film Horor Netflix di Bulan Halloween

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Bukan Film Horor Biasa! Conjurig Tawarkan Sisi Lain Cosplayer Jalanan yang Penuh Air Mata

Bukan Film Horor Biasa! Conjurig Tawarkan Sisi Lain Cosplayer Jalanan yang Penuh Air Mata

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Catat Tanggalnya! Sutradara Obsession Siap Rilis Film Horor Komedi 2027

Catat Tanggalnya! Sutradara Obsession Siap Rilis Film Horor Komedi 2027

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Main Bareng Lydi Kandou di Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Lukman Sardi Grogi Setengah Mati

Main Bareng Lydi Kandou di Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Lukman Sardi Grogi Setengah Mati

Entertainment | Selasa, 29 September 2026 | 19:23 WIB

Film Horor Misteri Bisikan Desa Gringsing Siap Menghantui Bioskop Mulai 24 September 2026

Film Horor Misteri Bisikan Desa Gringsing Siap Menghantui Bioskop Mulai 24 September 2026

Entertainment | Senin, 28 September 2026 | 16:10 WIB

Kinaryosih Ungkap Penyesalan Mak Eli Dalam "Putri Jangan Gentayangan Lagi"

Kinaryosih Ungkap Penyesalan Mak Eli Dalam "Putri Jangan Gentayangan Lagi"

Entertainment | Senin, 28 September 2026 | 15:59 WIB

Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film Lobang Buaya, Dalangnya Bikin Penonton Terkecoh

Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film Lobang Buaya, Dalangnya Bikin Penonton Terkecoh

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 15:53 WIB

Terkini

Krisis Air di Bantul, Siswa SD Terpaksa Tayamum karena Tak Bisa Berwudhu

Krisis Air di Bantul, Siswa SD Terpaksa Tayamum karena Tak Bisa Berwudhu

Jogja | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Perbedaan Kulit Wajah Sensitif dan Kulit Iritasi, Kenali Ciri-cirinya

Perbedaan Kulit Wajah Sensitif dan Kulit Iritasi, Kenali Ciri-cirinya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:20 WIB

IHSG Berbalik Menghijau Pagi Ini ke Level 6.039, Pantau EMAS dan PGAS

IHSG Berbalik Menghijau Pagi Ini ke Level 6.039, Pantau EMAS dan PGAS

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Curiga Lampu Tak Mau Nyala, Pemilik Syok Dapati Kabel Rumah Kosongnya Ludes Digasak Maling

Curiga Lampu Tak Mau Nyala, Pemilik Syok Dapati Kabel Rumah Kosongnya Ludes Digasak Maling

Lampung | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:15 WIB

8 Jam Diperiksa Polisi! Betrand Peto Dicecar 54 Pertanyaan Kasus Kekerasan Seksual di Kelab Malam

8 Jam Diperiksa Polisi! Betrand Peto Dicecar 54 Pertanyaan Kasus Kekerasan Seksual di Kelab Malam

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Bawa Polisi, Suami Gerebek Oknum Dokter dan Istrinya di Ruang Kepala Puskesmas Sampang

Bawa Polisi, Suami Gerebek Oknum Dokter dan Istrinya di Ruang Kepala Puskesmas Sampang

Jatim | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Sempat Kabur, Tahanan Kasus Narkoba di Lapas Pasirpengaraian Ditangkap

Sempat Kabur, Tahanan Kasus Narkoba di Lapas Pasirpengaraian Ditangkap

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:04 WIB

Danantara Akan Koleksi Dividen Rp200 Triliun dari BUMN

Danantara Akan Koleksi Dividen Rp200 Triliun dari BUMN

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Dua Arca Kuno Bandung Zoo Kini Kembali ke Pemkot Bandung

Dua Arca Kuno Bandung Zoo Kini Kembali ke Pemkot Bandung

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Industri Alat Medis Dituntut Efisien, Limbah Produksi Jadi Sorotan

Industri Alat Medis Dituntut Efisien, Limbah Produksi Jadi Sorotan

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:57 WIB

×