Indonesia Harus Perkuat Diversifikasi Pangan Lokal, Belajar dari Krisis Pangan Global Saat Ini

Liberty Jemadu

Selasa, 14 Juni 2022 | 14:16 WIB
Indonesia Harus Perkuat Diversifikasi Pangan Lokal, Belajar dari Krisis Pangan Global Saat Ini
Pekerja menjemur daun sukun untuk diolah menjadi produk minuman celup di Sekolah Pengarangan, Imbi, Jayapura, Papua, Jumat (8/4/2022). [ANTARA FOTO/Gusti Tanati/app/wsj]

Dalam mengantisipasi krisis pangan paska pandemi serta efek domino dari konflik di Eropa Timur yang menyebabkan kenaikan harga bahan pangan, diversifikasi pangan dapat dilakukan dengan beberapa cara.

Pertama, pemerintah perlu meningkatkan kapasitas produksi pangan lokal dalam negeri melalui lumbung pangan (food estate) dan poros maritim dunia (world maritime axis).

Sejumlah Program Strategis Nasional telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, di antaranya peningkatan produksi pangan melalui pengembangan food estate.

Selain itu, dalam upaya mempertegas jati diri Indonesia sebagai negara Poros Maritim Dunia, pembangunan proses maritim mulai dari aspek infrastruktur, politik, sosial-budaya, hukum, keamanan, hingga ekonomi pun dicanangkan dalam melindungi sumber daya kelautan dan perikanan.

Meski kedua sektor tersebut, baik di darat maupun di laut, telah dieksekusi secara nasional, namun masih perlu adanya penguatan dalam pemanfaatan teknologi dalam proses hulu-hilir komoditas pertanian dan perikanan.

Porang misalnya, tanaman umbi-umbian pengganti beras yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin dan serat pangan.

Pada proses hulu, pemanfaatan teknik mutasi radiasi sinar gamma dalam perbaikan varietas porang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, kadar glukomanan, ketahanan terhadap hama dan penyakit, dan ketahanan terhadap kekeringan.

Sedangkan pada proses hilir, industrialisasi produk olahan porang, yang bukan hanya berakhir hingga olahan tepung, namun juga produk turunannya, seperti beras porang yang diharapkan dapat mengurangi sampai menutup impor beras shirataki dari luar negeri.

Kedua, pangan fungsional berbasis kearifan lokal yang menitikberatkan pada komoditas unggulan di suatu daerah.

baca juga

Pangan fungsional menurut BPOM adalah pangan olahan yang mengandung satu atau lebih komponen fungsional yang mempunyai fungsi fisiologis tertentu, serta terbukti tidak membahayakan dan bermanfaat bagi kesehatan.

Pangan fungsional tumbuh dan berkembang dengan pesat dalam dekade terakhir ini. Konsumen memilih makanan tidak lagi sebagai pengenyang perut belaka, tapi harus mengandung komposisi gizi yang baik, penampakan, cita rasa yang menarik, dan tentu saja harus memiliki manfaat bagi kesehatan.

Pangan tradisional merupakan olahan pangan berbahan lokal, diolah secara tradisional dengan menggunakan resep warisan turun-temurun, memiliki citarasa spesifik, dikonsumsi secara tradisional, dan telah lama berkembang di daerah atau masyarakat Indonesia.

Klepon goreng ubi ungu, bika ambon ubi, kue lumpur ubi, kolak singkong, dan gethuk ubi ungu, misalnya, merupakan jajanan tradisional berbahan umbi-umbian.

Umbi-umbian, seperti ubi jalar, gembili, ganyong, dan lain sebagainya, berperan sebagai pangan fungsional yang mengandung serat yang tinggi, oligosakarida yang bersifat mengenyangkan, serta bebas dari gluten.

Dengan ketiadaan gluten tersebut, produk olahan tersebut dapat dikonsumsi oleh konsumen yang alergi dan tidak diperbolehkan mengkonsumsi gluten, seperti penderita resisten gluten.

Ketiga, fasilitasi akses teknologi untuk mendukung diversifikasi pangan lokal.

Charles Darwin, naturalis abad ke-19, berpendapat “bukan yang paling kuat dan pintar yang mampu bertahan hidup, tapi yang paling bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.”

Akses hasil inovasi baik oleh pemerintah, perguruan tinggi, maupun swasta perlu diperluas secara sporadis kepada petani, nelayan, dan stakeholder untuk mendorong transformasi pertanian dan perikanan dari pola tradisional menjadi lebih modern guna mendongkrak produktivitas dan menghadapi perubahan iklim.

Misalnya, Smart Greenhouse, merupakan hasil inovasi terbaru pemerintah yang mampu mengendalikan suhu microclimate pada sebuah lahan pertanian modern untuk menghasilkan produksi pangan berkualitas yang berbasis pada konsumsi dalam negeri serta peningkatan ekspor.

Selain itu, pada sektor perikanan budidaya, pemanfaatan kecerdasan buatan diaplikasikan untuk menganalisis kualitas air, perubahan lingkungan, hingga mengetahui kondisi ikan.

Integrasi sistem kecerdasan buatan dengan kamera bawah air dapat mengetahui pemberian pakan secara presisi sesuai dengan bobot ikan tersebut.

Keberhasilan diversifikasi tidak saja akan memperkuat ketahanan pangan, tapi juga akan bermanfaat bagi penghematan devisa negara jutaan dolar per tahunnya yang berarti juga meringankan beban keuangan negara.

Berbagai program terkait diversifikasi pangan yang sudah dilaksanakan sejak lama oleh pemerintah seharusnya dapat dilaksanakan secara konsisten dan diperbesar sasaran dan volume kegiatannya.

Dengan demikian, di tengah ketidakpastian dan ketegangan hubungan antarnegara, dan tingginya rasa nasionalisme terhadap sumber daya oleh setiap negara, sudah seharusnya diversifikasi pangan lokal menjadi solusi dalam menghadapi dinamika ketersediaan pangan dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produksi Sagu Tradisional Tetap Bertahan di Tulehu

Produksi Sagu Tradisional Tetap Bertahan di Tulehu

Foto | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:30 WIB

Mengapa Rendang 120 Daun Kian Sulit Dimasak? Saat Hutan Tak Lagi Dekat dengan Desa

Mengapa Rendang 120 Daun Kian Sulit Dimasak? Saat Hutan Tak Lagi Dekat dengan Desa

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:55 WIB

Penduduk Dunia Tembus 8 MIliar, Bisakah Pangan Lokal Jadi Jawaban Krisis Pangan Global?

Penduduk Dunia Tembus 8 MIliar, Bisakah Pangan Lokal Jadi Jawaban Krisis Pangan Global?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:32 WIB

Pemerintah Harus Kaji Ulang Susu Formula di MBG: Pangan Lokal Lebih Ampuh

Pemerintah Harus Kaji Ulang Susu Formula di MBG: Pangan Lokal Lebih Ampuh

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:46 WIB

Saatnya Kembali ke Akar: Membangun Imunitas dengan Kekayaan Pangan Lokal

Saatnya Kembali ke Akar: Membangun Imunitas dengan Kekayaan Pangan Lokal

Your Say | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:24 WIB

Konflik Timur Tengah, Ketua DPRD DKI Warning Potensi Krisis Pangan di Jakarta

Konflik Timur Tengah, Ketua DPRD DKI Warning Potensi Krisis Pangan di Jakarta

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:06 WIB

Suhu Bumi Naik 75 Persen, Pakar UGM Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem hingga Krisis Pangan

Suhu Bumi Naik 75 Persen, Pakar UGM Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem hingga Krisis Pangan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:56 WIB

Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya

Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:15 WIB

Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi

Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:06 WIB

Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera

Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 07:30 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×