Indonesia di Posisi ke-4, Negara Terbanyak Kena Serangan Malware Selular

Dythia Novianty

Rabu, 22 Juni 2022 | 08:21 WIB
Indonesia di Posisi ke-4, Negara Terbanyak Kena Serangan Malware Selular
Ilustrasi malware. [Shutterstock]

Suara.com - Kaspersky menyoroti ancaman siber terkait lanskap malware seluler di Indonesia di masa sebelum dan setelah pandemi.

Data statistik Kaspersky dari 2019 – 2021 menunjukkan lanskap ancaman malware seluler di Indonesia mengalami penurunan sebesar 32,51 persen.

Selain itu, ancaman malware mobile banking di Indonesia juga mengalami penurunan signifikan yaitu sebesar 75,49 persen dalam tiga tahun terakhir.

Meskipun terjadi penurunan jumlah serangan terhadap pengguna perangkat mobile di Indonesia, namun pengguna jangan lengah.

Para pakar Kaspersky memperingatkan serangan bisa saja menjadi semakin canggih baik serangan malware maupun fungsionalitas perangkat.

Pada periode pelaporan, setelah lonjakan pada semester kedua 2020, aktivitas kejahatan dunia maya
secara bertahap mereda, tidak ada berita global atau kampanye besar, dan topik Covid-19 mulai
memudar.

Serangan Mobile Malware. [Kaspersky]
Serangan Mobile Malware. [Kaspersky]

Pada saat yang sama, pemain baru terus muncul di arena siber karena malware menjadi lebih canggih.

Hal ini menandai penurunan jumlah keseluruhan serangan "dikompensasikan" oleh dampak
yang lebih besar dari serangan yang berhasil.

Produk Kaspersky mendeteksi dan memblokir sebanyak 375.547 deteksi ancaman malware seluler di Indonesia tahun lalu, dengan deteksi terbanyak terjadi pada kuartal dua (April-Juni) dengan 123.602
deteksi.

baca juga

Dari lebih setengah juta (556.482) deteksi ancaman terhadap pengguna Indonesia yang terdeteksi oleh Kaspersky di 2019, ini turun sebesar 32,51 persen pada 2021.

Selain itu, jika dibandingkan dengan 2020, statistik juga menunjukkan sedikit penurunan sebesar
0,90 persen dengan 378.967 seluler ancaman malware terdeteksi pada periode tersebut.

Statistik di atas, meski menurun, masih menempatkan Indonesia sebagai negara ke-4 dengan deteksi
malware seluler terbanyak pada 2021 secara global. Kemudian menyusul Rusia, Ukraina, dan Turki.

Tahun 2021 produk Kaspersky juga mendeteksi sebanyak 301 malware mobile banking terhadap
Indonesia.

Ini adalah penurunan secara umum (75,49 persen) dari 1228 deteksi pada 2019, tetapi juga
meningkat 20,88persen dibandingkan dengan 249 deteksi pada 2020.

Era sebelum pandemi di 2019 menjadi tahun dengan dengan deteksi ancaman mobile tertinggi di
Indonesia.

Ilustrasi mobile banking. [Shutterstock]
Ilustrasi mobile banking. [Shutterstock]

Hal ini terjadi karena beberapa kegiatan besar yang terjadi pada 2019, salah satunya yaitu peringatan satu tahun inisiasi Making Indonesia 4.0, dimana penggunaan teknologi tinggi berbasis teknologi digital ramai digaungkan.

Bagi mereka yang sangat aktif dengan kegiatan digital di perangkatnya hal ini sekaligus membuka peluang bagi para pelaku kejahatan siber untuk masuk.

Lima malware seluler teratas yang dideteksi pada 2021 di Indonesia adalah:

  • Trojan
  • Trojan-Downloader
  • Trojan-Dropper
  • Trojan-Proxy
  • Trojan-SMS

“Masa depan di Asia Tenggara sudah pasti di mobile. Di permukaan, para pelaku kejahatan siber bisa
menjadi terlihat semakin kurang aktif karena menurunnya serangan malware seluler. Namun ini adalah tren global dan bukan berarti kita menjadi lebih aman,” ujar Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.

Namun, dia menambahkan kita harus ingat bahwa saat semakin terbiasa dengan aplikasi pembayaran digital, secara tidak sadar kita menempatkan uang jerih payah kita di dalam perangkat; perangkat yang biasanya tetap rentan terhadap serangan malware sederhana.

Ilustrasi serangan virus Trojan. [Shutterstock]
Ilustrasi serangan virus Trojan. [Shutterstock]

"Di Asia Tenggara masih terdapat gap antara kesadaran akan ancaman dan aksi untuk mencegahnya sehingga kami mendorong para penyedia pembayaran digital dan pembuat regulasi untuk terus membantu mengingatkan pengguna untuk juga selalu melindungi perangkat mobile mereka,” terang Yeo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Aplikasi Edit Foto Jadi Kartun Ini, Bisa Curi Password Facebook

Waspada Aplikasi Edit Foto Jadi Kartun Ini, Bisa Curi Password Facebook

Tekno | Jum'at, 25 Maret 2022 | 15:36 WIB

Diberi Peringatan Kantor Federal Jerman untuk Keamanan Informasi (BSI), Kaspersky Buka Suara

Diberi Peringatan Kantor Federal Jerman untuk Keamanan Informasi (BSI), Kaspersky Buka Suara

Tekno | Selasa, 22 Maret 2022 | 13:07 WIB

Pahami Keamanan Siber Sebelum Lakukan Transformasi Digital

Pahami Keamanan Siber Sebelum Lakukan Transformasi Digital

Tekno | Rabu, 09 Maret 2022 | 22:25 WIB

Industri Manufaktur Jadi Incaran Utama Penjahat Siber Global

Industri Manufaktur Jadi Incaran Utama Penjahat Siber Global

Tekno | Rabu, 09 Maret 2022 | 19:56 WIB

Peneliti Temukan Malware SharkBot di Aplikasi Antivirus Android, Bisa Rampok Rekening Bank

Peneliti Temukan Malware SharkBot di Aplikasi Antivirus Android, Bisa Rampok Rekening Bank

Tekno | Selasa, 08 Maret 2022 | 17:10 WIB

Samsung Diretas Hacker, Ini Deretan Data yang Dicuri

Samsung Diretas Hacker, Ini Deretan Data yang Dicuri

Tekno | Senin, 07 Maret 2022 | 15:37 WIB

Terkini

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:56 WIB

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:29 WIB

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Jatim | Jum'at, 04 September 2026 | 23:16 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Jakarta | Jum'at, 04 September 2026 | 23:04 WIB

Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan

Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 22:59 WIB

Java United FC Tak Gentar Mulai Liga dengan Minus Dua Poin

Java United FC Tak Gentar Mulai Liga dengan Minus Dua Poin

Jawa Tengah | Jum'at, 04 September 2026 | 22:56 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 22:51 WIB

Eks Perawat Culik Bayi di RS Medan Secara Acak untuk Dijual ke Pasutri, Ini Kronologisnya

Eks Perawat Culik Bayi di RS Medan Secara Acak untuk Dijual ke Pasutri, Ini Kronologisnya

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 22:51 WIB

×