facebook

Penanda Kuburan Berusia 1.800 Tahun Ditemukan, Berisi Kutukan

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Penanda Kuburan Berusia 1.800 Tahun Ditemukan, Berisi Kutukan
Penanda kuburan berusia 1.800 tahun, disebut berisi kutukan. [Evgeny Ostrovsky/Israel Antiquities Authority/Livescience]

Para arkeolog menemukan penanda kuburan berusia 1.800 tahun dengan pesan aneh berisi kutukan.

Suara.com - Para arkeolog menemukan penanda kuburan berusia 1.800 tahun dengan pesan aneh berisi kutukan yang ditulis dengan tinta yang tampak seperti darah.

Tim ahli menemukan penanda kuburan tersebut untuk seorang mualaf Yahudi bernama Jacob di Galilea, sebuah wilayah yang membentang di Israel utara dan Lebanon selatan pada tahun lalu.

Menurut Jonathan Price, profesor di Universitas Tel Aviv, Iokobos (Yakub) sang proselit bersumpah pada dirinya sendiri bahwa siapa pun yang membuka kuburan ini akan dikutuk.

"Ini adalah pesan aneh yang ditulis oleh Jacob sendiri dalam bahasa Yunani yang khas," katanya dikutip dari IFL Science, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga: Arkeolog Temukan Lokasi Tempat Kapal Van Der Wijck Diduga Tenggelam

Penanda yang terbuat dari lempengan batu itu memiliki tulisan sebanyak delapan baris, diakhiri dengan kata-kata yang berbunyi, "Yaakov Ha'Ger bersumpah untuk mengutuk siapa pun yang akan membuka kuburan ini, sehingga tidak ada yang akan membukanya."

Pada bagian bawahnya terdapat angka 60 yang ditambahkan oleh orang lain dan diperkirakan mengacu pada usianya.

Penanda kuburan berusia 1.800 tahun, disebut berisi kutukan. [Evgeny Ostrovsky/Israel Antiquities Authority/timesofisrael]
Penanda kuburan berusia 1.800 tahun, disebut berisi kutukan. [Evgeny Ostrovsky/Israel Antiquities Authority/timesofisrael]

Para ahli mengatakan bahwa penanda ditulis menggunakan tinta berwarna merah yang terlihat seperti darah dan menambahkan efek seram.

Ini adalah salah satu dari dua prasasti pertama yang ditemukan di Beit She'arim, dalam 65 tahun terakhir dan satu-satunya penanda kuburan yang secara tegas merujuk pada kuburan mualaf.

"Prasasti itu berasal dari periode Romawi Akhir atau Bizantium Awal, di mana Kekristenan diperkuat. Di sini kami menemukan bukti bahwa masih ada orang yang memilih untuk bergabung dengan Yahudi," ucap Adi Erlich, profesor dari Zinman Institute of Archaeology dan University of Haifa's School of Archaeology.

Baca Juga: Arkeolog: Kepulauan Kei Penting Karena Jembatani Sahul, Wallacea, dan Paparan Sunda

Nama Yaakov Ha'Ger sendiri memiliki arti "orang yang sepenuhnya bertobat".

Komentar