Arkeolog: Kepulauan Kei Penting Karena Jembatani Sahul, Wallacea, dan Paparan Sunda

Liberty Jemadu

Sabtu, 24 Juli 2021 | 17:23 WIB
Arkeolog: Kepulauan Kei Penting Karena Jembatani Sahul, Wallacea, dan Paparan Sunda
Kepulauan Kei di Maluku Tenggara diyakin menjadi jembatan yang membawa manusia awal ke zona Wallacea dan Sahul dari paparan Sunda. [Google Maps]

Suara.com - Arkeolog menyatakan Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku dinilai memiliki posisi penting dan strategis dalam keragaman okupasi manusia prasejarah, karena menghubungkan Wallacea, Sahul, dan paparan Sunda.

Dalam arkeologi, paparan Sunda merupakan daratan Sumatra, Jawa, dan Kalimantan yang di masa lalu masih satu daratan. Sahul merupakan daratan di timur yang kini terbagi menjadi dua daratan Papua dan Australia. Sementara zona Walacea adalah gugusan pulau-pulau Nusa Tenggara hingga Sulawesi.

Para arkeolog percaya bahwa manusia awalnya tiba di Sahul dan Wallacea dari Paparan Sunda - semenjak mereka pertama kali meninggalkan Tanah Air di Afrika - sekitar 185.000 tahun silam.

"Informasi tentang arkeologi prasejarah Kei belum maksimal, sehingga perlu untuk dikaji lebih mendalam. Ekskavasi perlu dilakukan untuk mengetahui keberagaman okupasi manusia di sana," kata Arkeolog dari Balai Arkeologi Maluku Lucas Wattimena di Ambon, Jumat (24/7/2021).

Menurut dia, Kepulauan Kei menarik untuk diteliti lebih lanjut terkait masa prasejarah di kawasan Wallacea. Posisinya strategis karena menghubungkan Wallacea Sahul dan Sunda sebagai bagian dari geografis Asia Tenggara. Kondisi itu menjadi pondasi dasar dalam merekonstruksi kebudayaan di sana.

Banyak peneliti dan arkeolog, tidak hanya dari Indonesia yang tertarik meneliti terkait manusia dan tradisi masa prasejarah di Kepulauan Kei, tapi belum semua informasi dan cakupan wilayah dibahas dari aspek-aspek budaya bendawi.

Balai Arkeologi Maluku pertama kali melakukan penelitian survei potensi arkeologis di wilayah Kepulauan Kei, pada 2007. Saat itu tim survei yang dipimpin Arkeolog Marlon Ririmasse menemukan beberapa tinggalan berciri masa megalitikum (zaman batu besar).

Sembilan tahun setelahnya, penelitian di Kepulauan Kei dilanjutkan dengan mengangkat tema kemaritiman oleh Arkeolog Lucas Wattimena, dan Arkeolog Wuri Handoko dengan isu terkait jejak islamisasi pada 2018.

Hingga 2019, sedikitnya ada empat kali penelitian dengan isu yang berbeda-beda oleh Balai Arkeologi Maluku di wilayah tersebut. Pada penelitian terakhir pada Maret 2019 arkeolog menemukan ratusan gambar cadas purbakala.

baca juga

"Penelitian tentang gambar cadas di Kepulauan Maluku belum memberikan kejelasan tentang bagaimana hubungan gambar tersebut dengan manusia pendukungnya, baik dari sisi pengetahuan, teknologi maupun kosmologi masyarakat," ujar Lucas.

Dikatakannya lagi, jika dilihat dari potensi arkeologis di Kepulauan Kei, baik dari sisi tinggalan budaya dan jejak sejarah, perlu ditinjau lebih mendalam dalam, terutama rekam budaya dan tradisi manusia prasejarah, dan pengaruhnya hingga masa kini.

Selain itu, penanggalan terhadap gambar-gambar cadas juga perlu dilakukan untuk mengetahui kronologi pasti masa okupasi manusia di masa lalu, dan hubungannya dengan peradaban saat ini.

"Secara geografis wilayah tersebut menghubungkan pulau-pulau di Seram Timur, berhadapan dengan Laut Banda, dan Papua Barat bagian Selatan, bisa jadi semua ada kaitannya," tutup Lucas. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia

Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:05 WIB

5 Fakta Mengejutkan di Balik Penemuan Punden Berundak Raksasa di Cibalay Bogor

5 Fakta Mengejutkan di Balik Penemuan Punden Berundak Raksasa di Cibalay Bogor

Lifestyle | Selasa, 23 Desember 2025 | 16:50 WIB

The 14th Borobudur Writers and Cultural Festival 2025, Mengenang Arkeolog Uka Tjandrasasmita

The 14th Borobudur Writers and Cultural Festival 2025, Mengenang Arkeolog Uka Tjandrasasmita

Lifestyle | Rabu, 12 November 2025 | 15:57 WIB

Misteri Abad ke-20 Terpecahkan: Lubang Aneh di Peru Diduga sebagai Pasar Kuno

Misteri Abad ke-20 Terpecahkan: Lubang Aneh di Peru Diduga sebagai Pasar Kuno

Tekno | Selasa, 11 November 2025 | 18:45 WIB

Himne Babilonia Berusia 3.000 Tahun Berhasil Diungkap Peneliti

Himne Babilonia Berusia 3.000 Tahun Berhasil Diungkap Peneliti

Lifestyle | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 17:33 WIB

Misteri Gunung Padang Makin Terkuak, Pilar Ruang Bawah Tanah dan Struktur Raksasa Ditemukan!

Misteri Gunung Padang Makin Terkuak, Pilar Ruang Bawah Tanah dan Struktur Raksasa Ditemukan!

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 22:00 WIB

5 Misteri Terbesar Gunung Padang yang Siap Dibongkar Tim Arkeolog Nasional

5 Misteri Terbesar Gunung Padang yang Siap Dibongkar Tim Arkeolog Nasional

News | Senin, 28 Juli 2025 | 21:35 WIB

Biodata Navarone Foor, Pemain Keturunan Belanda-Pulau Kei Tiba-tiba Jadi WNI

Biodata Navarone Foor, Pemain Keturunan Belanda-Pulau Kei Tiba-tiba Jadi WNI

Bola | Kamis, 03 April 2025 | 17:12 WIB

Mesir Temukan Makam Kerajaan Pertama dalam 100 Tahun Terakhir

Mesir Temukan Makam Kerajaan Pertama dalam 100 Tahun Terakhir

Tekno | Minggu, 16 Maret 2025 | 08:35 WIB

Terungkap Misteri Jejak Kaki Berusia 4.000 Tahun di Dekat Pompeii

Terungkap Misteri Jejak Kaki Berusia 4.000 Tahun di Dekat Pompeii

Tekno | Selasa, 11 Februari 2025 | 16:15 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×