Akses Data Perusahaan di Dark Web Senilai Rp 30 Juta

Dythia Novianty

Selasa, 28 Juni 2022 | 05:50 WIB
Akses Data Perusahaan di Dark Web Senilai Rp 30 Juta
Ilustrasi Dark Web. [Matryx/Pixabay]

Suara.com - Riset Kaspersky mengungkap adanya permintaan tinggi di Dark Web, tidak hanya untuk data yang didapatkan dari serangan siber, tetapi juga data dan layanan yang diperlukan untuk melakukan serangan.

Setelah pelaku serangan siber mendapatkan akses ke infrastruktur perusahaan, mereka bisa menjual akses itu ke penjahat siber lain, misalnya ke pelaku ransomware.

Serangan seperti ini menimbulkan kerugian finansial signifikan, jatuhnya nama perusahaan yang menjadi sasaran serangan, dan bisa mengakibatkan terhentinya pekerjaan atau mengganggu proses bisnis.

Para peneliti Kaspersky menganalisa lebih dari 200 postingan di Dark Web, menawarkan untuk membeli informasi akses awal di forum perusahaan.

Kebanyakan postingan (75 persen) menjual akses RDP (Remote Desktop).

Mereka menyediakan akses ke desktop atau aplikasi dengan host jarak jauh, yang memungkinkan penjahat siber mengonek, mengakses, dan mengendalikan data dan sumber daya perusahaan, melalui host jarak jauh seakan-akan karyawan perusahaan mengendalikan data secara lokal atau dari dalam perusahaan.

Jumlah postingan yang menjual akses RDP, VNC, SQL, dan lain-lain. [Kaspersky]
Jumlah postingan yang menjual akses RDP, VNC, SQL, dan lain-lain. [Kaspersky]

Harga untuk informasi akses awal bervariasi mulai dari beberapa ratus dolar hingga ratusan ribu dolar.

Tidaklah mengejutkan, penentu utama tingginya harga dari postingan penawaran yang dianalisa adalah pendapatan dari target serangan.

Harga juga bisa berbeda bergantung dari industri dan wilayah operasi perusahaan.

baca juga

Data akses untuk infrastruktur perusahaan besar biasanya berkisar 2.000 dolar AS hingga 4.000 dolar AS (Rp 30 hingga 60 juta), yang terbilang cukup murah.

Sebenarnya, tidak ada batasan dari harga yang ditawarkan. Data perusahaan dengan pendapatan 465 juta dolar AS bisa ditawarkan seharga 50 ribu dolar AS (Rp 741 juta).

Salah satu komponen paling penting dalam penentuan harga akses awal adalah jumlah uang yang bisa didapat pelaku dari serangan menggunakan akses tersebut.

Ada alasan mengapa pelaku ransomware siap membayar ribuan, bahkan puluhan ribu dolar, demi bisa menyusup ke jaringan perusahaan.

Perusahaan yang menjadi sasaran bisa merugi hingga jutaan dolar. Pelaku ransomware paling aktif tahun lalu diperkirakan menerima transfer dana 5,2 miliar dolar AS dalam tiga tahun terakhir.

Selain mengenkripsi data perusahaan, penjahat siber juga mencuri data tersebut. Mereka kemudian akan memosting data curian itu di blog mereka, sebagai bukti dan daya tawar ekstra.

Variasi harga yang ditawarkan untuk akses awal perusahaan. [Kaspersky]
Variasi harga yang ditawarkan untuk akses awal perusahaan. [Kaspersky]

Mereka menggunakannya untuk mengancam akan memosting lebih banyak data bila perusahaan tidak
membayar tebusan yang mereka minta dalam jangka waktu tertentu.

Pakar keamanan Kaspersky, Sergey Shcherbel melihat, komunitas penjahat siber telah berevolusi, tidak hanya dari sisi teknis tetapi juga dari sudut pandang organisasi mereka.

Menurutnya, kelompok ransomware saat ini lebih terlihat seperti industri yang menjual layanan dan produk.

"Kami terus menerus memonitor forum darknet untuk mendeteksi tren dan taktik terbaru penjahat siber bawah tanah," ujar dia dalam keterangan resminya, Selasa (28/6/2022).

Sergey Shcherbel melihat adanya peningkatan pasar akan data yang dibutuhkan untuk melakukan serangan.

Pendapatnya, mampu melihat berbagai sumber daya di dark web menjadi penting bagi perusahaan yang ingin memperkaya intelijen ancaman.

"Informasi cepat terkait serangan yang direncanakan, diskusi seputar kerentanan, dan kejadian kebocoran data akan membantu mengurangi attack surface (jumlah titik yang bisa menjadi sumber kebocoran data) dan mengambil langkah yang tepat,” jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hampir 12 Juta Ancaman Online Targetkan Pengguna di Indonesia Kuartal I 2022

Hampir 12 Juta Ancaman Online Targetkan Pengguna di Indonesia Kuartal I 2022

Tekno | Rabu, 27 April 2022 | 08:32 WIB

Indonesia Hadapi Lebih dari 11 Juta Serangan Siber di Triwulan Pertama 2022

Indonesia Hadapi Lebih dari 11 Juta Serangan Siber di Triwulan Pertama 2022

Tekno | Selasa, 26 April 2022 | 14:44 WIB

Apa Itu Dark Web? Lapisan Internet Paling Mengerikan

Apa Itu Dark Web? Lapisan Internet Paling Mengerikan

Tekno | Selasa, 26 April 2022 | 09:18 WIB

Fitur Terbaru Kaspersky Bikin Nonton YouTube Makin Aman untuk Anak-anak

Fitur Terbaru Kaspersky Bikin Nonton YouTube Makin Aman untuk Anak-anak

Tekno | Jum'at, 22 April 2022 | 19:50 WIB

LinkedIn Jadi Tempat Terbanyak Terjadinya Serangan Phising

LinkedIn Jadi Tempat Terbanyak Terjadinya Serangan Phising

Tekno | Jum'at, 22 April 2022 | 14:14 WIB

Kaspersky: Jerman Jadi Negara Terdampak Stalkerware di Eropa

Kaspersky: Jerman Jadi Negara Terdampak Stalkerware di Eropa

Tekno | Rabu, 20 April 2022 | 09:55 WIB

Terkini

Nekat Serang Polisi Saat Disergap, Tiga Bandit di Tulang Bawang Didor: Terbongkar Terlibat 10 Kasus

Nekat Serang Polisi Saat Disergap, Tiga Bandit di Tulang Bawang Didor: Terbongkar Terlibat 10 Kasus

Lampung | Sabtu, 07 November 2026 | 16:41 WIB

Apakah CPNS 2026 Akan Dibuka? Catat Syarat, Dokumen, dan Bocoran Formasinya

Apakah CPNS 2026 Akan Dibuka? Catat Syarat, Dokumen, dan Bocoran Formasinya

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:38 WIB

LPS Tetapkan Syarat Ketat Perusahaan Peserta Penjaminan Polis Asuransi, Berlaku Juli 2027

LPS Tetapkan Syarat Ketat Perusahaan Peserta Penjaminan Polis Asuransi, Berlaku Juli 2027

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 16:36 WIB

TNI Sempat Minta OPM Menyerah Sebelum Kontak Tembak 45 Menit di Yahukimo

TNI Sempat Minta OPM Menyerah Sebelum Kontak Tembak 45 Menit di Yahukimo

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:32 WIB

Dari Jurnal Hilang, Berakhir dengan Jatuh Hati: Dilema di Novel Obliviate

Dari Jurnal Hilang, Berakhir dengan Jatuh Hati: Dilema di Novel Obliviate

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:30 WIB

Don't Try This at Home! Dokter Hewan Ini Berhasil Hidupkan Anjing Henti Jantung

Don't Try This at Home! Dokter Hewan Ini Berhasil Hidupkan Anjing Henti Jantung

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 16:27 WIB

Pasar Otomotif China Diprediksi Minus pada 2027 Bos Geely Fokus Genjot Ekspor

Pasar Otomotif China Diprediksi Minus pada 2027 Bos Geely Fokus Genjot Ekspor

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 16:25 WIB

Tak Bela Gibran di Deklarasi Buruh, Said Iqbal: Masa Kami Bela yang Tak Diserang?

Tak Bela Gibran di Deklarasi Buruh, Said Iqbal: Masa Kami Bela yang Tak Diserang?

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:16 WIB

Sisi Gelap Tren Renting Generation: Hemat di Awal, Boncos di Akhir?

Sisi Gelap Tren Renting Generation: Hemat di Awal, Boncos di Akhir?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:15 WIB

Body Butter vs Body Lotion Mustika Ratu, Cek Manfaat dan Cara Pakai yang Benar

Body Butter vs Body Lotion Mustika Ratu, Cek Manfaat dan Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 16:10 WIB

×