facebook

NASA Akan Pelajari Lubang Hitam Monster di Bimasakti lewat JWST

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
NASA Akan Pelajari Lubang Hitam Monster di Bimasakti lewat JWST
James Webb Space Telescope. [NASA}

NASA berencana mempelajari lubang hitam monster, yang ada di pusat Bimasakti menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST).

Suara.com - NASA berencana mempelajari lubang hitam monster, yang ada di pusat Bimasakti menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) atau dikenal juga sebagai teleskop penerus Hubble.

Di antara banyak tugas yang dijadwalkan untuk tahun pertama misinya, JWST harus bekerja sama dengan Event Horizon Telescope (EHT), rangkaian observatorium global yang menerbitkan foto lubang hitam pertama pada April 2019.

EHT mengulangi prestasi tersebut pada Mei ketika merilis potret pertama Sagitarius A*, lubang hitam supermasif di pusat Bimasakti.

Sagitarius A* adalah objek yang rumit untuk dipelajari karena bintik-bintik di sepanjang cakrawala peristiwanya, tiba-tiba menembakkan partikel dengan kecepatan hampir cahaya.

Baca Juga: Baru Diluncurkan, Teleskop Antariksa James Webb Ditabrak Batu Luar Angkasa

Cakrawala peristiwa lubang hitam adalah titik di mana tidak ada apa pun, bahkan cahaya yang dapat melarikan diri.

Ledakan partikel tersebut dapat terjadi empat atau lima kali sehari, membuat Sagitarius A* menjadi objek yang tidak pasti.

Foto lubang hitam Sagittarius A yang berhasil dipotret oleh jaringan Event Horizon Telescope, Dirilis pada Kamis (12/5/2022). [AFP]
Foto lubang hitam Sagittarius A yang berhasil dipotret oleh jaringan Event Horizon Telescope, Dirilis pada Kamis (12/5/2022). [AFP]

"Kami masih belum tahu bagaimana ledakan ini dihasilkan. Suar adalah partikel seperti sinar kosmik yang bergerak mendekati kecepatan cahaya," kata Farhad Yusef-Zadeh, astronom di Northwestern University yang secara khusus meneliti Sagitarius A*.

Menurutnya, pasti ada sesuatu yang benar-benar mempercepatnya hingga mendekati kecepatan cahaya dan kita masih belum tahu apa itu.

Setiap sura pertama kali terlihat dalam cahaya inframerah, tetapi seiring waktu sinyal membentang menjadi radiasi submilimeter.

Baca Juga: Teleskop JWST Akan Rilis Gambar Pertama Bulan Depan

Secara kebetulan, itu adalah radiasi submilimeter yang dikumpulkan oleh EHT untuk menghasilkan gambar lubang hitam.

Komentar