Ledakan Paling Kuat di Alam Semesta, Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Langka

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 01 April 2021 | 15:30 WIB
Ledakan Paling Kuat di Alam Semesta, Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Langka
Lubang hitam supermasif. [ESO]

Suara.com - Sebagian besar lubang hitam yang telah diamati berukuran seperti bintang (100 kali atau lebih massa Matahari) atau supermasif (jutaan hingga miliaran kali Matahari).

Namun, lubang hitam dengan massa menengah lebih langka dan sulit dipahami.

Tetapi, sekarang para astronom telah menemukan lubang hitam tersebut berkat ledakan sinar gamma yang disebut sebagai ledakan paling kuat di alam semesta.

Ledakan sinar gamma adalah pelepasan energi yang luar biasa dari supernova yang sangat terang atau bintang yang bergabung.

Cahaya dari salah satu peristiwa ini secara kebetulan sejajar dengan lubang hitam. Karena massanya yang sangat besar, lubang hitam membelokkan ruang-waktu di sekitarnya.

Lengkungan dari pembelokan tersebut menciptakan lensa gravitasi, di mana cahaya semburan sinar gamma diperbesar dan terdistorsi oleh keberadaan lubang hitam ini.

Lubang hitam langka. [Eurakalert]
Lubang hitam langka. [Eurakalert]

Hal ini memungkinkan para peneliti untuk membuat beberapa perkiraan tentang sifat dari objek tersebut.

Menurut Nature Astronomy, tim ahli memperkirakan lubang hitam itu memiliki massa sekitar 55.000 kali massa Matahari.

Tak hanya itu, tim juga dapat memperkirakan berapa banyak lubang hitam dengan massa menengah ini ada di alam semesta.

baca juga

Para ilmuwan memperkirakan bahwa ada beberapa ribu lubang hitam seperti ini dalam megaparsec kubik. Dengan kata lain, mungkin ada lebih dari 40.000 lubang hitam seperti itu di sekitar Bimasakti.

"Dengan menggunakan kandidat lubang hitam baru ini, kami dapat memperkirakan jumlah total objek ini di alam semesta," kata Rachel Webster, profesor dari University of Melbourne, dikutip dari IFL Science, Kamis (1/4/2021).

Menemukan kandidat lubang hitam bermassa menengah penting untuk memahami populasi objek yang sangat misterius ini.

Proses terjadinya lubang hitam langka. [Nature.com]
Proses terjadinya lubang hitam langka. [Nature.com]

Para ilmuwan percaya bahwa lubang hitam ini adalah benih yang tumbuh menjadi lubang hitam supermasif yang ditemukan di pusat galaksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih Tua dari Stonehenge, Ilmuwan Ungkap Patung Kayu Tertua di Dunia

Lebih Tua dari Stonehenge, Ilmuwan Ungkap Patung Kayu Tertua di Dunia

Tekno | Rabu, 24 Maret 2021 | 07:30 WIB

Tidak Terlihat di Alam Liar, Spesies Baru Udang Ditemukan di Akuarium

Tidak Terlihat di Alam Liar, Spesies Baru Udang Ditemukan di Akuarium

Tekno | Selasa, 23 Maret 2021 | 14:30 WIB

Ini Terjadi saat Lubang Hitam Bimasakti dan Andromeda Bertabrakan

Ini Terjadi saat Lubang Hitam Bimasakti dan Andromeda Bertabrakan

Tekno | Selasa, 23 Maret 2021 | 10:00 WIB

Duh! Ilmuwan Ungkap 3 Juta Masker Penutup Wajah Dibuang Setiap Menit

Duh! Ilmuwan Ungkap 3 Juta Masker Penutup Wajah Dibuang Setiap Menit

Tekno | Senin, 22 Maret 2021 | 16:00 WIB

Wabah Ebola Merebak Lagi di Guinea, Ini Alasannya Menurut Ilmuwan

Wabah Ebola Merebak Lagi di Guinea, Ini Alasannya Menurut Ilmuwan

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 22:55 WIB

Dukung Inovasi Dalam Negeri, Ilmuwan Minta Perangai Ilmiah Diperkuat

Dukung Inovasi Dalam Negeri, Ilmuwan Minta Perangai Ilmiah Diperkuat

Lifestyle | Rabu, 17 Maret 2021 | 01:05 WIB

Terkini

Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari

Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 16:50 WIB

Cara Menghitung Luas Tembereng Lingkaran Jika Diketahui Sudut Pusat

Cara Menghitung Luas Tembereng Lingkaran Jika Diketahui Sudut Pusat

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 16:49 WIB

Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Dikhawatirkan Jadi Celah Transaksi Judol

Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Dikhawatirkan Jadi Celah Transaksi Judol

News | Minggu, 13 September 2026 | 16:49 WIB

Respon Usulan CFD Jakarta Digelar Sabtu-Minggu, Pramono Anung Buka Suara

Respon Usulan CFD Jakarta Digelar Sabtu-Minggu, Pramono Anung Buka Suara

News | Minggu, 13 September 2026 | 16:43 WIB

Kuliner Sunda Naik Kelas, Bumi Lembur Kuring Hadir di Tengah Kawasan Premium Jakarta Selatan

Kuliner Sunda Naik Kelas, Bumi Lembur Kuring Hadir di Tengah Kawasan Premium Jakarta Selatan

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 16:38 WIB

Nikmati Cashback 10 Persen di MANARAI Lewat QRIS BRImo, Cek Syaratnya

Nikmati Cashback 10 Persen di MANARAI Lewat QRIS BRImo, Cek Syaratnya

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 16:36 WIB

Bentuk Satgas Khusus, Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Bikin Desa Untung

Bentuk Satgas Khusus, Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Bikin Desa Untung

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 16:28 WIB

Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah

Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 16:20 WIB

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 16:17 WIB

Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes

Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 16:14 WIB

×