facebook

TikTok Akui Karyawannya di China Bisa Akses Data Pengguna

Dythia Novianty | Dicky Prastya
TikTok Akui Karyawannya di China Bisa Akses Data Pengguna
Ilustrasi TikTok. (Pixabay/nikuga)

Beberapa karyawannya di China dapat mengakses informasi dari pengguna TikTok di Amerika Serikat.

Suara.com - CEO TikTok, Shou Zi Chew mengakui kalau beberapa karyawannya di China dapat mengakses informasi dari pengguna TikTok di Amerika Serikat, seperti video hingga komentar.

Ia mengklaim kalau data-data itu tidak dibagikan ke pemerintah China dan memiliki tingkat kontrol keamanan ketat, seperti dikutip dari Phone Arena, Selasa (5/7/2022).

Chew juga menambahkan informasi yang dapat diakses oleh karyawan di luar AS bersifat tidak sensitif.

Berbagi informasi ini dilakukan demi membantu memastikan interoperabilitas global.

Baca Juga: Viral Lelaki Tunanetra Penjual Kacang Rebus Salat di Depan Minimarket, Bikin Kagum

Tanggapan Chew ini sekaligus menjawab tuduhan senator AS yang mengatakan kalau para karyawan TikTok di China dapat mengakses data pengguna AS.

Ia juga menuding kalau informasi tersebut juga dibagikan ke pemerintah China.

Ilustrasi Data Pribadi
Ilustrasi Data Pribadi

Tanggapan Chew justru menimbulkan lebih banyak kritik dari anggota parlemen AS terkait kebijakan berbagi data TikTok.

"Tanggapan TikTok menegaskan ketakutan kami tentang pengaruh Partai Komunis China. di perusahaan itu. Perusahaan yang dikelola China seharusnya sudah bersih sejak awal, tetapi berusaha menutupi pekerjaannya secara rahasia," kata Senator dari Partai Republik AS, Marsha Blackburn.

"Orang Amerika perlu tahu jika mereka menggunakan TikTok, apakah pemerintah Komunis China dapat menyimpan informasi mereka," tambah dia.

Baca Juga: Ngakak! Nasi Goreng Menggumpal Sekeras Baja, Warganet: Nasgor Frozen

Konflik TikTok dengan AS ini pertama kali mencuat ketika seorang pejabat Federal Communication Commission (FCC) Amerika Serikat meminta Google dan Apple untuk menghapus TikTok dari toko aplikasi.

Komentar