facebook

Gunung Berapi Tonga Pecahkan Rekor Menghasilkan Gelombang Atmosfer Tercepat

Dythia Novianty
Gunung Berapi Tonga Pecahkan Rekor Menghasilkan Gelombang Atmosfer Tercepat
Letusan gunung api bawah laut yang memicu tsunami Tonga pada Sabtu (15/1/2022). Foto hasil rekaman satelit Himawari-8 milik Jepang. [Institut Informasi dan Komunikasi Nasional Jepang/AFP]

Letusan besar dari gunung berapi Tonga bawah laut di Pasifik awal tahun ini menghasilkan ledakan yang sangat kuat.

Suara.com - Letusan besar dari gunung berapi Tonga bawah laut di Pasifik awal tahun ini menghasilkan ledakan yang sangat kuat, mengirimkan gelombang tekanan besar yang beriak melalui atmosfer dan di seluruh dunia.

Sebuah studi baru menemukan, gelombang ini adalah yang tercepat yang pernah diamati di atmosfer Bumi, mencapai kecepatan 720 mil (1.158 kilometer) per jam.

"Ini adalah ledakan yang benar-benar besar, dan benar-benar unik dalam hal apa yang telah diamati oleh sains hingga saat ini," tutur penulis utama studi Corwin Wright, seorang Royal Society University Research Fellow yang berbasis di Center for Space, Atmospheric and Oceanic Science di University of Bath in the U.K.

Gelombang atmosfer yang dipicu oleh gunung berapi bergerak dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: XL Axiata Gelar Kabel Bawah Laut Hingga ke Tanjung Pakis

Corwin Wright dan rekan-rekannya menerbitkan temuan mereka Kamis (30/6/2022) di jurnal Nature, dilansir laman Space.com, Kamis (7/7/2022).

Gunung berapi yang dikenal sebagai Hunga Tonga-Hunga Ha'apai atau Hunga, terletak sekitar 40 mil (65 kilometer) barat laut dari ibu kota Tonga, Nuku'alofa dan berada di dalam barisan gunung berapi yang disebut busur vulkanik Tonga-Kermadec.

Letusan Gunung Berapi Tonga. [Eurakalert]
Letusan Gunung Berapi Tonga. [Eurakalert]

Pada 15 Januari, Hunga meletus dan mengirimkan gumpalan gas dan partikel yang menjulang tinggi ke mesosfer, lapisan ketiga atmosfer di atas permukaan Bumi.

Gumpalan tersebut mencapai ketinggian 36 mil (58 km) pada titik tertingginya, menjadikannya gumpalan vulkanik terbesar dalam catatan satelit.

Satu tim peneliti menemukan bahwa gelombang atmosfer yang dihasilkan oleh Hunga, menyaingi yang dihasilkan oleh letusan Krakatau 1883, di Indonesia, salah satu letusan gunung berapi yang paling merusak dalam sejarah.

Baca Juga: Telkom: Jaringan Internet di Merauke Ditargetkan Nornal di Akhir Mei

Gelombang yang dihasilkan oleh kedua gunung berapi serupa karena mencapai amplitudo yang sama dan mengelilingi planet ini dengan jumlah yang sama.

Komentar