Gunung Berapi Tonga Pecahkan Rekor Menghasilkan Gelombang Atmosfer Tercepat

Dythia Novianty

Kamis, 07 Juli 2022 | 08:10 WIB
Gunung Berapi Tonga Pecahkan Rekor Menghasilkan Gelombang Atmosfer Tercepat
Letusan gunung api bawah laut yang memicu tsunami Tonga pada Sabtu (15/1/2022). Foto hasil rekaman satelit Himawari-8 milik Jepang. [Institut Informasi dan Komunikasi Nasional Jepang/AFP]

Suara.com - Letusan besar dari gunung berapi Tonga bawah laut di Pasifik awal tahun ini menghasilkan ledakan yang sangat kuat, mengirimkan gelombang tekanan besar yang beriak melalui atmosfer dan di seluruh dunia.

Sebuah studi baru menemukan, gelombang ini adalah yang tercepat yang pernah diamati di atmosfer Bumi, mencapai kecepatan 720 mil (1.158 kilometer) per jam.

"Ini adalah ledakan yang benar-benar besar, dan benar-benar unik dalam hal apa yang telah diamati oleh sains hingga saat ini," tutur penulis utama studi Corwin Wright, seorang Royal Society University Research Fellow yang berbasis di Center for Space, Atmospheric and Oceanic Science di University of Bath in the U.K.

Gelombang atmosfer yang dipicu oleh gunung berapi bergerak dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Corwin Wright dan rekan-rekannya menerbitkan temuan mereka Kamis (30/6/2022) di jurnal Nature, dilansir laman Space.com, Kamis (7/7/2022).

Gunung berapi yang dikenal sebagai Hunga Tonga-Hunga Ha'apai atau Hunga, terletak sekitar 40 mil (65 kilometer) barat laut dari ibu kota Tonga, Nuku'alofa dan berada di dalam barisan gunung berapi yang disebut busur vulkanik Tonga-Kermadec.

Letusan Gunung Berapi Tonga. [Eurakalert]
Letusan Gunung Berapi Tonga. [Eurakalert]

Pada 15 Januari, Hunga meletus dan mengirimkan gumpalan gas dan partikel yang menjulang tinggi ke mesosfer, lapisan ketiga atmosfer di atas permukaan Bumi.

Gumpalan tersebut mencapai ketinggian 36 mil (58 km) pada titik tertingginya, menjadikannya gumpalan vulkanik terbesar dalam catatan satelit.

Satu tim peneliti menemukan bahwa gelombang atmosfer yang dihasilkan oleh Hunga, menyaingi yang dihasilkan oleh letusan Krakatau 1883, di Indonesia, salah satu letusan gunung berapi yang paling merusak dalam sejarah.

baca juga

Gelombang yang dihasilkan oleh kedua gunung berapi serupa karena mencapai amplitudo yang sama dan mengelilingi planet ini dengan jumlah yang sama.

Tim peneliti lain menemukan bahwa letusan Hunga mengirimkan riak-riak yang berpacu melintasi lautan, menghasilkan meteotsunami kecil yang bergerak cepat.

Artinya, serangkaian gelombang yang didorong oleh gangguan tekanan udara muncul di Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, dan Laut Mediterania.

Dan jauh di atas permukaan bumi, di luar apa yang disebut garis Karman yang menandai tepi ruang sekitar 62 mil (100 km) di atas planet kita, gelombang kejut yang dipicu oleh letusan menimbulkan angin kencang dengan kecepatan hingga 450 mph (720 kph ), Space.com melaporkan.

Sekarang, dengan menggunakan data satelit dan pengamatan permukaan tanah yang serupa, Wright dan rekan penulisnya telah mengonfirmasi bahwa letusan Hunga adalah salah satu peristiwa vulkanik paling eksplosif dalam sejarah modern.

Hasil mereka menunjukkan bahwa gelombang atmosfer yang dihasilkan oleh gunung berapi itu menghantam Bumi setidaknya enam kali dan mencapai kecepatan hingga 1.050 kaki (320 meter) per detik.

Erupsi Gunung Anak Krakatau ( Shutterstock )
Erupsi Gunung Anak Krakatau ( Shutterstock )

"Letusan itu merupakan eksperimen alam yang luar biasa. Data yang telah kami kumpulkan akan meningkatkan pemahaman kami tentang atmosfer kami dan akan membantu kami meningkatkan model cuaca dan iklim kami," ungkap Wright.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Letusan Gunung Berapi Bawah Laut Jadi Penyebab Tsunami Lebih dari 1 Meter Tonga

Letusan Gunung Berapi Bawah Laut Jadi Penyebab Tsunami Lebih dari 1 Meter Tonga

Tekno | Senin, 17 Januari 2022 | 07:17 WIB

5 Makhluk Aneh Ditemukan di Laut Dalam Sepanjang 2021, Ada Spongebob dan Patrick

5 Makhluk Aneh Ditemukan di Laut Dalam Sepanjang 2021, Ada Spongebob dan Patrick

Tekno | Rabu, 29 Desember 2021 | 06:03 WIB

Warga Lembata Diperingatkan untuk Waspadai Erupsi Susulan Gunung Api Bawah Laut

Warga Lembata Diperingatkan untuk Waspadai Erupsi Susulan Gunung Api Bawah Laut

Tekno | Selasa, 30 November 2021 | 13:30 WIB

Gunung Bawah Laut Meletus di Lembata, Ada Potensi Tsunami

Gunung Bawah Laut Meletus di Lembata, Ada Potensi Tsunami

Tekno | Senin, 29 November 2021 | 18:53 WIB

Gunung Api Bawah Laut Meletus di Lembata, Air Laut Sempat Naik

Gunung Api Bawah Laut Meletus di Lembata, Air Laut Sempat Naik

Tekno | Senin, 29 November 2021 | 15:13 WIB

Telkom: Perbaikan Kabel Bawah Laut Jasuka Sudah Rampung

Telkom: Perbaikan Kabel Bawah Laut Jasuka Sudah Rampung

Tekno | Rabu, 06 Oktober 2021 | 00:11 WIB

Terkini

Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru

Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:11 WIB

Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman

Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:05 WIB

Indonesia Siapkan Strategi Geopolitik Digital, Chip dan Mineral Kritis Jadi Andalan

Indonesia Siapkan Strategi Geopolitik Digital, Chip dan Mineral Kritis Jadi Andalan

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:41 WIB

Shopee - Meta, Kreator Instagram Kini Bisa Dapat Komisi dari Reels dan Feed Lewat Program Afiliasi

Shopee - Meta, Kreator Instagram Kini Bisa Dapat Komisi dari Reels dan Feed Lewat Program Afiliasi

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:18 WIB

Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?

Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:06 WIB

6 Fitur Wajib HP Kelas Menengah untuk Gaming, Lancar Tanpa Lag

6 Fitur Wajib HP Kelas Menengah untuk Gaming, Lancar Tanpa Lag

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:42 WIB

Quantum Accelerator Pertama di Singapura Resmi Diluncurkan, Startup Indonesia Masuk Daftar

Quantum Accelerator Pertama di Singapura Resmi Diluncurkan, Startup Indonesia Masuk Daftar

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:27 WIB

8 HP Murah dengan Kamera Terbaik untuk Fotografi Ringan 2026, Hasil Jernih

8 HP Murah dengan Kamera Terbaik untuk Fotografi Ringan 2026, Hasil Jernih

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:11 WIB

Spill Rahasia Konten Estetik Tanpa Ribet, Cukup Pakai OPPO Reno16 Series

Spill Rahasia Konten Estetik Tanpa Ribet, Cukup Pakai OPPO Reno16 Series

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:51 WIB

Perbandingan Spesifikasi Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50, Duel HP Murahh Baterai Jumbo

Perbandingan Spesifikasi Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50, Duel HP Murahh Baterai Jumbo

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:59 WIB

×