Jangan Gunakan WhatsApp GB, Lebih Banyak Mudaratnya

Kamis, 14 Juli 2022 | 20:05 WIB
Jangan Gunakan WhatsApp GB, Lebih Banyak Mudaratnya
Ilustrasi WhatsApp (Unsplash/Eyestetix Studio)

Suara.com - CEO WhatsApp Will Cathcart memperingatkan pengguna untuk tidak menggunakan aplikasi modifikasi layaknya WhatsApp GB. Alasannya, aplikasi pihak ketiga itu lebih banyak mudaratnya karena antara lain tak menjamin privasi dan keamanan pengguna.

"Pengingat kepada pengguna @WhatsApp bahwa mengunduh versi WhatsApp palsu atau yang dimodifikasi bukanlah ide yang baik. Aplikasi ini memang tidak berbahaya, tetapi mereka dapat berdampak pada privasi dan keamanan pengguna," ujar Cathcart dalam sebuah utas Twitter, dikutip Kamis (14/7/2022).

Ia mengungkapkan, pihaknya telah menemukan malware tersembunyi di dalam aplikasi. Padahal aplikasi itu sudah muncul di Google.

Cathcart juga menyebutkan pengembang aplikasi WhatsApp non-resmi yang disebut HeyMods. Tercatat developer itu mengembangkan aplikasi MOD yang disebut Hey WhatsApp.

Menurutnya, aplikasi itu menggoda pengguna dengan fitur baru. Padahal, itu hanyalah bualan untuk mencuri informasi pribadi yang ada di ponsel pengguna.

"Kami sudah membagikan apa yang sudah ditemukan ke Google, dan bekerja sama dengan mereka untuk memerangi aplikasi berbahaya tersebut," klaim Cathcart.

Ia turut mengatakan kalau Google Play Protect kini sudah bisa mendeteksi dan menonaktifkan WhatsApp palsu dan berbahaya yang sudah lebih dulu diunduh pengguna.

"Kami menghargai bantuan Google terkait upaya mereka untuk mencegah aplikasi berbahaya yang tersebar di perangkat Android," lanjut dia.

Cathcart juga menegaskan kalau pihaknya tetap berupaya untuk mendeteksi dan memblokir aplikasi tersebut nantinya. Ia turut memastikan kalau bakal mengambil tindakan hukum ke HeyMods demi mencegah penyebaran aplikasi berbahaya.

Baca Juga: 74 Ide Nama Grup WhatsApp Aesthetic

"Selanjutnya kami akan membawa tindakan ini ke hukum sebagai pertanggungjawaban HeyMods atau aplikasi sejenis lainnya," ujar Cathcart.

Lebih lanjut ia mengatakan kalau malware ponsel adalah ancaman berbahaya yang harus dilawan. Pemerhati keamanan siber juga disarankan untuk terus mengembangkan cara baru demi mencegah penyebaran malware tersebut.

"Jika kalian melihat teman atau keluarga memakai WhatsApp berbeda dari versi asli, tolong diimbau agar mereka beralih ke WhatsApp resmi dari toko aplikasi terpercaya atau situs web resmi kami di WhatsApp.com," jelas Cathcart.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI